Jun 16
Kesan pertama Anda dibangun sejak Anda masuk ke area perusahaan, yakni sejak Anda keluar dari tempat parkir bahkan. Maka begitu Anda masuk ke dalam gedung, pastikan Anda sudah tampak keren sejak awal.

Pesan non verbal dalam komunikasi ditampakkan dalam banyak hal, salah satunya adalah cara berpakaian. Jika Anda pria, maka perhatikanlah panduan berpakaian yang baik.
Read the rest of this entry »
Popularity: 5% [?]
Jun 05

Karena tugas manajer adalah merampungkan kerjaan melalui tenaga orang lain, maka terkadang virus produktivitas yang menyerang manajer malah jadi luput terdeteksi. Di kala para bawahan sudah menunjukkan performa yang baik, tapi lha kok malah manajernya yang ternyata males-malesan. Kalau sudah seperti ini, maka bawahan tentunya jadi gemes juga dong. Nah, memang kenapa sih kok sampai manajer bisa males-malesan begitu?
Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya tentang apa sih yang membuat para karyawan gagal menunjukkan performa yang baik. Tapi sekarang kita sedang berbicara tentang manajer dan posisi apapun yang punya kewenangan untuk mengorganisir kerja dan memberikan delegasi, entah lingkupnya di korporat, organisasi non profit ataupun organisasi kemahasiswaan. Berikut ini adalah apa-apa yang bisa jadi penyebab buruknya performa manajer:
Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
Jun 04

Bayangkan saja: Sudah merumuskan kerjaan (task) untuk ditangani oleh bawahan Anda, menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan sampai kemudian mengantarkannya sendiri kepada mereka. Setelah itu Anda menunggu, tapi ternyata tak ada laporan hasil. Anda pun menunggu lagi. Tapi tetap belum ada hasil yang dirampungkan. Anda lalu menghubungi bawahan Anda itu untuk menanyakan tugas yang sudah Anda berikan itu. Jawabannya datar-datar saja. Anda pun menyuruh dia kembali bekerja dan menunggu lebih lama lagi. Tapi lha kok belum juga rampung pekerjaannya. Ini ada apa sih sebenarnya?
Menurut Ferdinand Fournies, penulis buku Why Employees Don’t Do What They’re Supposed To Do and What To Do About It, ada setidaknya 16 alasan mengapa. Konteksnya di sini saya pikir bisa berlaku baik di dunia korporat, bisnis mandiri hingga organisasi siswa dan kemahasiswaan.
Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
May 21

Pada posting tentang belajar manajemen karir ala manga, telah saya sampaikan bahwa Anda sebenarnya tidak akan mampu membuat peta hidup diri secara sempurna hingga jauh ke depan di saat Anda berusia 21 – atau 31 atau 41 atau bahkan 51. Anda mungkin berpikir bahwa X akan membawa ada ke Y, dan Y akan membawa Anda pada Z… Tapi nyatanya yg terjadi bukan seperti itu. Hidup ini bukanlah persoalan aljabar matematika. Riilnya, X bisa jadi akan membawa Anda ke W, dan W mungkin akan membawa Anda ke warna biru, warna biru bisa jadi akan membawa Anda ke ayam goreng sambel. Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
May 20

Sebelum membaca tulisan ini, sebaiknya Anda cermati dulu beda antara karir, pekerjaan dan profesi.
Nah, sekarang issuenya, manakala sudah kadung terjun sekian lama di profesi atau pekerjaan tertentu, apakah merupakan hal yang bijak jika harus berpindah ke karir yang mensyaratkan adanya profesi tertentu?
Mengapa tidak?
Jangan2 pilihan yang Anda ambil dulu memang kurang tepat atau kurang relevan lagi dengan kondisi sekarang. Bisa jadi dulu Anda belum mendapatkan informasi yang cukup untuk menentukan pilihan karir. Silahkan direnungkan: Jika sekarang Anda diberi kesempatan untuk memulai lagi dari awal, apakah Anda akan tetap menjalani serangkaian pekerjaan seperti yang Anda lakukan hingga saat ini? Apakah Anda memang ingin mencapai kebesaran Anda dengan pekerjaan atau profesi tepat seperti sekarang ini?
Jika jawaban Anda adalah tidak, maka apa yang Anda punya sekarang sebenarnya masih sekedar pekerjaan atau profesi, dan bukanlah sebuah karir. Karir Anda berarti ada di luaran sana. Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
Recent Comments