Kiat Mencari Kerja Sambilan (Part-Time)

Keuangan, Pengalaman 2 Comments »

Kiat Mencari Kerja Sambilan (Part-Time)
Jika Anda adalah ibu rumah tangga, mungkin sempat terpikir untuk bisa bekerja kembali tanpa harus mengorbankan urusan anak dan rumah tangga. Jika Anda sudah bekerja, mungkin Anda pernah terpikir untuk bisa mencari penghasilan tambahan di luar waktu kerja utama. Kita akan membahas tentang kerjaan part-time yang terbuka baik untuk remaja, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan siapapun yang bermaksud mencari uang tambahan. Pemberi kerja malah ada yang lebih menyukai pekerja part-time karena dengan begitu mereka tidak perlu memberi benefit semacam asuransi kesehatan apalagi tunjangan pensiun.

Menurut saya, berikut ini adalah yang perlu Anda perhatikan dalam mencari kerjaan sambilan atau part time:
Read the rest of this entry »

Popularity: 1% [?]

Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan

Wawasan 5 Comments »

Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan
Pengembangan Diri merupakan topik yang tak kan pernah usang. Setiap generasi pasti membicarakannya, dan setiap kita mustinya senantiasa akan berkutat di dalamnya. Bolehlah kemudian kita membicarakan tentangnya agar jelas bagi diri kita: “Sebenarnya pengembangan diri itu ngapain sih? Arahnya ke mana? Bagaimana bisa mengetahui bahwa pengembangan diri berada dalam arahan yang benar?”

Tulisan ini berbicara tentang pengembangan diri sebagaimana yang semestinya kita jalani.
Read the rest of this entry »

Popularity: 1% [?]

Sudahkah Anda Pantas Disebut Pakar? – Model Kompetensi Dreyfus

Wawasan 5 Comments »

Sudahkah Anda Pantas Disebut Pakar? - Model Kompetensi Dreyfus
Pada 1970, Dreyfus bersaudara melakukan penelitian yang menghasilkan model tingkat pembelajaran keahlian. Mereka menemukan bahwa seiring bertambahnya tingkat kepakaran kita, apa yang terjadi bukanlah sekedar pertambahan wawasan dan keterampilan. Alih-alih, kita juga mengalami perbedaan fundamental pada bagaimana kita merpersepsikan dunia, bagaimana kita menghadapi masalah dan juga pada model berpikir yang kita bentuk dan pilih untuk gunakan.

Kita semua tidak bisa disebut sebagai ‘amatir’ atau ‘pakar’ atas segala hal. Kita sesungguhnya berada pada salah satu pada tahap dreyfus untuk ranah keterampilan tertentu. Anda bisa jadi amatir dalam memasak tapi jagoan di bidang programming, atau sebaliknya.

Jika Anda ingin mengukur tingkat keahlian demi kepentingan rencana pemberian kontribusi, perencanaan karir atau untuk minta naik gaji, mari kita cermati sama-sama deskripsi tentang tingkatan kepakaran berikut ini.

Read the rest of this entry »

Popularity: 1% [?]

Beda antara Amatir dan Pakar yang Sesungguhnya

Wawasan 2 Comments »

42d020e5c1bb52343a444b6616789625 Beda antara Amatir dan Pakar yang SesungguhnyaTidakkan Anda ingin menjadi seorang pakar? Yang secara intuitif bisa mengetahui jawaban yang benar? Tulisan ini akan mengulas tentang sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan amatir dan apa juga yang dimaksud dengan pakar – serta langkah-langkah di antara keduanya. Ini akan berguna bagi kita untuk mengukur tingkat keahlian kita pada bidang tertentu sehingga darinya diharapkan bisa jadi lebih bijak dalam menginvestasikan energi dan sumber daya. Semakin kita nyadar dg tingkat kepakaran kita, semakin kita tahu mana mana saja urusan yg perlu kita delegasikan, dan mana mana yang perlu kita lakukan sendiri dan khususnya yg bisa menghasilkan kemanfaatan dan uang.

Apa yang kita bahas di sini adalah Dreyfus model of skill acquisition, yang berbicara tentang lima tahapan yang harus dilalui seseorang dalam perjalanan dari amatir menjadi pakar. Model ini menjelaskan mengapa dan bagaimana kemampuan, sikap, kapabilitas dan perspektif kita berubah seiring dengan tingkat keahlian.

Pertama, kita akan bahas dulu tentang pakar: Seperti apa sih pakar itu sebenarnya?
Read the rest of this entry »

Popularity: 1% [?]

Menemukan Inti/Esensi Gagasan

Wawasan 1 Comment »

Menemukan Inti/Esensi Gagasan

“0.8 percent of the human race is capable of writing something that is instantly understandable.”, begitu kata H.L. Mencken. Sedemikian sedikitnya orang yang mampu mengungkapkan gagasan yang langsung bisa dipahami. Mengungkapkan gagasan dalam bentuk yang bisa dipahami memang tak mudah. Apa yang sering kita lihat atau alami adalah pengungkapan kata-kata miskin makna dan kabur esensi utama.

Dari sekian cara untuk membuat pesan dimengerti, salah satu yang terpenting adalah ini: Sederhanakan! Bukan menyederhanakan dalam artian memilih untuk banyak diam atau membuat tulisan singkat, atau bahkan kata singkatan. Bukan juga dengan memperpendek omongan demi mencapai kesederhanaan pesan. Apa yang dimaksud dengan menyederhanakan di sini adalah menemukan core, essence, inti dari gagasan.
Read the rest of this entry »

Popularity: 1% [?]

  • Tulisan Paling Top Saat Ini

  • Kategori Tulisan


  • Internet Sehat

    Internet Sehat


    Tugu Pahlawan dot com



  • WP Theme & Icons by N.Design Studio. Modified by Guntar
    Entries RSS Comments RSS Log in