Browsing » Pengembangan Diri

Menghindari Optimisme yang Sesat

“Yakini sukses akan datang menghampirimu dengan mudah, maka keyakinanmu itu akan jadi nyata.” Bagi saya itu omong kosong, bagi saya itu adalah keyakinan sesat yang merusak. Betul memang, optimisme —dan percayadiri— itu perihal yang baik. Riset semacam milik Bandura secara konsisten menunjukkan bahwa keyakinan untuk sukses memang merupakan penentu keberhasilan seseorang.  Tapi coba cermati ini [...]

Ingin Mudah Bersyukur? Pikirkan Worst Case-nya

Salah satu doktrin pembahagiaan hati adalah “Jangan habiskan waktumu memikirkan hal-hal buruk yang kamu tak ingin itu terjadi.” Mengapa? Karena sekedar membayangkan skenario buruk bisa menimbulkan emosi kecemasan tepat seperti ketika kita betul-betul mengalaminya. Detak jantung makin cepat, kulit memucat, otot menegang, hanya sekedar dari membayangkan. Pikiran kita tidak bisa membedakan antara imajinasi dan realita. [...]

Bangun Kerja Keras dari Bakatmu

Thomas Alva Edison, pemilik 1.093 paten di Amerika Serikat banyak disebut sebagai orang yang lebih menonjol dalam hal working harder daripada working smarter. Edison katakan bahwa “Saya tak pernah lakukan apa-apa yang memang layak dilakukan secara kebetulan….Hampir tak ada hasil temuan saya merupakan hasil dari suatu kebetulan. Semuanya didapat dengan melatih diri untuk menjadi analitis [...]

Kemampuan Mencipta Pengetahuan

Jika bisnis teknologi tampak begitu menggiurkan, kita perlu lihat fakta lapangan terkait kompetensi apa yang sesungguhnya dibutuhkan untuk menuju ke sana. Wadhwa, profesor di Berkeley and Duke University melakukan survey kepada 652 CEO dan kepala product engineer di 502 perusahaan teknologi di Amerika dan menemukan bahwa hanya 37% saja dari mereka yang bergelar insinyur atau gelar [...]

Apa kata Anda terhadap orang lain mencerminkan diri Anda

Riset dari Wake Forest University (*) menunjukkan bahwa seberapa positif Anda memandang orang lain terkait dengan seberapa bahagia dan stabilnya emosi diri Anda. Studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa seberapa positif seseorang memandang orang lain menjadi indikasi atas seberapa puas seseorang dengan kehidupan pribadinya, dan seberapa dia disukai orang lain. Sebaliknya, persepsi negatif atas orang [...]

« Previous Entries

Site Meter