Sebagai lulusan dari T.Informatika ITS, awalnya saya agak canggung ketika bermain di lahan bisnis yang sesungguhnya, tidak sebagai programmer. Salah satu tantangan menarik saya adalah dalam melihat langsung bagaimana implikasi teknologi terhadap bisnis, dan terutama SeBaLikNya. Padahal saya dulu telah terbiasa untuk melihat teknologi sebagai entitas yg mampu mandiri dari bisnis. Memang benar sih. Tapi cara berpikir semacam itu ternyata tidak menjadikan saya kaya ![]()

Saya dulu sempat intens di genetic algorithm programming, dan bisa saja mengungkapkan betapa algoritma itu dapat memberikan solusi. Tapi untuk sekarang ini, saya harus membaliknya dengan kebutuhan bisnis terlebih dahulu, baru kemudian mikir gimana algoritma dan termasuk bahasa pemrogramannya.
Sampe2 kemudian, peduli amat lah teknologi apa yg mo digunakan, hardware kayak gimana yg mo dipake, yg penting adalah bagaimana paket produk & layanan yg kita jual itu akan membantu pelanggan meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan menggunakan aset2 yg ada secara lebih baik. Sesederhana itu.Saya jadi tahu bedanya menjual Solusi Teknologi dengan menjual Solusi Bisnis.
Popularity: 3% [?]
Anda suka atau merasa tulisan ini bermanfaat? Agar tidak ketinggalan tulisan dan inspirasi Manajemen Produktivitas dan Pengembangan Diri, silahkan saja berlangganan isi blog ini secara lengkap via email dengan mengetikkan email Anda pada isian di bawah ini. Anda juga bisa merekomendasikan blog ini kepada teman Anda. ____________________________________________________________________















June 21st, 2006 at 6:40 pm
Lho… Saya pikir pak Guntar sudah tahu ini dari dulu… Bukannya itu bedanya scientist dan engineer (masih inget kan makna kata engineer)? Berikutnya tinggal belajar bedanya penjual, pemilik bisnis, serta pengusaha…
Semoga penasaran…