Aug 03
Semenjak Senin hingga Rabu kemaren tempat usaha saya ngadakan rekruitmen karyawan. Di hari terakhir saya menyempatkan diri untuk melongok proses rekruitmen itu dan melihat salah seorang rekan jagoan saya melakukan eksplorasi.
Ketika pertanyaan berkisar tentang motivasi diajukan, maka kebanyakan pelamar ungkapkan jawaban standar; Tingkatkan taraf hidup, mencari pengalaman, mencari teman dan relasi, bagian dari ibadah, tingkatkan kualitas diri, naikkan status sosial atau yang lainnya.
Biasanya, salah satu jawaban menarik yang bisa kita dapatkan adalah motif yang berkisar pada peningkatan kualitas diri. Ada memang orang2 yang tidak mengemukakan aspek finansial sebagai alasan utama melamar kerja.
Baca lanjutan post »
Jul 30
Psikiater John Diamond temukan bahwa 90 persen dari orang2 benci pekerjaan mereka. Gawat. Mereka cenderung jalani pekerjaan mereka untuk alasan yg salah atau yg kurang menggigit.
Hal inilah yg mbikin maraknya fenomena I hate monday. Ada orang yang ketika bangun tidur di hari Senin selalu berharap, “Semoga ini hari Sabtu”. Klo setiap awal minggu fenomena kayak gini terus berlangsung, kan la’ yo gawat se. Terputusnya diri ini dari hasrat profesional bisa mbikin kerjaan bisa jadi tumpul, performa dan karir juga jadi lelet ga keruan.
Baca lanjutan post »
Jul 26
Aslinya mo reply comment buat mbak d1r4 di post tentang laci pengalaman atas pertanyaan “gimana sih caranya buat pengalaman baik kita seremeh apapun itu menjadi gede n bisa buat qta PeDe???” Tapi jadinya tyt lha kok panjang
Lagian mo posting gambar di comment tyt ga bisa.
Kita biasanya memang menemukan diri kita jadi ga pede krn pengalaman2 buruk atau kesalahan2 yg pernah kita lakukan. Menariknya, fenomena ga pede ini bisa diakali. Polanya terletak pd bgmn kita memutar kembali pengalaman2 itu. Kita PasTi akan down ktk melakukan yg berikut ini ktk mengingat pengalaman buruk/kelemahan kita:
Baca lanjutan post »
Jul 21
Otak kita menggunakan mekanisme laci dalam menyimpan segala pengalaman; ada laci pengalaman sukses, laci pengalaman biasa, dan laci pengalaman gagal.

Dari pengalaman pribadi, saya temukan bahwa orang2 akan tumbuh dg rasa percaya diri yang amat besar bila mereka memiliki banyak simpanan di laci A. Mereka ndak minder & berani lantang berbicara klo ketemu ma orang2 hebat, krn mereka jg merasa punya pengalaman2 hebat.
Sebaliknya, orang dg banyak pengalaman di laci C akan jadi pribadi yang cenderung pasif & penuh keminderan. Laci terbawah ini biasanya berisi pengalaman2 gagal, dipermalukan, dikhianati, difitnah, hingga pengalaman2 traumatis. Menariknya, bukankah ini semua adl perkara persepsi & pilihan. Artinya, ndak ada yg bisa memasukkan semua pengalaman ke laci C kecuali klo kita mempersepsikan & mengijinkannya utk itu.
Sementara itu, orang2 dg banyak simpanan di laci B biasanya tumbuh jadi seorang yang peragu dalam hadapi & ambil tantangan serta pencapaian2 baru. Karena dia ndak punya referensi pendukung dari masa lalunya. Dan orang spt ini biasanya adl orang2 yang miskin aktivitas & pengalaman gagal maupun sukses, atau sekedar dia tidak menganggap penting pengalaman2 baiknya.
Baca lanjutan post »
Jul 18
Masih nyambung ma post sebelumnya; terkait dg konflik yang baru aja tjd di tempat saya bekerja. Post ini sebenernya adl intisari dari surat saya ke salah satu rekan kerja yang terlintas niatan mo keluar dan mbikin usaha sendiri. Ketidakpuasan kepemimpinan yang kemaren tjd adl satu hal, tapi adanya anggapan bhw kami skr lebih spt karyawan ketimbang entrepreneur adl salah satu issue kuat yang juga muncul. Tanpa bermaksud mengharamkan profesi sbg karyawan, kami memang memilih utk hidup sbg seorang entrepreneur sejak kuliah dulu.
Kpd dia, saya ngasih dokumen terproteksi. Btw,kami sama2 Martian yg canggung rasanya ngobrol lgs dari hati ke hati (halah halah :mrgreen:). Dalam surat itu, saya bilang klo saya nggak sudi sebut diri ini karyawan senyampang saya:
Baca lanjutan post »
Recent Comments