Mar 01
Satu hal menyenangkan dari bewiraswasta adl ktk kita bisa menentukan waktu kerja sendiri dan bekerja dengan gaya yang kita suka. Mau dateng ke kantor jam berapa dan berapa lama tu terserah. Saya sendiri biasa ngantor jam setengah sepuluh, kadang malah jam sebelas. Yang penting apa yang ditargetkan tercapai.
Sehingga seolah-olah:
My Boss : “You should have been here at 8 O”clock.
Me : “Why, what happened?”

Baca lanjutan post »
Oct 29
Selamat ber-Idul Fitri ya, teman2
. Taqobbalalloohu minnaa wa minkum, semoga Allah menerima amal kita semuanya.
Jika dilihat dari pengertian menurut bahasa, makna Idul Fitri yg sebenarnya kan adl hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa)* dan bukannya hari di mana kita kembali kepada Fitrah, kesucian, atau terhapusnya dosa2 kita. Idul Fitri tidak serta merta menjadikan kita seperti selembar kertas putih tanpa bercak kotor dari dosa. Sehingga semoga kita tidak terlalai dan merasa aman dg datangnya momen Idul Fitri ini.
Termasuk juga, semoga kita cukup berhati-hati utk tidak mengklaim bahwa kita sudah pantas utk merayakan kemenangan dalam memerangi hawa nafsu. Benarkah ramadhan kemaren sebuah kemenangan bagi kita?
Dg pemahaman di atas, maka yg penting adl gimana spy mentalitas & performa akhlak kita pada saat “berbuka” tetap terkondisikan seperti pada saat kita berpuasa di bulan Ramadhan.
Dalam tradisi kita utk bersilaturrahim (atau silaturahmi, begitu biasanya orang2 menyebutnya) yg sebenernya tidak ada kaitannya scr langsung dg rangkaian ibadah Ramadhan & Idul Fitri, semoga dosa & khilaf kita terhadap keluarga, teman, relasi bisnis ataupun yg lain menjadi terikhlaskan.
Semoga Allah mempertemukan kita dg Ramadhan mendatang ya 
* Dari hadits shahih yg dikeluarkan oleh imam Tirmidzi, Abu Dawud, Baihaqy dan yg lain.
Aug 13
Jika Anda terlibat di usaha start-up spt saya, tau sendiri deh. Biarpun udah bagi2 peran, tapi masih banyak proyek dan urusan2 yang kudu ditangani sendiri. Yang satu belum selesai, kerjaan lain udah nunggu diselesein. Meminjam istilah teman, kayak lagi renang aja, tangan kaki gerak mulu :mrgreen:. Konsep “konsentrasi layaknya garis lurus tanpa adanya distraksi dan intervensi hingga 100% penyelesaian” terasa salah dan non-feasible bagi saya, mungkin juga bagi Anda. Lha wong gimana, kerjaannya emg banyak kan. Iya nggak, sih? 
Hal terpenting dr pengerjaan multitasking adl penentuan apa2 yang emg kudu dikerjakan. Hukum pareto, meskipun saya bisa pahami & -klo ndak lupa- terapkan dlm konteks pembuatan & pemasaran produk, tp dlm konteks penyelesaian task harian, saya blum bisa terapkan tuh. Nilai dari 80 persen aktivitas akan terkandung dalam 20 persen aktivitas dlm daftar. Saya ndak paham, klo semuanya emg udah layak dikerjakan, lantas pareto ini buat apa?
Baca lanjutan post »
Aug 08
Beberapa hari terakhir adl hari yang sedemikian “berkesan” bagi saya. Keletihan fisik karena aktivitas workaholic ketambahan ama greges-demam karena perubahan cuaca. Pulang kerja lha kok langsung roboh, ndak sempat lg fitness barang sebentar. Dah gitu lalu datanglah kabar yang mbikin saya seolah kejatuhan beban.
Rekan kerja saya nyodorin informasi pesaing terdekat, dengan produk yang persis serupa dg apa yang sedang saya dan temen2 bikin. Yes, I know, persaingan memang wajar. Masalahnya saya udah kadung berkeyakinan bahwa kami tidak sedang memiliki pesaing terkait dg strategi blue ocean yang kami terapkan. Strategi unggulan kami bukanlah terkait dg produk apa yang dijual, melainkan ttg bagaimana kami membuat & menjualnya.
Baca lanjutan post »
Aug 03
Semenjak Senin hingga Rabu kemaren tempat usaha saya ngadakan rekruitmen karyawan. Di hari terakhir saya menyempatkan diri untuk melongok proses rekruitmen itu dan melihat salah seorang rekan jagoan saya melakukan eksplorasi.
Ketika pertanyaan berkisar tentang motivasi diajukan, maka kebanyakan pelamar ungkapkan jawaban standar; Tingkatkan taraf hidup, mencari pengalaman, mencari teman dan relasi, bagian dari ibadah, tingkatkan kualitas diri, naikkan status sosial atau yang lainnya.
Biasanya, salah satu jawaban menarik yang bisa kita dapatkan adalah motif yang berkisar pada peningkatan kualitas diri. Ada memang orang2 yang tidak mengemukakan aspek finansial sebagai alasan utama melamar kerja.
Baca lanjutan post »
Jul 30
Psikiater John Diamond temukan bahwa 90 persen dari orang2 benci pekerjaan mereka. Gawat. Mereka cenderung jalani pekerjaan mereka untuk alasan yg salah atau yg kurang menggigit.
Hal inilah yg mbikin maraknya fenomena I hate monday. Ada orang yang ketika bangun tidur di hari Senin selalu berharap, “Semoga ini hari Sabtu”. Klo setiap awal minggu fenomena kayak gini terus berlangsung, kan la’ yo gawat se. Terputusnya diri ini dari hasrat profesional bisa mbikin kerjaan bisa jadi tumpul, performa dan karir juga jadi lelet ga keruan.
Baca lanjutan post »
Jul 26
Aslinya mo reply comment buat mbak d1r4 di post tentang laci pengalaman atas pertanyaan “gimana sih caranya buat pengalaman baik kita seremeh apapun itu menjadi gede n bisa buat qta PeDe???” Tapi jadinya tyt lha kok panjang
Lagian mo posting gambar di comment tyt ga bisa.
Kita biasanya memang menemukan diri kita jadi ga pede krn pengalaman2 buruk atau kesalahan2 yg pernah kita lakukan. Menariknya, fenomena ga pede ini bisa diakali. Polanya terletak pd bgmn kita memutar kembali pengalaman2 itu. Kita PasTi akan down ktk melakukan yg berikut ini ktk mengingat pengalaman buruk/kelemahan kita:
Baca lanjutan post »
Jul 21
Otak kita menggunakan mekanisme laci dalam menyimpan segala pengalaman; ada laci pengalaman sukses, laci pengalaman biasa, dan laci pengalaman gagal.

Dari pengalaman pribadi, saya temukan bahwa orang2 akan tumbuh dg rasa percaya diri yang amat besar bila mereka memiliki banyak simpanan di laci A. Mereka ndak minder & berani lantang berbicara klo ketemu ma orang2 hebat, krn mereka jg merasa punya pengalaman2 hebat.
Sebaliknya, orang dg banyak pengalaman di laci C akan jadi pribadi yang cenderung pasif & penuh keminderan. Laci terbawah ini biasanya berisi pengalaman2 gagal, dipermalukan, dikhianati, difitnah, hingga pengalaman2 traumatis. Menariknya, bukankah ini semua adl perkara persepsi & pilihan. Artinya, ndak ada yg bisa memasukkan semua pengalaman ke laci C kecuali klo kita mempersepsikan & mengijinkannya utk itu.
Sementara itu, orang2 dg banyak simpanan di laci B biasanya tumbuh jadi seorang yang peragu dalam hadapi & ambil tantangan serta pencapaian2 baru. Karena dia ndak punya referensi pendukung dari masa lalunya. Dan orang spt ini biasanya adl orang2 yang miskin aktivitas & pengalaman gagal maupun sukses, atau sekedar dia tidak menganggap penting pengalaman2 baiknya.
Baca lanjutan post »
Jul 18
Masih nyambung ma post sebelumnya; terkait dg konflik yang baru aja tjd di tempat saya bekerja. Post ini sebenernya adl intisari dari surat saya ke salah satu rekan kerja yang terlintas niatan mo keluar dan mbikin usaha sendiri. Ketidakpuasan kepemimpinan yang kemaren tjd adl satu hal, tapi adanya anggapan bhw kami skr lebih spt karyawan ketimbang entrepreneur adl salah satu issue kuat yang juga muncul. Tanpa bermaksud mengharamkan profesi sbg karyawan, kami memang memilih utk hidup sbg seorang entrepreneur sejak kuliah dulu.
Kpd dia, saya ngasih dokumen terproteksi. Btw,kami sama2 Martian yg canggung rasanya ngobrol lgs dari hati ke hati (halah halah :mrgreen:). Dalam surat itu, saya bilang klo saya nggak sudi sebut diri ini karyawan senyampang saya:
Baca lanjutan post »
Recent Comments