<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>akhmadGuntar dotcom &#187; Produktivitas</title>
	<atom:link href="http://akhmadguntar.com/category/produktivitas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>Manajemen Produktivitas &#38; Pengembangan Diri</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 15:35:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #20: Sepuluh Alasan Untuk Mematikan TV</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-20-sepuluh-alasan-untuk-mematikan-tv.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-20-sepuluh-alasan-untuk-mematikan-tv.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 18:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Sedari dulu saya bukanlah penggemar televisi. Mungkin juga karena sedari dulu juga karena saya lebih sering berinteraksi dengan komputer. Tidak lantas saya mendakwa televisi sepenuhnya jelek, karena faktanya ada juga kok acara televisi yang bagus (misal toh: Upin dan Ipin). Namun bahkan jika televisi sudah menghapuskan infotainment dan menggantinya dengan film2 yang halal, tetap saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/tvkecanduantelevisi.jpg" alt="Kiat Produktivitas #20: Sepuluh Alasan Untuk Mematikan TV" /></p>
<p>Sedari dulu saya bukanlah penggemar televisi. Mungkin juga karena sedari dulu juga karena saya lebih sering berinteraksi dengan komputer. Tidak lantas saya mendakwa televisi sepenuhnya jelek, karena faktanya ada juga kok acara televisi yang bagus (misal toh: Upin dan Ipin). Namun bahkan jika televisi sudah menghapuskan infotainment dan menggantinya dengan film2 yang halal, tetap saja televisi bisa datangkan keburukan dan menghambat produktivitas. Silahkan renungkan, manakala Anda matikan televisi Anda, berapa banyak pekerjaan yang bisa Anda rampungkan? Manakala televisi Anda matikan, temukan betapa Anda jadi lebih punya waktu dan energi untuk menyeimbangkan porsi peran dan kehidupan Anda, untuk kemudian menjadi produktif di tiap peran itu.<br />
<span id="more-1341"></span><br />
Berikut adalah pertimbangan mengapa Anda sebaiknya mematikan televisi lebih awal.</p>
<p>1. Karena Anda belum cukup ngobrol dengan istri/suami Anda, sementara dia sebetulnya ingin bisa bicara dengan Anda. Jika Anda tidak bisa jadi teman terbaiknya, jangan2 dia bisa beralih ke yang lain lho; mulai dari obrolan yang ringan2, sampai kemudian pada yg sangat serius.</p>
<p>2. Karena anak Anda.</p>
<ul>
<li> Karena Anda belum cukup meluangkan waktu bersama anak Anda. Jika saja Anda ingat dan rasakan, bukankah waktu ini terasa begitu cepat? Waktu Anda lulus kuliah sampai sekarang terasa begitu cepat. Jangan sampai sensasi itu terjadi terhadap Anda dan anak Anda.</li>
<li> Karena anak Anda lebih rentan terkena dampak buruk dari televisi. Lantas? Bukankah anak Anda melihat dan meniru Anda yang suka menonton televisi.</li>
<li> Karena anak Anda punya cerita bagus yang ingin dia ceritakan pada Anda</li>
<li> Karena anak Anda harusnya belajar tentang kehidupan dan kebijaksanaan dari Anda, bukan dari orang lain, bukan dari sinchan.</li>
</ul>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/anakkecanduanTV.jpg" alt="Kiat Produktivitas #20: Sepuluh Alasan Untuk Mematikan TV" /></p>
<p>3. Karena televisi bisa menumpulkan pikiran dan emosi Anda. Bayangkan saja; jika Anda disodori informasi konyol yang membuat pikiran Anda pasif saja, membuat emosi Anda terkendalikan oleh urusan dan aib orang lain, lama-lama Anda pun menumpul.</p>
<p>4. Karena Anda sudah lama sekali tidak membaca buku, bukan? Apakah Anda juga ingin anak Anda bisa membaca televisi ketimbang membaca buku?</p>
<p>5. Karena Anda harusnya melakukan kebiasaan yang lebih bermanfaat dan bernilai bagi Anda. Mengurangi berat badan hingga sehat ideal? Tidakkah menonton televisi malah membuat Anda jadi lebih suka ngemil?</p>
<p>6. Karena berita pagi dan sore hari selalu saja isinya kabar buruk yang juga memburukkan mood Anda, hingga berdampak pada memburuknya kemampuan Anda dalam mengambil keputusan secara baik.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/statistikTV.jpg" alt="Kiat Produktivitas #20: Sepuluh Alasan Untuk Mematikan TV" /></p>
<p>7. Karena iklan televisi membuat Anda tergoda untuk membeli apa-apa yang sebenarnya tak perlu untuk dibeli. Anda jadi tergoda oleh keinginan, bukannya kebutuhan. Dan sadari, apa yang paling sering terngiang di pikiran Anda akan jadi ingatan, kemudian jadi gagasan dan pemikiran, hingga kemudian jadi tindakan, entah baik atau buruk.</p>
<p>8. Karena Anda harusnya bisa tidur dengan lebih nyenyak dan cukup waktu. Siyalnya memang, banyak film-film bagus yang diputar sampai larut malam, bukan.</p>
<p>9. Karena pada akhirnya Anda mengeluhkan waktu yang terasa kurang untuk mengurusi perihal lain yang nyatanya memang lebih penting. Anda punya target finansial yang ingin diraih? Bagaimana dengan target kontribusi? Menonton televisi membuat Anda jadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p>10. Karena <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi/">orang yang kecanduan televisi terbukti punya kehidupan yang lebih susah</a>.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Orang Susah Kerjanya Nonton Tivi, Orang Bahagia Mbaca dan Bersosialisasi</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-2-apa-ini-memang-perlu-dilakukan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #2: Apa Ini Memang Perlu Dilakukan?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/membuat-quota-hasil-waktu-produktivitas.html" rel="bookmark" class="crp_title">Membuat Quota Hasil atau Waktu untuk Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/memelihara-hobi-membaca-buat-apa-sih.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memelihara Hobi Membaca, Buat Apa Sih?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tahun-baru-menjelang-bisakah-manusia-jadi-lebih-matang.html" rel="bookmark" class="crp_title">Tahun Baru Menjelang, Bisakah Manusia Jadi Lebih Matang</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1341&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-20-sepuluh-alasan-untuk-mematikan-tv.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 22:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[Daniel Pink adalah pengarang dari beberapa buku best-seller yang provokatif. Bukunya yang terbaru adalah Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us, yang menggunakan riset sains perilaku selama 40 tahun terakhir untuk membalik cara pandang konvensional tentang motivasi. Jika Anda ingin betul-betul bisa produktif dan menjadi luar biasa, mari kita cermati apa yang Daniel Pink [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/drive_cvr-dan_pink.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="214" height="323" /><br />
Daniel Pink adalah pengarang dari beberapa buku best-seller yang provokatif. Bukunya yang terbaru adalah <a href="http://www.amazon.com/Drive-Daniel-H-Pink/dp/1594488843" target="_blank">Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us</a>, yang menggunakan riset sains perilaku selama 40 tahun terakhir untuk membalik cara pandang konvensional tentang motivasi. Jika Anda ingin betul-betul bisa produktif dan menjadi luar biasa, mari kita cermati apa yang Daniel Pink katakan tentang apa yang sesungguhnya memotivasi kita.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam bukunya ini, Dan Pink mengingatkan tentang Motivation 1.0 yang berbasis pada insting untuk bertahan hidup. Pada model motivasi ini, kebanyakannya berbentuk motivasi biologis; kita makan manakala lapar, minum manakala haus, dan nlakukan hubungan seks manakala sedang &#8220;pusing&#8221;. Tapi manusia tidaklah sebatas itu. Kita juga punya penggerak lain yang mana berbentuk imbalan (rewards) dan hukuman (punishment), khususnya dari lingkungan eksternal kita. Ini adalah Motivation 2.0 yang sering disebut sebagai konsep motivator carrots and sticks, di mana manusia seperti dianggap sebagaimana makhluk yang lebih cerdas dan lebih tercerahkan ketimbang kuda yang tergerak hanya dari keinginan mengejar wortel dan menghindar dari pecutan. Dan cara pandang ini lah yang telah marak berkembang semenjak dulu.<br />
<span id="more-1306"></span><br />
<img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/1167796871K1bwna-1.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="300" height="300" /></p>
<p>Dasar-dasar ilmu manajemen mengatakan bahwa cara untuk membuat manusia bisa bekerja lebih baik adalah dengan memberikan imbalan (rewards) atau hukuman (punishment); bahwa manakala wortel dan pecutnya dihilangkan, manusia tidak akan bisa berbuat banyak. Dan ternyata itu tidaklah benar, setidaknya bila berdasarkan hasil penelitian sains perilaku selama 40 tahun belakangan ini.</p>
<p>Nyatanya, sistem operasi yang bekerja di kisaran konsep carrots &amp; sticks sudah tidak lagi kompatibel dengan bagaimana kita hidup dan bekerja. Sebagai contoh kasus sofware open-source, di mana orang-orang tekun &amp; pintar dari seluruh dunia bekerja bersama selama minimal 20 jam per minggu tanpa dibayar. Hebohnya lagi, mereka lantas memberikan hasil kerja mereka secara gratis ke seluruh dunia. Menariknya, mereka itu bukanlah pengangguran, mereka sudah bekerja dengan bayaran yang baik. Lantas secara intelektual dan teknikal, tingkat kesulitan dalam mengerjakan Linux itu sama tingginya, atau malah bisa jadi lebih tinggi daripada pekerjaan asli mereka.  Motivation 2.0 akan mengatakan bahwa hal semacam itu tidaklah memungkinkan. Namun, sampai saat ini terbukti begitu banyak server korporat menggunakan Linux, Wikipedia telah menjadi ensiklopedia paling terkenal di seluruh dunia, dan banyak orang nge-Blog, membuat tulisan berkualitas, tanpa ada imbalan ekonomi yang jelas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/jdo0574l.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="400" height="366" /></p>
<p>Apa yang ditunjukkan dari penelitian oleh para profesor dari Carnegie Mellon, MIT dan University of Chicago adalah: untuk kerjaan (task) yang sederhana dan apa adanya (straightforward), motivator semacam carrots and stick memang bekerja baik. Namun manakala kerjaannya sudah melibatkan aktivitas kreatif, berpikir kompleks, kemampuan konseptual, motivator semacam itu tidak lagi bermanfaat, dan malah bisa bisa memburukkan performa.</p>
<p>Tatkala diiming-iming reward yang besar, dengan punishment yang besar pula manakala tak berhasil meraihnya, dan itu sifatnya untuk performa jangka pendek, banyak orang &#8211;tidak semua&#8211; akan mengambil jalan curang. Bukan hanya terkait pencapaian finansial, kasus di Georgia, 25% hasil kerjaan siswa ternyata terindikasi merupakan hasil kecurangan. Silahkan ingat-ingat juga kasus UNAS di Indonesia.</p>
<p>Carrots &amp; sticks hanya bisa bekerja baik dalam jangka pendek. Sama juga, motivasi bermodel &#8220;jika-maka&#8221; &#8212; &#8220;Jika kamu lakukan ini, maka kamu akan dapatkan ini&#8221; &#8212; bekerja sangat baik pada kerjaan yang rutin, sederhana, dan telah tertata dalam aturan. Namun tidak demikian halnya untuk tantangan yang bersifat konseptual dan kompleks.</p>
<p>Gawatnya, motivator yang bersifat contigent (sesuatu hanya bisa didapat manakala apa yang dipersayaratkan terpenuhi) ternyata malah bisa menghambat pemikiran kreatif. Untuk mengarahkan fokus, memang bagus. Namun dalam model motivasi ini, kerangka berpikir seseorang jadi menyempit, khususnya manakala sudah ada langkah langkah jelas untuk mencapainya (harus melakukan ini dan itu, belajar ini dan itu dalam jadwal dan cara-cara tertentu). Sementara manakala hendak melakukan sesuatu yang kreatif, melibatkan inovasi dan berpikir konseptual, motivator contigent tidak lagi bekerja baik. Karena apa yang dibutuhkan adalah cara pandang yang lebih luas untuk bisa melihat feriperal perspektif yang lebih kaya.</p>
<p>Dalam Motivation 3.0, orang giat dan tergerak untuk melakukan aktivitas justru dari kesenangannya menjalankan aktivitas itu. Daniel Pink mengajukan tiga faktor berikut sebagai apa yang membuat seseorang bisa mencapai kebesarannya: Autonomy, Mastery, dan Purpose.</p>
<p>Autonomy adalah dorongan dari diri untuk mengarahkan kehidupan sendiri. Ini terjadi manakala seseorang diberikan &#8211;atau memberikan kepada dirinya sendiri&#8211; keleluasaan untuk menentukan hal baik apa yang hendak diraihnya, di mana, kapan, dan dengan cara apa dia meraihnya. Enam puluh persen inovasi google &#8211;semacam gmail dan google news&#8211; didapatkan dengan cara semacam ini: membebaskan karyawan dalam rentang waktu tertentu untuk melakukan hal baik apapun yang mereka suka untuk lakukan.</p>
<p>Mastery adalah keinginan untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik di perihal yang berarti. Ini adalah apa yang mendorong seseorang untuk terus berlatih alat musik tertentu di akhir minggu, dan melatih keterampilan apapun yang mana sebenarnya tidak berikan dia nilai tambah secara ekonomis. Dia melakukannya karena ingin jadi lebih bagus dan lebih sempurna lagi. Dan dari situ dia merasakan kesenangan yang luar biasa; bahwa aktivitasnya itu sendiri yang jadi motivatornya.</p>
<p>Purpose adalah mengharap-harap untuk bisa tersambung dan beri manfaat dengan apa-apa yang lebih besar ketimbang diri sendiri. Ini dimiliki semisal oleh penemu Skype, orang-orang semacam Steve Jobs, dan mereka yang tergabung dalam kolaborasi project Linux, Apache, Wikipedia, dan semacamnya. Tidak ada imbalan finansial di sana, namun mereka melakukan itu semua untuk membuat suatu arti bagi komunitas hingga dunia, sekecil apapun itu.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/purpose.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="500" height="375" /></p>
<p>Bahwa uang itu adalah motivator yang ampuh, itu betul, namun hanya sampai batas tertentu saja. Dan bekerja melulu karena alasan uang, lama-lama capek juga perasaan ini. Mereka yang jadi terbahagiakan dengan aktivitas mereka, yang mencapai kebesaran dengan kontribusi mereka, yang menjadi istimewa terlepas cibiran orang-orang &#8211;awalnya&#8211; terhadap diri mereka, adalah mereka yang sejak awal memiliki impian kontributif bagi &#8216;dunia&#8217;, yang menikmati sensasi jadi kian berkembang hingga terus jadi luar biasa, dan yang berinisiatif mengelola capaian baiknya dengan cara-cara kreatif yang dia temukan karena rasa nikmat ketika menjalaninya.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Terkait apa yang saya sampaikan di atas, silahkan sempatkan untuk menonton video ini; sangat-sangat bagus. Minimal yang dari RSA animate berikut; ilustrasinya sangat membantu kita memahami isi.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="494" height="307" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/u6XAPnuFjJc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="494" height="307" src="http://www.youtube.com/v/u6XAPnuFjJc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="446" height="326" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="bgColor" value="#ffffff" /><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DanielPink_2009G-medium.flv&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DanielPink-2009G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=432&amp;vh=240&amp;ap=0&amp;ti=618&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=dan_pink_on_motivation;year=2009;theme=not_business_as_usual;theme=speaking_at_tedglobal2009;theme=the_creative_spark;event=TEDGlobal+2009;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><param name="src" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" /><param name="bgcolor" value="#ffffff" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="446" height="326" src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" flashvars="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DanielPink_2009G-medium.flv&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DanielPink-2009G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=432&amp;vh=240&amp;ap=0&amp;ti=618&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=dan_pink_on_motivation;year=2009;theme=not_business_as_usual;theme=speaking_at_tedglobal2009;theme=the_creative_spark;event=TEDGlobal+2009;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" bgcolor="#ffffff" wmode="transparent" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-inspiratif-bayi-yang-hidup-selama-99-hari.html" rel="bookmark" class="crp_title">Video Inspiratif: Kasih Sayang thd Bayi yang Hidup Selama 99 Hari</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-inspiratif-kebaikan-yang-sederhana.html" rel="bookmark" class="crp_title">Video Inspiratif: Kebaikan yang Sederhana</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-motivasi-inspiratif-meraih-vitalitas-fisik-untuk-mampukan-diri-raih-impian.html" rel="bookmark" class="crp_title">Video Motivasi Inspiratif: Meraih Vitalitas Fisik untuk Mampukan Diri Raih Impian</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/melongok-metodologi-inovatif-ideo.html" rel="bookmark" class="crp_title">Melongok Metodologi Inovatif IDEO</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/commonwealth-gagasan-terbaik-selamatka-dunia.html" rel="bookmark" class="crp_title">CommonWealth: Gagasan Terbaik untuk Menyelamatkan Dunia</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1306&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 22:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[download gratis]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[wallpaper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[Sensasi sukses; dengan melihat wallpaper ini, bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya? Hanya atlet yang bersedia membayar harga dalam bentuk latihan keras &#8211;benar-benar keras&#8211;, mengalami dan merasakan getirnya gagal, dan yang berjuang berpeluh di lapangan, yang akan bisa merasa sensasi sukses semacam demikian. Sehingga, apakah mereka yang hanya bersedia membayar harga yang murah untuk impian mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Sensasi-Sukses-thumb.jpg" alt="Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati" /></p>
<p>Sensasi sukses; dengan melihat wallpaper ini, bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya?</p>
<p>Hanya atlet yang bersedia membayar harga dalam bentuk latihan keras &#8211;benar-benar keras&#8211;, mengalami dan merasakan getirnya gagal, dan yang berjuang berpeluh  di lapangan, yang akan bisa merasa sensasi sukses semacam demikian.</p>
<p>Sehingga, apakah mereka yang hanya bersedia membayar harga yang murah untuk impian mereka akan bisa merasakan sensasi sukses yang sejati? Sepertinya tidak.<br />
<span id="more-1278"></span><br />
Semisal saja: mereka yang meraih gelar dengan cara cara curang, apakah mereka merasa bangga? Iya barangkali, sepanjang tak ada yang mengetahui.  Dan yang jelas, dia bangga sekedar karena gelarnya, tapi dia tidak merasakan kepantasan atas gelarnya. Jika memang tidak ada ketenangan hati dan bahkan perasaan syukur kepada Tuhan,  apakah lantas dia benar-benar bisa merasa bahagia?</p>
<p>Orang yang cari gampang dan bermental instan berbeda dengan mereka yang bekerja pintar. Letak bedanya, golongan yang pertama disebut adalah mereka yang condong pada motif kemalasan dan keengganan berbanting tulang. Orang yang pintar berusaha bergegas meraih suksesnya, tapi dia tidak terburu buru dan terlarut dalam kecerobohan dan bergerak atas motif kemalasan.</p>
<p>Orang yang bekerja keras dan berjuang demi mimpi baiknya tidak risau apakah ada orang yang akan memuji mereka akan hasil yang didapat. Ini karena bahkan kerja keras dan perjuangan yang ditempuh sudah membuat diri merasa bangga. Di suatu saat ketika keberhasilan telah diraih di tangan, ingatan mereka akan peluh yang membasahi pakaian kerja dan jerih payah yang melelahkan hari-hari mereka, itu semua menjadi ingatan yang begitu indah dan membanggakan.</p>
<p>Maka marilah kita merasa damai dengan kekerasan kerja kita dan terjalnya jalan perjuangan yang kita daki. Yakinlah, itu semua akan jadi ingatan yang membesarkan hati. Sekarang  tinggal kita baikkan cara-cara kita dalam berikhtiar, dan buatlah diri kita senantiasa berada dalam kesyukuran karena Tuhan telah mengijinkan kita meniti jalannya para pemenang.</p>
<blockquote>
<pre>Resolusi Wallpaper: 1280 x 800 px</pre>
<p><a title="Sensasi Sukses Sejati" href="http://akhmadguntar.com/?download=Sensasi%20Sukses%20Sejati" target="_blank">Download Wallpaper Sensasi Sukses (Sejati)</a></p></blockquote>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 213px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">http://akhmadguntar.com/?download=Sensasi%20Sukses%20Sejati</div>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-inspirasi-keajaiban-hidup-akhmad-arqom.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis Wallpaper Inspirasi Keajaiban Hidup – Akhmad Arqom</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-relaksasi-keindahan-alam-sungai-danau-air-terjun.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Relaksasi Keindahan Alam: Sungai, Danau, Air Terjun</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/selamat-menjalankan-ibadah-ramadhan-download-wallpaper-ramadhan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan (download wallpaper ramadhan)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-inspiratif-i.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Inspiratif – I</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-desktop-wallpaper-bertema-islami.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Desktop Wallpaper bertema Islami</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1278&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 18:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[Kepastian pada umumnya bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Dan pastinya, bagaimanapun kita membutuhkan suatu kepastian yang wajar untuk membuat diri kita beroperasi secara wajar. Ketika Anda semisal adalah karyawan di perusahaan, maka Anda menuntut adanya kepastian bahwa Anda akan digaji atas jerih payah Anda. Ketika Anda membeli makan di warung langganan Anda, Anda berharap adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/hadapi-ketidakpastian.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" /><br />
Kepastian pada umumnya bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Dan pastinya, bagaimanapun kita membutuhkan suatu kepastian yang wajar untuk membuat diri kita beroperasi secara wajar. Ketika Anda semisal adalah karyawan di perusahaan, maka Anda menuntut adanya kepastian bahwa Anda akan digaji atas jerih payah Anda. Ketika Anda membeli makan di warung langganan Anda, Anda berharap adanya kepastian bahwa Anda akan mendapatkan rasa yang nikmat sebagaimana biasa.</p>
<p>Tapi ternyata ada banyak ketidakpastian yang memang rawan mengkhawatirkan kita.</p>
<ul>
<li>Apakah anak-anak kita akan jadi orang baik-baik yang mampu membanggakan orang tuanya serta jadi sandaran yang baik di usia senja orangtuanya nanti? Tidak tahu, itu tidak pasti.</li>
<li> Apakah segala ikhtiar kita dalam bentuk membangun usaha baru akan berbuah keberhasilan di jangka waktu dekat di masa depan nanti? Tidak tahu, itu tidak pasti.</li>
<li> Apakah kondisi bangsa kita akan terus membaik ataukah akan ada gejolak politik dan bahkan resesi dunia yang kembali melibas rupiah di Indonesia? Tidak tahu, itu juga tidak pasti.</li>
</ul>
<p><span id="more-1268"></span><br />
Ada sekian banyak ketidakpastian, yang malah bisa kita dalam bentuk kepastian tentang didapatnya kondisi ketidakpastian.</p>
<ul>
<li>Kepastian yang didapat oleh seorang sarjana yang baru lulus adalah peluang untuk terlebih dulu menjadi pengangguran entah sampai berapa lama atau bekerja tidak dengan upah dan kondisi sebagaimana keinginan.</li>
<li>Kepastian yang didapat oleh seorang entrepreneur ketika memulai usahanya adalah pendapatan yang tidak tetap dan bahkan mungkin seret, yang ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan atau tahun.</li>
</ul>
<p>Dan tatkala kita berhasil dibuat resah atas ketidakpastian itu, maka di saat itulah laju produktivitas kita jadi terhambat. Maka penting sekali kita berkemampuan untuk menghadapi ketidakpastian ini.</p>
<p>Biasanya, apa yang membuat kita resah adalah apa-apa yang belum terjadi, dan apa yang belum/tidak kita miliki. Dan secara umum, kita akan merasa khawatir manakala kita merasa akan ada keburukan, ketidakberuntungan atau apapun bentuk ketidakbahagiaan yang bakal terjadi di masa depan.Kita juga merasa khawatir manakala merasa ada banyak hal yang tampaknya berada di luar kendali kita.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/worry2.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" width="250" height="321" /></p>
<p><strong>Kunci pertama adalah memfokuskan sumberdaya diri kita pada apa-apa yang masuk dalam rentang kendali dan kuasa kita</strong>. Bahwa kita tidak bisa mengendalikan segala faktor yang mempengaruhi masa depan kita -kondisi ekonomi regional, siapa yang terpilih sebagai presiden, bencana ekonomi atau alam,dsb- maka janganlah itu jadi perihal yang kita risaukan.Risaukan saja apa yang bisa kita munculkan dan latih dalam diri kita, yang biasanya berwujud kompetensi, pengetahuan dan mentalitas yang membuat kita siap hadapi apa-apa yang ada di depan nanti.Orang-orang yang bersiap biasanya akan membuat perubahan di masa depan nanti menjadi kurang relevan bagi dirinya.</p>
<p>Jangan gunakan ketidakpastian  untuk menakut-nakuti diri. Jadikan ketidakpastian sebagai alasan kuat untuk mempersiapkan diri. Dan salah satu cara terbaik untuk mengurangi secara signifikan kadar ketidakpastian di masa depan adalah dengan merancang masa depan kita sendiri dan lalu berikhtiar bersesuaian dengan rencana itu. Maka inilah kunci pertama: dalam menghadapi ketidakpastian, persiapkan diri dengan gunakan segala sumberdaya yang berada dalam rentang kendali kita.</p>
<p><strong>Kunci kedua adalah mensyukuri apa-apa yang sudah ada di masa sekarang, dan optimalkan kebaikan darinya. </strong>Tak perlu risaukan apa-apa yang tidak kita punyai, karena itu akan melemahkan kita dan membuat kita lupa untuk berbahagia dengan kesyukuran. Jangan lenakan diri kita dengan perandai-andaian tentang apa-apa yang belum kita miliki hingga lupa untuk merasa damai dengan yang sudah ada di hadapan. Hiduplah di masa sekarang, nikmati apa yang ada, dan optimalkan. Tatkala kita betul-betul bisa menghargai apa-apa yang telah Tuhan titipkan saat ini, kita boleh optimis Tuhan akan penuhi janjiNya untuk menambah jumlah dan kualitas titipanNya pada diri kita.</p>
<p><strong>Kunci ketiga adalah berfokus pada ikhtiar dan berikhlas pada bagaimana Tuhan berkenan tentukan hasilnya. </strong></p>
<p>Kewajiban kita sesungguhnya bukanlah untuk memastikan diri kita ini berhasil. Tugas kita adalah untuk memastikan bahwa diri ini telah berusaha sekeras mungkin dan telah menunjukkan syarat kepantasan yang membuat Tuhan mengijinkan kita berhasil.</p>
<p>Jika sudah demikian cara pandangnya, maka kegagalan yang secara wajar membuat diri bersedih pun akan bisa dimaknai dengan baik dan membijakkan diri hingga ke depan nanti.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/worrycartoon.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" width="496" height="404" /></p>
<p>Pernah mendengar istilah &#8220;Jangan takut gagal&#8221;? Saya memilih untuk tidak bersepakat dengan itu. Bagi saya, ketakutan akan gagal itu lumrah untuk dirasa. Ketakutan ini adalah emosi yang menuntun diri ini untuk tidak meremehkan suatu tantangan dan kondisi dan menjadikan diri lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam ikhtiar yang keras. Hanya dengan melalui itulah kita kemudian boleh berkata pada diri, &#8220;Kalau sudah berhati-hati dan keras berikhtiar masih gagal, maka berarti itu ya perihal terbaik yang Tuhan takdirkan bagi saya.&#8221;</p>
<p>Maka sesungguhnya yang perlu dilakukan bukanlah untuk menghilangkan rasa takut akan kegagalan, melainkan menumbuhkan kesediaan yang ikhlas dan bernyali tatkala kegagalan sudah ada dihadapan. Dan tak lupa; prasangka yang baik pada Tuhan.</p>
<p>Bahwa ketidakpastian di masa depan itu adalah perihal yang pasti, maka dari sinilah harusnya kita sadar betapa kita sangat membutuhkan Tuhan. <strong>Maka kunci keempat, yang sesungguhnya mendasari semuanya: sandarkan diri pada Tuhan atas ketidakpastian yang menjelang dan yang akan datang.</strong></p>
<p>Kekhawatiran berlebihan atas masa depan seolah merupakan wujud ketidakpercayaan kita pada kemurahan Tuhan. Bolehlah seseorang merasa sangat khawatir dengan masa depannya manakala dia memang bermasalah serius dengan Tuhan. Namun manakala kita telah menjaga ketundukan hati padaNya, manakala kita senantiasa berusaha wujudkan takwa pada diriNya, maka sungguh tidaklah pantas kita merasa khawatir akan takdirNya atas diri kita. Bahwa apapun yang terjadi, itu semua pasti ada untuk suatu kebaikan.</p>
<p>Maka dengan pengetahuan bahwa keresahan akan ketidakpastian itu ada dirasa di hati, maka mari kita bermohon pada Dia Yang Memiliki Hati; mengucapkan yang berikut ini dalam do&#8217;a kita setiap hari:</p>
<blockquote><p>Ya Tuhanku, aku berlindung pada diriMu Yang Maha Pemurah dari kegelisahan dan kesedihan hati atas apa-apa yang tidak aku miliki dan yang tidak aku miliki. Aku berlindung pada diriMu Yang Maha Penyayang dari segala kelemahan dan kemalasan dalam mencapai kebaikan dalam kehidupan kami.</p></blockquote>
<p>Manakala kita sudah bersandar pada Tuhan, maka sungguh pantas kita meyakini yang berikut ini:</p>
<p>Sebagaimanapun besarnya ketidakpastian di masa depan kita nanti atau yang segera menjelang, maka kondisi pastinya adalah bahwa kita pasti akan baik-baik saja, bahwa Tuhan akan menjaga dan mengarahkan kita kepada kebaikan sebagaimana yang kita senantiasa minta.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi.html" rel="bookmark" class="crp_title">PeDe, Percaya Diri: Karakteristik &amp; Signifikansi</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati.html" rel="bookmark" class="crp_title">Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cara Ampuh Membentuk Keyakinan Sukses</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-inspirasi-sikap-menghadapi-masalah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Inspirasi II – Sikap Menghadapi Masalah</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1268&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pada titik tertentu dalam hidupnya pasti akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Bentuknya bisa bermacam-macam: bisa karena sakit keras, berpisah dengan pasangan atau keluarga, dikhianati teman atau saudara, difitnah dan dibohongi, ataupun itu, Anda mungkin sudah pernah mengalaminya. Normalnya, peristiwa semacam itu akan membuat seseorang merasa kesal, sedih, gusar, dendam barangkali, atau merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/sabar-cari-hikmah.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Setiap orang pada titik tertentu dalam hidupnya pasti akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Bentuknya bisa bermacam-macam: bisa karena sakit keras, berpisah dengan pasangan atau keluarga, dikhianati teman atau saudara, difitnah dan dibohongi, ataupun itu, Anda mungkin sudah pernah mengalaminya.</p>
<p>Normalnya, peristiwa semacam itu akan membuat seseorang merasa kesal, sedih, gusar, dendam barangkali, atau merasa beragam emosi negatif lain. Banyak yang kemudian berandai-andai, “Andai saja aku kemarin tidak melakukan &#8230;.”, “Andai saja kemarin saya &#8230;.” dan berharap apa yang sudah terjadi cuma sekedar mimpi. Ada juga yang kemudian menyimpan rasa dongkol dan entah -terpengaruh sinetron atau apa- lantas memikirkan skenario balas dendam atau semacamnya.<br />
<span id="more-1258"></span><br />
Memang sabar adalah jawabannya, begitu yang sering kita dengar. Tapi tentu saja, ini jauh lebih mudah untuk dikatakan ketimbang dijalani. Kita tidak bisa semudah itu meminta perasaan kita menuruti apa kata buku atau mereka yang lebih bijaksana ketimbang kita.</p>
<p>Satu cara yang biasanya terkenal efektif untuk meredakan dongkol adalah dengan melakukan apa-apa yang sama sekali ndak nyambung, tidak relevan dengan apa yang membuat yang bersangkutan gusar.  Melihat film lucu, pergi jalan-jalan bersama teman, bermain bersama anak dan keluarga, bermain dengan hewan piaraan, bermain scrabble atau mengisi TTS yang sukar, ataupun yang lainnya. Itu semacam mencari pengalih perhatian dari kegusaran. Meskipun hal semacam itu cukup berhasil untuk mengatasi permasalahan emosi yang ringan, namun untuk masalah yang berat, biasanya cara-cara semacam itu kuranglah ampuh.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/contemplation-in-busy-world.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Anda mustinya sudah sering dinasehati bahwa manakala masalah atau gagal datang pada diri Anda, maka carilah hikmah darinya. Anda mungkin juga pernah menasehatkan hal semacam ini kepada teman Anda. Tapi mari kita lihat nasehat ini dengan lebih kritis, dengan melihat hasil penelitian terkait hal ini.</p>
<p>Mencari hikmah (benefit finding) dari permasalahan ternyata terbukti bisa menyembuhkan emosi dari orang-orang yang terkena musibah kebakaran atas harta benda mereka, menderita sakit yang amat parah, bahkan yang didakwa terkena penyakit mematikan (1).</p>
<p>Salah satunya adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Michael McCullough dan rekan-rekannya dari Universitas Miami (2). Lebih dari 300 mahasiswa pertama ditanya tentang peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan mereka di mana ada seseorang pernah melukai dan menyerang diri mereka, apapun itu bentuknya.</p>
<p>Sepertiga dari partisipan lalu diminta untuk menghabiskan beberapa menit menceritakan kejadiannya secara rinci, berfokus pada betapa marah perasaan mereka dan bagaimana pengalaman itu telah berikan dampak yang buruk bagi kehidupan mereka. Kelompok kedua juga diminta melakukan hal yang sama, namun fokusnya pada hikmah, keuntungan, atau benefit yang didapat dari pengalaman itu; entah menjadi insan yang lebih bijaksana ataupun yang lain. Kelompok ketiga sekedar diminta untuk menjabarkan rencana aktivitas mereka untuk keesokan harinya.</p>
<p>Di akhir studi, setiap orang diminta untuk mengisi kuesioner yang mengukur bagaimana pikiran dan perasaan mereka terhadap orang yang telah melukai mereka. Hasil dari aktivitas mencari hikmah dari pengalaman buruk ternyata membantu partisipan mengatasi marah dongkol akibat situasi mereka itu. Mereka menjadi lebih pemaaf terhadap dia yang telah melukai mereka, dan kecil sekali keinginan untuk membalas dendam atau sekedar menjauhi mereka.</p>
<p>Menariknya, bahkan penemuan hikmah ini bisa jadi dirasakan tanpa seseorang dengan sangat keras memaksudkannya untuk itu. Semisal, hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sifat baik seperti rasa syukur, harapan positif, kepemimpinan, gotong royong di Amerika menjadi meningkat setelah terjadinya peristiwa serangan teroris 9/11 (3). Selain itu, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa tatkala seseorang mengalami sakit keras, itu akan membuat banyak hal baik dari dirinya yang muncul dan bertambah, semisal saja keberanian, sikap adil, selera humor, dan penghargaan pada keindahan dan kecantikan (4).</p>
<p>Jika sedang marah, menonjok sansak (atau seseorang) sebenarnya tidak membantu, melainkan malah memperparah. Begitu juga dengan menggunakan kata makian (ada risetnya, namun saya belum berhasil menemukan lagi di mana referensinya). Sesungguhnya pilihan kosakata yang terucap akan berpengaruh betul pada bagaimana emosi yang kita rasa. Maka ketika sedang dongkol, alih alih mengatakan $*!%7@* (<em>whatever it is</em>), coba  ucapkan: “PriKiTiW!!” yang mana tampak tidak relevan untuk mewakilkan rasa geram. Tapi justru itu tujuannya: menurunkan intensitas emosi dengan kata. Alih-alih berkata, “aku juengkel bianget; benci benci benci!” ucapkan, “Aku ngerasa geli ama orang itu”.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/prikitiw-akhmadguntar-dot-com.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Marah, dongkol dan gemes sedih itu tak mengapa; rasakan saja itu, yang penting jangan berlama-lama. Anda tahu betul betapa masalah telah sedikit banyak kian menghebatkan Anda: jadi lebih sadar potensi, jadi lebih menghargai aspek tertentu dalam hidup, lebih menghargai hubungan tertentu, lebih bijaksana, lebih terampil dalam mengkomunikasikan pikiran dan emosi, lebih pemaaf, dan segala yang melebihkan kualitas diri Anda.</p>
<p>Jika saja Tuhan tidak peduli pada kita, tentu Beliau tak akan datangkan ‘hadiah’ itu kepada kita. Semua yang menimpa kita, itu tidaklah salah sasaran. Tatkala kita belum bisa membuat kualitas diri kita lebih besar ketimbang masalah yang menimpa, Tuhan akan membuat kita tertimpa masalah yang sama; persis ibarat mengulang mata kuliah.</p>
<p>Marah itu tak mengapa, yang penting jaga lisan dan tindakan di kala itu, dan jangan berlama-lama dengan perasaan itu. Jangan lupa pastikan diri belajar dari kegalauan dan masalah Anda. Dan ingat&#8230;. Prikitiw! <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<h6>(1)  H. Tennen dan G. Affleck (2001). ‘Benefit-Finding and Benefit-Reminding’ dalam C.R. Snyder dan S.J.Lopez, Handbook of Positive Psychology, Oxford: Oxford University Press, hal. 584-97</h6>
<h6>(2)  M.E. McCullough, L.M. root dan A.D. Cohen (2006). ‘Writing About the Benefits of an Interpersonal Transgression Facilitates Forgiveness’. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 74, halaman 887-97</h6>
<h6>(3)  C. Peterson dan M.E.P Slignman (2003). ‘Character Strengths Before and After September 11’. Psychological Science, 13 halaman 381-4.</h6>
<h6>(4)  C. Peterson, N. Park, dan M. E. P. Seligman (2006). ‘Greater Strengths of Character and Recovery from Illness’. Journal of Positive Psychology, 1, halaman 17-26.</h6>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/5-keuntungan-menulis-jurnal-atau-diary-untuk-produktivitas.html" rel="bookmark" class="crp_title">5 Keuntungan Menulis Jurnal atau Diary untuk Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/mengapa-menolong-orang-lain-membuat-diri-lebih-bahagia.html" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Menolong Orang Lain Membuat Diri Lebih Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/terbukti-lebih-bahagia-mereka-yg-gunakan-hartanya-untuk-orang-lain.html" rel="bookmark" class="crp_title">Terbukti Lebih Bahagia: Mereka yg Gunakan Hartanya Untuk Orang Lain</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/17-tips-kiat-ampuh-untuk-membangun-percaya-diri.html" rel="bookmark" class="crp_title">17 Tips &#038; Kiat Ampuh Untuk Membangun Percaya Diri</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1258&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 15:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[Pada kiat produktivitas terakhir, saya sampaikan bahwa kemampuan kita berkata &#8220;Tidak&#8221; pada perihal yang tepat adalah penentu produktivitas kita. Nah, implikasi dari itu sebenarnya adalah kita sebaiknya berkemampuan untuk bekata &#8220;Iya&#8221; pada perihal yang tepat. Terlihat sama, namun tidak. Orang yang pintar berkata &#8220;Tidak&#8221; tidaklah lantas berkemampuan untuk memilih aktivitas atau perihal yang tepat (bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/400_F_9223216_pyG06052RmCw3nyg60Qrx.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" width="434" height="325" /></p>
<p>Pada kiat produktivitas terakhir, saya sampaikan bahwa <a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/beranilah-asertif-berkata-tidak/">kemampuan kita berkata &#8220;Tidak&#8221;</a> pada perihal yang tepat adalah penentu produktivitas kita. Nah, implikasi dari itu sebenarnya adalah kita sebaiknya berkemampuan untuk bekata &#8220;Iya&#8221; pada perihal yang tepat. Terlihat sama, namun tidak. Orang yang pintar berkata &#8220;Tidak&#8221; tidaklah lantas berkemampuan untuk memilih aktivitas atau perihal yang tepat (bukan sekedar baik) bagi dirinya.</p>
<p>Lantas, apa dong kriteria yang bisa digunakan untuk memilih aktivitas yang tepat?<br />
<span id="more-1239"></span><br />
Apa yang bisa saya sarankan adalah pilih apa-apa yang didasarkan atas bakat Anda. Di blog ini, saya pernah mengulas tentang <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/dari-manakah-asal-muasal-munculnya-bakat/">asal muasal bakat</a>, p<a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan/">engembangan diri berbasis bakat</a> dan <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/clifton-strength-finder/">mengapa Anda perlu berfokus padanya</a>.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/yesorno.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" width="494" height="370" /></p>
<p>Pilihlah apa-apa yang mendekatkan diri Anda pada kekuatan terbesar Anda, yakni pada aktivitas berbentuk skill yang mana:</p>
<ol>
<li>Sebelum melakukannya, Anda terbayang-bayang karena ingin segera melakukannya. Apalagi ketika tidak sedang melakukan, Anda berangan-angan bisa melakukannya.</li>
<li>Ketika sedang melakukan atau menjalaninya, rasa penasaran dan ingin tahu Anda begitu membuat Anda tenggelam dan terus ingin menjalani. Lebih dari itu, Anda serasa mudah sekali untuk berkonsentrasi atasnya. Anda begitu tenggelam, keasyikan dan lupa waktu.</li>
<li>Begitu Anda rampung melakukan atau menjalaninya, tubuh atau fisik boleh lelah, tapi Anda merasa begitu puas. Hati kecil Anda mengatakan bahwa Anda telah serasa menjadi diri sendiri dengan apa yang telah Anda lakukan.</li>
</ol>
<p>Lantas bagaimana Anda bisa tahu bahwa suatu aktivitas tertentu itu memang benar merupakan kekuatan Anda?</p>
<p>Anda bisa tahu manakala&#8230;</p>
<p><strong>Pembelajaran Anda atasnya cepat, dan bahkan Anda punya riwayat sukses atasnya.</strong></p>
<ul>
<li> Anda cepat sekali dalam mempelajari aktivitas itu, dalam bertambah baik atasnya</li>
<li> Anda kerap sekali memikirkan aktivitas semacam ini, mungkin malah setiap hari</li>
<li> Tak sabar rasanya Anda untuk belajar teknik baru dari aktivitas itu</li>
<li> Anda pernah raih sukses atas aktivitas itu. Bukan Cuma sekali, melainkan berkali-kali.</li>
<li> Orang lain sering berkata, &#8220;Kamu emang punya bakat deh&#8221; atas jenis aktivitas itu.</li>
<li> Anda mungkin malah pernah meraih penghargaan atau berprestasi (meski tak harus mendapat piagam) dalam melakukan jenis aktivitas itu.</li>
</ul>
<p><strong>Anda punya tendensi besar atas aktivitas itu.</strong></p>
<ul>
<li> Anda suka sekali melakukan aktivitas semacam itu, mungkin malah tiap hari Anda pasti melakukannya. Anda selalu berharap-harap bisa kembali melakukannya.</li>
<li> Menyenangkan sekali membayangkan tatkala Anda sedang melakukannya.</li>
<li> Anda sering  secara suka dan rela -tanpa harus disuruh, atau meskipun tak disuruh atau bahkan mesti dilarang- menawarkan diri untuk melakukan aktivitas itu.</li>
<li> Pokoknya Anda sering banget entah bagaimana kedapatan melakukan ini. Anda sudah instingtif dalam melakukannya.</li>
</ul>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/i_love_yes.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" /></p>
<p>Sehingga dari situ&#8230;<br />
Carilah dan ciptakan situasi di mana Anda bisa melakukan aktivitas yang memang jadi kekuatan Anda itu. Bisakah Anda mengatur atau menukar jadwal? Adakah peluang yang datang dari orang lain? Siapakah orang yang bisa Anda ajak bicara?</p>
<p>Bahagialah dengan keputusan Anda untuk <a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/kekuatan-atau-kelemahan-mana-yang-dikembangkan/">berkata Iya pada kekuatan Anda</a>.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/7-kiat-mencapai-kondisi-flow-produktivitas-khusyu%e2%80%99.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Mencapai Kondisi Flow &#8211; Produktivitas Khusyu’</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-2-apa-ini-memang-perlu-dilakukan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #2: Apa Ini Memang Perlu Dilakukan?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/clifton-strength-finder.html" rel="bookmark" class="crp_title">Clifton Strength Finder</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1239&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 22:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[asertif]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penunda]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1222</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman Anda meminta Anda menjadi ketua panitia kegiatan tertentu. &#8220;Tak ada yang lain. Cuma kamu aja yang bisa.&#8221; kata mereka. Padahal Anda masih punya banyak tanggungan di pundak Anda. Tapi lantas Anda kok akhirnya menerima juga permintaan mereka. Pernah? Di saat Anda sedang sibuk mengerjakan tugas yang terkena deadline, ada teman baik yang mengajak Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/11.jpg" alt="Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata " width="501" height="334" /></p>
<blockquote><p>Teman-teman Anda meminta Anda menjadi ketua panitia kegiatan tertentu. &#8220;Tak ada yang lain. Cuma kamu aja yang bisa.&#8221; kata mereka. Padahal Anda masih punya banyak tanggungan di pundak Anda. Tapi lantas Anda kok akhirnya menerima juga permintaan mereka. Pernah?</p></blockquote>
<blockquote><p>Di saat Anda sedang sibuk mengerjakan tugas yang terkena deadline, ada teman baik yang mengajak Anda ikut jalan-jalan ke mall atau apapun aktivitas yang sebenarnya tak penting. Entah karena takut melukai perasaan teman atau apa, Anda pun akhirnya menerima. Pernah?</p></blockquote>
<p>Ada banyak orang yang merasa kesulitan untuk berkata TIDAK manakala diminta untuk melakukan sesuatu. Seringkali adalah karena sudah kadung terbiasa untuk menuruti apa yang diminta orang lain.<br />
<span id="more-1222"></span><br />
Mengatakan &#8220;Tidak&#8221; itu memang tidaklah mudah, terutama ketika Anda meyakini bahwa akan ada orang atau pihak yang terkecewakan atau merasa marah karena penolakan Anda. Tapi mari kita cermati. Berkata &#8220;Tidak&#8221; sesungguhnya adalah suatu pilihan sikap yang baik. Karena itu akan <span style="text-decoration: underline;">membebaskan kita dari membuat janji atau komitmen yang tidak secara tulus kita jalani kemudian</span>. Berani berkata &#8220;Tidak&#8221; artinya kita akan jadi lebih bersungguh-sungguh dalam mengkomitmenkan sesuatu. Tidak lantas kita berkata &#8220;Tidak&#8221; pada semua hal; kita berkata &#8220;Iya&#8221; untuk hal yang benar-benar penting.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8221; memang merupakan sebuah kata dengan konsekuensi yang besar. Namun ini adalah kata yang kita perlu gunakan secara lebih sering dalam konteks yang benar. Ini adalah kata yang bisa membawa kita pada kebebasan emosi, atau setidaknya kehidupan di mana kita tidak lagi cemberut dan dongkol dalam hati karena melakukan apa-apa yang sebenarnya tidak kita ingini.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8221; adalah kata yang menjadikan diri kita lebih berkuasa atas waktu-waktu kita. <em>Berkata &#8220;Tidak&#8221; akan meningkatkan nilai dari komitmen yang ada di pundak kita manakala kita berkata &#8220;Iya&#8221;</em>. Sementara itu, mengobral kata &#8220;Iya&#8221; tanpa mampu berkata &#8220;Tidak&#8221; bukan sekedar membuat kita kewalahan menjaga komitmen, namun juga akan membuat batin kita kesakitan dan orang lain pada akhirnya terkecewakan. Maka jadikanlah ucapan &#8220;Iya&#8221; Anda jadi bermakna bagi orang lain, dan juga bagi diri Anda sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Assertive.gif" alt="Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata " width="300" height="300" /></p>
<p>Anda sudah mengenal istilah asertif, bukan?</p>
<p>Anda bisa dikata bersikap tak Asertif ketika Anda gagal dalam mengekspresikan perasaan, pikiran, dan keyakinan Anda kepada orang lain. Atau juga, dibilang tak asertif manakala Anda menyatakan perasaan, pikiran dan keyakinan Anda dalam bentuk-bentuk yang bersifat apologis, tak pede atau rendah diri sedemikiran rupa orang lain jadi mudah untuk mengabaikan atau meremehkan Anda.</p>
<p>Sementara itu, Anda dikata bersikap asertif manakala Anda mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan keyakinan secara langsung dan jujur namun tidak sampai melanggar hak asasi orang lain. Dalam bersikap asertif, kita perhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri dan juga orang lain.</p>
<p>Maka sekarang, janganlah takut untuk berkata &#8220;Tidak&#8221;.</p>
<h3>Gaya Berkata &#8220;Tidak&#8221;</h3>
<p>Ada banyak gaya untuk berkata tidak. Silahkan pilih mana yang sesuai dengan situasi Anda<br />
Pada yang berikut ini, kita contohkan Anda sedang diminta seorang teman untuk membantunya mengurusi sebuah event.</p>
<p><strong>Sekedar bilang tidak</strong>, bila memang sungguh-sungguh tak ada waktu atau kemauan untuk melakukan sesuatu. &#8220;Ndak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini.&#8221;</p>
<p>Dengan <strong>mempertimbangkan kondisi</strong> teman Anda,&#8221;Saya tahu sekarang sedang butuh bantuan dan terima kasih kamu begitu mempercayai aku. Tapi aku sungguh-sungguh nggak mbantu kamu sekarang ini.&#8221;</p>
<p>Dengan <strong>memberikan alasan apa adanya</strong> mengapa Anda menolak, tanpa membuka ruang negosiasi,&#8221;Ndak bisa. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini. Aku sendiri lagi ada dua event besar yang harus aku tangani bulan Maret ini.&#8221;</p>
<p><strong>Mengatasi teman yang kekeh, ngeyel atau persisten</strong> dengan cara merayu, memuji-muji, menjanjikan imbalan ataupun semacamnya. Memang bisa agak susah menolak orang yang menggunakan cara-cara itu. Tapi asal Anda juga persisten, maka Anda pasti bisa menghadapinya.<br />
&#8220;Tapi nggak ada lagi yang bisa kerja sebagus kamu&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Tapi aku udah kadung janji bakal bisa nyelenggarakan dg sukses meriah.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Kamu ta&#8217;traktir makan sampe sepuasmu deh.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Ayolah. Kamu baiiik deh.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
dst&#8230;</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/6a00d8341c6ade53ef00e553bddca48834-.jpg" alt="Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata " width="499" height="374" /></p>
<p><strong>Terhadap orang yang punya hubungan baik dengan Anda</strong>. &#8220;Gini, fren, aku tahu betul event ini memang penting buat kamu. Cuma aku bener-bener ndak ada gambaran gimana aku kemudian bisa mbantu kamu dengan kondisiku yang sekarang ini. Terima kasih betul udah terus mempercayai aku. Yang sekarang ini aku betul-betul belum bisa mbantu.&#8221;</p>
<p>atau</p>
<p>&#8220;Fren (teman), aku sebenernya ya bisa aja bilang &#8216;Iya&#8217; sekarang ini atas permintaanmu. Tapi aku khawatir nanti nanti bakal kerepotan sendiri mengingat kondisiku sekarang yang seperti ini. Jadi ketimbang aku ngecewakan kamu nanti dan lantas udah jadi susah buat kamu tuk cari pengganti, maka mending aku bilang aja sejak sekarang: aku nggak bisa.&#8221;</p>
<p>Selamat berkata &#8220;Tidak&#8221; secara bijak <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-praktis-bersikap-asertif-cara-mengatakan-tidak.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Praktis Bersikap Asertif: Cara Mengatakan &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cara Ampuh Membentuk Keyakinan Sukses</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/9-kiat-menjadi-supervisor-handal.html" rel="bookmark" class="crp_title">9 Kiat Menjadi Supervisor Handal</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/the-ramadhans-resolution.html" rel="bookmark" class="crp_title">The Ramadhan&#8217;s Resolution</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1222&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[asertif]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penunda]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kemarin saya telah mengulas tentang kiat mengatasi penundaan. Bagaimanapun, yang namanya penundaan memang lebih mudah terasosiasi dengan keburukan. Namun sebenarnya ada penundaan yang berada dalam konteks benefit. Anda malah sebenarnya perlu menunda kerjaan dalam niat-tujuan sebagai berikut: 1. Ambil Jeda untuk Rehat Setiap Anda bekerja, akan baik manakala Anda mengambil jeda di setiap dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/imageaxdpicturetake10_clock.jpg" alt="Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar" width="489" height="312" /></p>
<p>Minggu kemarin saya telah mengulas tentang <a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan/">kiat mengatasi penundaan</a>. Bagaimanapun, yang namanya penundaan memang lebih mudah terasosiasi dengan keburukan. Namun sebenarnya ada penundaan yang berada dalam konteks benefit.</p>
<p>Anda malah sebenarnya perlu menunda kerjaan dalam niat-tujuan sebagai berikut:</p>
<h3>1. Ambil Jeda untuk Rehat</h3>
<p>Setiap Anda bekerja, akan baik manakala Anda mengambil jeda di setiap dua jam (atau kurang) untuk beristirahat atau rehat sejenak. Ini dengan asumsi bahwa dua jam itu Anda jalani tanpa interupsi dan distraksi yg merusak flow Anda.  Dan tentang breaknya sendiri, usahakan jangan lebih dari 10 menit, karena Anda tidak ingin kan memutus habis alur konsentrasi yang sudah terbangun di dua jam sebelumnya. Bergerak atau berjalan-jalan ke ruangan lain akan jadi rehat yang efisien. Membaca berita di internet apalagi membaca komik dan menonton video secara online dikhawatirkan akan membuat Anda kebabasan atau sukar untuk menghentikan diri.<br />
<span id="more-1216"></span><br />
Rehat -menunda kerjaan di depan mata- menjadi lebih penting lagi manakala Anda berada dalam kondisi hang, super lemot atau sukar sekali untuk berpikir optimal. Maka di saat ini Anda harus benar-benar menaruh apa yang sedang Anda urusan dan lakukan perihal yang betul-betul tak berhubungan.  Dalam fase berpikir kreatif, ini adalah sebuah langkah yg wajib untuk dilakukan. Hingga kemudian tanpa dinyana dan tiba-tiba Anda akan temukan suatu solusi kreatif atas keruwetan yang tadinya Anda hadapi. Minimal Anda akan jadi lebih bisa melihat kerumitan pikiran Anda dari sudut pandang berbeda dan lebih luas.</p>
<h3>2. Memberi Waktu untuk Melunakkan/Memperjelas Kondisi</h3>
<p>Tak dipungkiri, ada masalah yang memang perlu didiamkan terlebih dahulu hingga apa  yang awalnya terbilang masalah menjadi kondisi biasa saja. Mendapat ekspektasi yang sedemikian besar dari client? Tunggu beberapa hari, baru ketahuan bahwa request yang diminta ternyata tidak mencerminkan keinginan bersama dari pihak internal. Apa-apa yang awalnya terpersepsikan sebagai penting ternyata dalam waktu tak seberapa lama menjadi kebutuhan yang biasa-biasa saja.</p>
<p>Penundaan juga berguna manakala ada perihal yang masih butuh kejelasan sebelum suatu kerjaan pantas untuk dilanjutkan. Baru-baru ini saya mendapat kerjaan slide presentasi yang saya akhirnya menyesal mengapa saya tidak menundanya. Jadi meskipun status proyek belum jelas, saya terus saja bekerja dengan niatan untuk menunjukkan itikad baik sebagai rekanan. Tapi ternyata itu sebuah kekonyolan -yg bagaimanapun bukan untuk disesali. Penundaan juga dibutuhkan bukan sebagai cerminan kemalasan, melainkan secara wajar untuk menunggu kejelasan kondisi.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/ghrn196l.png" alt="Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar" /></p>
<h3>3. Kerja Batch</h3>
<p>Pikiran kita akan bisa bekerja dengan bagus manakala berfokus pada satu jenis kerjaan.  Kerja batch adalah kerja yang terdiri dari kumpulan satuan kerja yang sama/serupa. Metode ini akan secara signifikan mengefisienkan kerja kita dengan membuat kita berada dalam situasi dengan jenis kerjaan yang sedikit atau tidak membutuhkan pembelajaran ekstra ataupun upaya pemecahan masalah. Karena begitu kita menginterupsi progress kerja kita dengan berpindah dari satu urusan ke yang lain, konsentrasi akan mudah melemah dan juga akan makan waktu bagi kita untuk memindahkan ruang konsentrasi dari satu aktivitas ke aktivitas lain.</p>
<p>Maka jika bertemu dengan aktivitas yang bisa dikumpulkan di satu waktu, lakukanlah penundaan atasnya. Alokasikan waktu khusus untuk mengerjakan dan merampungkannya. Dan ini adalah penundaan yang terbilang pintar dan bermanfaat.</p>
<ol>
<li><strong>Cek &amp; memproses email.</strong> Anda tidak harus lho memeriksa email setiap 5-10 menit sekali dan lalu langsung membalasnya saat itu juga. Santai saja, kumpulkan seluruh aktivitas reply dalam satu waktu. Itu akan lebih efisien.</li>
<li><strong>Menjawab telepon.</strong> Bagi saya, handphone itu bisa amat mengganggu manakala dia berbunyi di masa peak flow/concentration saya. Saya kira itu juga pernah terjadi pada Anda. Maka tak mengapa tak mengangkat panggilan telepon. Jika apa yang disampaikan memang sungguh-sungguh penting, maka yang bersangkutan pasti akan mengirim pesan tertulis yang kemudian bisa Anda reply di satu waktu, sebagaimana email.</li>
<li><strong>Berfacebook. </strong>Tak perlu Anda melakukan approval friend request setiap dua jam sekali. Lakukan saja sehari sekali. Atau kalau saya malah dua minggu sekali <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Maka sikap penundaan yang pintar adalah menunda yang bukan didasarkan atas kemalasan, melainkan efisiensi energi untuk rampungkan kerja demi efektivitas lebih tinggi.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/7-kiat-mencapai-kondisi-flow-produktivitas-khusyu%e2%80%99.html" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Mencapai Kondisi Flow &#8211; Produktivitas Khusyu’</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-6-rampungkan-dulu-urusan-yang-paling-tak-mengenakkan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #6: Rampungkan dulu Urusan yang Paling tak Mengenakkan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-7-cerdas-menangani-email.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #7: Cerdas dalam Menangani Email</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/brian-tracys-eat-that-frog-21-cara-rampungkan-urusan-lebih-cepat.html" rel="bookmark" class="crp_title">Brian Tracy&#039;s Eat That Frog: 21 Cara Rampungkan Urusan Lebih Cepat</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1216&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 22:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[asertif]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penunda]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[Mau menghadap bos mbicarakan problem kisruh di departemenku&#8230;. Ah, besok aja. Masih blum siap. Mau ngerjakan laporan &#8230;ah, ntar dulu deh. Mau cuci baju&#8230; Ah, mending nonton tipi dulu. Mulai dari perkara penting hingga remeh temeh, salah satu masalah produktivitas terbesar adalah penundaan. Kita tahu apa yang ingin dan harusnya dilakukan, tapi kok ya lantas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/procrastination.jpg" alt="Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan" width="490" height="327" /></p>
<blockquote><p>Mau menghadap bos mbicarakan problem kisruh di departemenku&#8230;. Ah, besok aja. Masih blum siap.<br />
Mau ngerjakan laporan &#8230;ah, ntar dulu deh.<br />
Mau cuci baju&#8230; Ah, mending nonton tipi dulu.</p></blockquote>
<p>Mulai dari perkara penting hingga remeh temeh, salah satu masalah produktivitas terbesar adalah penundaan. Kita tahu apa yang ingin dan harusnya dilakukan, tapi kok ya lantas malah mengulur waktu sekian lama untuk lakukan aktivitas lain apalagi sampai yang arahnya pelarian semisal nonton televisi atau mendengar musik.</p>
<p>Sesekali, pelarian kecil sebenarnya tidaklah masalah. Namun penundaan yang berulang kali akan membuat urusan-urusan penting kita jadi tak mengarah pada akhiran yang baik. Tidak hanya itu, semakin menunda,<br />
<span id="more-1211"></span></p>
<h3>1. Langsung Saja Lakukan; Tak Usah Dirasa-Rasa, Tak Usah Dipikir  Kelamaan</h3>
<p>Perencanaan memang amat membantu dalam meraih sesuatu. Namun planning yang berlebihan malah bisa berikan hasil yang kontraproduktif. Jika Anda berpikir dan terus saja memikirkan &#8220;rencana yang sempurna&#8221;, yakni rencana di mana Anda tidak akan berbuat salah di sana, tidak akan pernah ditolak di sana, tidak ada kecewa dan kesulitan di sana, maka pada akhirnya Anda tak akan berbuat apa-apa. Karena rencana yang sempurna itu ilusi, tidak pernah ada.</p>
<blockquote><p>“To think too long about doing a thing often becomes its undoing.”<br />
- Eva Young</p></blockquote>
<p>Maka jalani saja. Apalagi untuk kerjaan atau urusan yang tidak mengenakkan; semakin itu dibayangkan, semakin kita merasa tak nyaman dengannya. Maka satu-satunya cara untuk mengenyahkan rasa tak nyaman itu adalah dengan benar-benar merampungkannya.</p>
<p>Ini apalagi berlaku untuk kerjaan yang sebenarnya remeh temeh atau mudah untuk dilakukan, namun kita menundanya tepat karena keremehannya itu. Maka jika Anda merasa masih butuh pengingat berupa perasaan getir dan tak nyaman akibat menggunungnya urusan Anda pada akhirnya, maka silahkan saja coba menunda-nunda urusan sederhana.</p>
<blockquote><p>“If you want to make an easy job seem mighty hard, just keep putting off doing it.”<br />
- Olin Miller</p></blockquote>
<p>So, buatlah rencana seperlunya saja, lalu segera lakukan tanpa berusaha merasa-rasa tentangnya. Maka jika untuk urusan yang mudah saja pada akhirnya akan jadi tak nyaman bila ditunda, maka apalagi untuk urusan yang sejatinya memang penting yang besar: Anda pasti bisa sangat kewalahan dan tertekan bila menundanya.</p>
<blockquote><p>”Putting off an easy thing makes it hard. Putting off a hard thing makes it impossible.”<br />
George Claude Lorimer</p></blockquote>
<p>Semakin Anda menunda urusan besar, semakin Anda memikirkannya lama-lama, semakin itu menjadi ilusi horor dalam pikiran.</p>
<p>Malah sebenarnya, ada banyak urusan yang Anda tak perlu membuat rencana apapun tentangnya. Jika Anda sudah pernah melakukan dan sudah tahu apa-apa yang Anda perlu selesaikan dari urusan tertentu, maka ya sudah, tak usah lagi dipikir dan dirasa-rasa sejak awal; langsung saja lakukan. Prinsipnya, Anda harus tahu bahwa itu memang hal baik yang memang harus Anda lakukan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/NewYear3.gif" alt="Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan" width="500" height="389" /></p>
<h3>2.Mulai Dengan Urusan Terberat</h3>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/produktivitas/kiat-produktivitas-6-rampungkan-dulu-urusan-yang-paling-tak-mengenakkan/">Mulailah dengan urusan yang terberat</a> atau apapun yang pokoknya paling tidak mengenakkan. Karena Anda pernah rasakan sendiri to; begitu Anda menunda urusan terberat dan mengisi waktu Anda dengan urusan-urusan yang lebih kecil terlebih dahulu, perasaan Anda akan terus terbebani dengan urusan terberat itu. Maka sejalan dengan kiat pertama; intinya minimalkan waktu yang Anda habiskan untuk memikirkan hingga merasakan suatu urusan, dalam hal ini urusan yang terberat.</p>
<blockquote><p>“Do the hard jobs first. The easy jobs will take care of themselves.”<br />
- Dale Carnegie</p></blockquote>
<p>Begitu urusan terberat tertangani, maka urusan-urusan berikutnya akan terasa lebih mudah untuk dijalani, &#8220;Alah, yang lainnya gampang&#8221;, begitu kata pikiran Anda. Coba saja, dan rasakan sendiri bedanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/procrastination2.jpg" alt="Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan" width="300" height="292" /></p>
<h3>3. Ambil Langkah Pertama, dan Segera Rampungkan</h3>
<p>Jika Anda memandang suatu urusan tak mengenakkan terlalu jauh, maka urusan itu jadi tampak luar biasa susah untuk dirampungkan. Akhirnya pun Anda lebih memilih untuk nonton tivi saja, atau browsing internet saja, apapun yang membuat Anda merasa lebih baik. Memandang ke depan memang perlu, namun kita juga perlu menginjakkan kaki kita di saat ini, karena adalah saat ini yang secara riil kita sedang hadapi.</p>
<blockquote><p>“You don’t have to see the whole staircase, just take the first step.”<br />
- Martin Luther King, Jr.</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/procrastinate.jpg" alt="Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan" width="320" height="295" /></p>
<p>Ambil langkah pertama Anda, dan berfokuslah dengan itu hingga Anda merasa, &#8220;Siiip, aku dah mulai jalan nih!&#8221; Dengan membuat Anda merasa lebih baik atas suatu urusan yang normalnya Anda tunda, Anda secara otomatis juga membuat diri Anda jadi lebih punya daya untuk meneruskan langkah-langkah berikutnya. Maka ambillah langkah-langkah berikutnya, satu demi satu, tanpa perlu melihat terlalu panjang ke depan. Anda tak harus melihat keseluruhan jalan yang Anda lalui; yang penting jalani saja langkah yang Anda pijak sekarang, dan lihat satu pijakan di depan Anda.</p>
<p>Dan kemudian lanjutkan hingga benar-benar rampung.</p>
<blockquote><p>“Nothing is so fatiguing as the eternal hanging on of an uncompleted task”<br />
- William James</p>
<p>.<br />
“Much of the stress that people feel doesn’t come from having too much to do. It comes from not finishing what they started.”<br />
- David Allen</p></blockquote>
<p>Karena kemudian tidak merampungkan apa yang Anda telah mulai juga akan membuat Anda merasa tak enak dan cukup menderita di rasa. Memang tak mengapa berhenti sejenak untuk menghela napas, namun jika suatu urusan memang pantas untuk dirampungkan, maka jangan beri jeda terlalu lama untuk benar-benar menuntaskannya. Karena pikiran bawah sadar Anda akan terus memikirkannya, dan sesekali membuat Anda resah dan lelah tanpa tahu alasannya mengapa.</p>
<p>So, untuk mengatasi penundaan:<em> Langsung saja lakukan, mulai dari yang terberat, ambil langkah pertama &amp; segera rampungkan.</em></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-6-rampungkan-dulu-urusan-yang-paling-tak-mengenakkan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #6: Rampungkan dulu Urusan yang Paling tak Mengenakkan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/aturan-dua-menit-untuk-peningkatan-produktivitas.html" rel="bookmark" class="crp_title">Aturan Dua Menit untuk Peningkatan Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-10-sudah-jangan-kebanyakan-mikir-ntar-malah-ruwet.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #10: Sudah, Jangan Kebanyakan Mikir, Ntar Malah Ruwet</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/brian-tracys-eat-that-frog-21-cara-rampungkan-urusan-lebih-cepat.html" rel="bookmark" class="crp_title">Brian Tracy&#039;s Eat That Frog: 21 Cara Rampungkan Urusan Lebih Cepat</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1211&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #12: Mengatur &amp; Merapikan File di Komputer</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-12-mengatur-merapikan-file-di-komputer.html</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-12-mengatur-merapikan-file-di-komputer.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 23:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[asertif]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penunda]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1157</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentunya punya banyak sekali file dokumen, presentasi, gambar dan beragam jenis file lain. Semakin file Anda bertambah, semakin Anda dituntut untuk semakin pintar dalam menemukan file apapun yang Anda sedang butuhkan. Nah, aktivitas mencari ini lah yang biasanya memakan waktu. Baiklah, memang cuma beberapa detik (menit?) saja, untuk satu dokumen. Tapi sekarang bayangkan jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/searching.gif" alt="Kiat Produktivitas #12: Mengatur &amp; Merapikan File di Komputer" /></p>
<p>Anda tentunya punya banyak sekali file dokumen, presentasi, gambar dan beragam jenis file lain. Semakin file Anda bertambah, semakin Anda dituntut untuk semakin pintar dalam menemukan file apapun yang Anda sedang butuhkan. Nah, aktivitas mencari ini lah yang biasanya memakan waktu. Baiklah, memang cuma beberapa detik (menit?) saja, untuk satu dokumen. Tapi sekarang bayangkan jika Anda masih harus susah-susah mengingat dan mencari untuk setiap file yang Anda butuhkan. Tidak hanya itu, tidakkah Anda merasa ruwet dengan model pengklasifikasian file Anda?</p>
<p>File digital sebenarnya tidaklah berbeda dengan file kertas; bila Anda tak punya suatu metode untuk mengorganisirnya, maka jadi berantakan dan makan waktu juga untuk mencarinya. Ini tentunya akan cukup mengganggu produktivitas Anda.  Maka tujuan dari manajemen file di komputer adalah untuk membuat Anda mudah untuk menemukan kembali dokumen Anda, entah dalam waktu dekat ataupun beberapa tahun mendatang. Pun juga termasuk untuk mempercepat kerja Anda dengan file; jika ada file baru yang dibuat atau dikopikan, sudahkah Anda miliki tempat untuk menyimpannya?</p>
<p>Berikut adalah beragam kiat yang bisa Anda terapkan untuk mengorganisir file Anda:<br />
<span id="more-1157"></span></p>
<h3>Gunakan lokasi khusus untuk menaruh data</h3>
<p>Microsoft menyarankan pengguna windows menggunakan folder My Documents untuk meletakkan seluruh file kita. Microsoft bilang, ini juga akan memudahkan dalam melakukan backup dan pencarian. Tapi tentunya ini terserah kita. Saya sendiri tak pernah meletakkan dokumen utama di folder My Documents, yang sampai sekarang hanya saya gunakan untuk meletakkan file sementara.</p>
<p>Anda mungkin sudah menerapkannya; drive pertama (katakanlah C:) digunakan untuk sistem operasi dan beragam aplikasi (termasuk virtual memory). Barulah di drive lain data2 diletakkan. Ini akan lebih mengenakkan manakala semisal harus ada instalasi ulang akibat ada gangguan dengan windows kita (dan kita boleh optimis ini akan pernah terjadi). Dengan meletakkan data di partisi/drive yang berbeda, maka kita boleh tenang dengan keselamatan data-data kita. Saya biasanya menggunakan drive kedua untuk meletakkan beragam jenis data, lalu drive ketiga untuk meletakkan file installer, drive keempat untuk MP3 dan gambar, drive kelima untuk film.</p>
<h3>Gunakanlah cara penamaan yang konsisten untuk file dan folder.</h3>
<p>Buatlah skema untuk beragam jenis file yang kerap Anda buat dan konsistenlah dengannya. Semisal saja, saya selalu menamai folder saya dengan pengurutan nomer seperti:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1160" title="manajemen-file-1" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2009/12/manajemen-file-1.jpg" alt="manajemen-file-1" width="303" height="270" /></p>
<p>Pun juga untuk penamaan file, saya kerap gunakan notasi seperti &#8216;draft&#8217;, &#8216;===&#8217;,'res-&#8217;,dsb, apapun yang pokoknya Anda paham maksudnya apa.</p>
<h3>Buat Penamaan yang Jelas</h3>
<p>&#8216;Jelas&#8217; di sini tidak lantas berarti harus panjang.  Meskipun dengan windows Anda bisa menggunakan penamaan yang panjang, namun malah kurang menguntungkan bila Anda membuat nama hingga lebih dari 20 karakter. Semakin panjang nama file/folder, semakin lama waktu Anda untuk bisa mengidentifikasinya. Untuk istilah yang Anda sudah familiar dengannya, silahkan buat saja singkatannya.</p>
<p>Tujuan penamaan file adalah untuk membuat Anda bisa tahu apa isi file tanpa harus benar-benar membukanya. Maka boleh2 saja Anda membuat dokumen dengan nama &#8220;Pres.proposal permintaan mnj keuangan.&#8221; Tak perlu buat penamaan atas dasar tanggal karena Anda sudah bisa melihatnya tanpa harus  digunakan sebagai nama file. Kecuali bila Anda memang menganggap itu sebagai informasi penting yang kerap dimonitor atau jika Anda memang merasa akan lebih cepat untuk melihat tanggal bikinan sendiri pada nama file (misal 14-15 Desember 2009) ketimbang melihat di explorer dg formatnya yang 14/12/2009.</p>
<h3>Manfaatkan folder bersarang terkategori</h3>
<p>Hindarkan penyimpanan folder ataupun file yang bersifat flat, yakni di satu drive langsung terdapat lebih dari 20 folder. Ini akan sangat menyulitkan dalam pencarian dan pengalokasian file yang baru masuk/dibuat.</p>
<p>Maka silahkan gunakan folder yang sudah terkategori berdasarkan kesamaan atau klasifikasi tertentu. Klasifikasi ini bisa atas dasar jenis project, tipe aktivitas, jenis kepemilikan file, ataupun yang lain. Jadi semisal saja, alih-alih membuat folder dengan nama &#8216;File punya Mama&#8217;, &#8216;File punya Adnan&#8217;, &#8216;File punya Bintang&#8217;&#8230;. Maka mending bikin satu folder dengan nama katakanlah &#8216;My Beloved Docs&#8217; dengan sub folder berisi &#8216;Mama&#8217;, &#8216;Bintang&#8217; dst.</p>
<h3>Langsung simpan begitu file dibuat/didapat</h3>
<p>Waktu terbaik untuk mengklasifikasikan file adalah sejak pertama kali file itu dibuat atau didapat dari sumber di luar PC/laptop Anda. Maka Anda bisa langsung pergi ke folder lokasi penempatan baru kemudian Anda gunakan File/New/(jenis dokumen yang ingin Anda buat)  atau Anda silahkan panggil dulu aplikasinya dan baru kemudian simpan file bersangkutan di folder yang sesuai.</p>
<h3>Sejak awal, pilih-pilihlah atas file yang perlu Anda simpan.</h3>
<p>Bersikaplah selektif. Tidak lantas seluruh file yang Anda suka harus semua juga Anda simpan. Apakah Anda benar-benar membutuhkannya. Berapa banyak file yang sudah Anda punya namun belum pernah Anda sentuh untuk kedua kali atau bahkan untuk pertama kalinya?</p>
<p>Jika Anda ingin mengefisienkan waktu Anda, cobalah untuk mengalokasikan waktu khusus untuk memilah-milah file yang baru masuk namun belum miliki kategori atau tingkat kegunaan yang jelas. Buatlah folder khusus bernama &#8216;Temps&#8217; atau &#8216;Sementara&#8217; dan masukan file2 baru Anda di sana.<br />
<img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/searching-1.jpg" alt="Kiat Produktivitas #12: Mengatur &amp; Merapikan File di Komputer" /></p>
<p>Dan untuk membantu Anda menemukan file lebih cepat pada folder:</p>
<h3>Gunakan Tampilan Thumbnail</h3>
<p>Thumbnail bisa membantu Anda dalam mempercepat pencarian file. Pun juga tentunya dengan tampilan thumbnail, Anda akan jadi lebih mudah dalam mengklik folder. Tapi penggunaan thumbnail ini baru akan cocok manakala jumlah folder Anda tidaklah begitu besar mengingat ruang yang dihabiskan untuk tampilan thumbnail ini cukup banyak. Kecuali, tentu saja, bila Anda tak berkeberatan untuk melakukan scroll down dengan mouse Anda.<br />
Untuk memaksimalkan tampilan thumbnail, Anda bisa meletakkan satu buah gambar di dalam folder. Ini akan membuat gambar bersangkutan muncul sebagai tampilan thumbnail.</p>
<h3>Gunakan Tampilan Detail</h3>
<p>Saya hanya menggunakan tampilan thumbnail untuk folder tertentu saja, yakni yang biasanya tidak berisi banyak sub folder dan yang saya sudah familiar dengan isinya. Secara umum, saya selalu lebih menyukai menggunakan detail view. Bukan hanya ruang yang digunakan untuk tampilan ini lebih hemat, namun secara navigasi juga lebih menguntungkan. Dengan tampilan mode detail, kita tidak perlu menggerakkan mouse ke kanan dan ke kiri (meskipun yang awalnya bergerak sebenarnya adalah mata kita), melainkan cukup dari atas ke bawah. Dan jika Anda sudah membuat pengkategorian file yang baik (semisal dengan penomoran), maka penelusuran atas ke bawah ini akan memakan waktu sebentar saja.</p>
<p>Plus jika kita menggunakan pengkategorian berdasarkan tipe file, ini malah akan lebih membantu lagi. Dengannya, kita bisa melihat file berdasarkan jenisnya -presentasi, spreadsheet, dsb- termasuk juga versinya (office 2003 atau 2007).</p>
<p>Dan jika Anda sudah merasa cocok dengan model tampilan suatu folder dan ingin menerapkannya untuk yang lain, silahkan gunakan opsi &#8220;Apply to All Folders&#8221; pada Folder Option.</p>
<p>Fungsi pencarian memang membantu, tapi tetap saja tidak bisa mengalahkan efisiensi dari pengaturan file yang rapih. Bila Anda mengikuti kiat di atas, Anda akan selalu tahu di manakah letak dari suatu file, karena sejak awal Anda sudah menata file berdasarkan di manakah dia harusnya diletakkan.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-foto-super-panoramik-masjidil-haram-masjid-nabawi.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis: Foto Super Panoramik Masjidil Haram &amp; Masjid Nabawi</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/tips-aplikasi-gratis-tingkatkan-produktivitas-windows.html" rel="bookmark" class="crp_title">Tips &amp; Aplikasi Gratis Untuk Tingkatkan Produktivitas Bagi Pengguna Windows</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/50-gambar-foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah-pengobat-rindu.html" rel="bookmark" class="crp_title">50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-150-gambar-wallpaper-kucing-pereda-stress.html" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis 150 Gambar Wallpaper Kucing Pereda Stress</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/menerapkan-saringan-filter-untuk-merapikan-email.html" rel="bookmark" class="crp_title">Menerapkan Saringan (Filter) untuk Merapikan Email</a></li></ul></div><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1157&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-12-mengatur-merapikan-file-di-komputer.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
