<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>akhmadGuntar dotcom &#187; Produktivitas</title>
	<atom:link href="http://akhmadguntar.com/category/produktivitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>Manajemen Produktivitas &#38; Pengembangan Diri</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jangan Cek Email di Awalan Hari</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/jangan-cek-email-di-awalan-hari/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/jangan-cek-email-di-awalan-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 23:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1495</guid>
		<description><![CDATA[Bisa mengecek dan menulis email di ponsel betul-betul suatu anugerah atas nama kepraktisan. Gmail pun menyediakan fitur notifikasi di browser sehingga kita bisa terinformasikan setiap ada email baru yang masuk. Tapi jika lantas ini membuat Anda mengecek email setiap notifikasi datang, tidak kah itu sebenarnya merupakan distraksi dan pengganggu produktivitas? Mengecek email di setiap datangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Bisa mengecek dan menulis email di ponsel betul-betul suatu anugerah atas nama kepraktisan. Gmail pun menyediakan fitur notifikasi di browser sehingga kita bisa terinformasikan setiap ada email baru yang masuk. Tapi jika lantas ini membuat Anda mengecek email setiap notifikasi datang, tidak kah itu sebenarnya merupakan distraksi dan pengganggu produktivitas? Mengecek email di setiap datangnya notifikasi, lima atau enam kali di setiap jamnya, itu produktif atau obsesif?</p>
<p>Tidak seperti saya, <a href="http://sidsavara.com/personal-development/do-not-check-email-in-the-morning">Sid Savara</a> adalah orang yang cukup ekstrim dalam menyikapi kebiasaan ber-email. Dia punya prinsip untuk tidak mengecek email di pagi hari dalam mengawali hari.</p>
<p>Dalam sampaian yang blak-blakan, Savara bilang seperti ini:</p>
<blockquote>
<p>“Kamu sebenarnya tau nggak sih to-do list kamu sebenarnya? Kalau tau ya sudah, itu saja yang kamu lakukan! Mengecek email di pagi hari membawa risiko kamu akan melakukan to-do -list nya orang lain. Dengan kata lain, ketika mengecek inbox-mu, email di sana adalah to do list nya milik orang lain yang dikenakan pada dirimu.&#8221;</p>
</blockquote>
<p>Ya iya sih.</p>
<blockquote>
<p>&#8220;<em>Nah, sekarang siapa sih yang sebenarnya berkuasa atas waktumu — kamu sendiri, atau orang yang meng-email kamu?&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p>Ouch. Omongannya menohok banget nih <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote>
<p>&#8220;Setiap informasi baru bisa membuatmu terdistraksi. Itu juga lah kenapa saya seringnya tidak membaca atau menonton berita apapun di pagi hari, tidak dari koran ataupun televisi. Tidak juga mendengarkan radio atau mendengarkan audio book —saya betul-betul tidak ingin terdisrtaksi. Saya tahu saya tidaklah bisa mengontrol segalanya, tapi <em>saya bisa kok mengontrol distraksi yang berasal dari saya sendiri.</em></p>
<p>Betulan deh, jika kamu sukanya cek email di pagi hari, <em>jangan-jangan itu karena kamu sebenarnya ndak tahu apa yang seharusnya kamu kerjakan.</em>&#8220;</p>
</blockquote>
<p>Ouch lagi <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lha ini gak ngecek email kok, tapi ngecek facebook <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda punya kiat produktif untuk beremail? Silahkan berbagi.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-7-cerdas-menangani-email/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #7: Cerdas dalam Menangani Email</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-manajemen-email-untuk-tingkatkan-produktivitas/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Manajemen Email untuk Tingkatkan Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/aturan-dua-menit-untuk-peningkatan-produktivitas/" rel="bookmark" class="crp_title">Aturan Dua Menit untuk Peningkatan Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/menerapkan-saringan-filter-untuk-merapikan-email/" rel="bookmark" class="crp_title">Menerapkan Saringan (Filter) untuk Merapikan Email</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/distraksi-produktivitas-aktivitas-kerja-yang-tidak-terhitung-kerja/" rel="bookmark" class="crp_title">Distraksi Produktivitas: Aktivitas Kerja yang Tidak Terhitung Kerja</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1495"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjangan-cek-email-di-awalan-hari%2F' data-shr_title='Jangan+Cek+Email+di+Awalan+Hari'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjangan-cek-email-di-awalan-hari%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjangan-cek-email-di-awalan-hari%2F' data-shr_title='Jangan+Cek+Email+di+Awalan+Hari'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjangan-cek-email-di-awalan-hari%2F' data-shr_title='Jangan+Cek+Email+di+Awalan+Hari'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1495&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/jangan-cek-email-di-awalan-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Profesional dalam Berkonsultasi dg Mbah Google</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/lebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/lebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 23:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1510</guid>
		<description><![CDATA[Internet hanya akan berguna bila Anda bisa menemukan yang Anda cari dan butuhkan. Untuk itu, maka kemampuan kita memberikan perintah kepada mbah Google jadi sangat penting.   Berikut adalah dasar-dasar pencarian di Google yang Anda WAJIB ketahui: Semakin spesifik semakin bagus Huruf besar dan huruf kecil tidak berpengaruh Tanda baca tidaklah diperhitungkan, mulai dari “.,!” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica;">Internet hanya akan berguna bila Anda bisa menemukan yang Anda cari dan butuhkan. Untuk itu, maka kemampuan kita memberikan perintah kepada mbah Google jadi sangat penting.</p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica;"> </p>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica;"><span style="letter-spacing: 0.0px;">Berikut adalah dasar-dasar pencarian di Google yang Anda WAJIB ketahui:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12px;">Semakin spesifik semakin bagus</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Huruf besar dan huruf kecil tidak berpengaruh</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Tanda baca tidaklah diperhitungkan, mulai dari “.,!” dst kecuali &#8211; atau ‘</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Hanya 10 kata saja yang diperhitungkan, selebihnya tidak dianggap</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Salah eja memberikan hasil yang berbeda, tapi mbah Google akan menawarkan ejaan yang benar</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Dalam bahasa inggris, bentuk tunggal dan jamak berpengaruh pada hasil pencarian</span></li>
<li><span style="font-size: 12px;">Urutan kata berpengaruh. Kata pertama dianggap paling penting, demikian seterusnya.</span></li>
</ul>
<p style="margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px; font: 12.0px Helvetica; min-height: 14.0px;">Dari hasil pencarian yang muncul:</p>
<ul>
<li><span style="font-family: Helvetica; font-size: 12px;">Secara default Google akan mengeluarkan 10 hasil pencarian per halaman berdasarkan pagerank. Anda bisa mengubahnya di “preferences” atau melalui laman “Advanced Search”. Lebih baik lagi, Anda bisa gunakan <a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/autopager/">plugin Autopager</a> (di Chrome juga tersedia) untuk membuat seluruh hasil pencarian terload secara otomatis sehingga Anda tidak perlu lagi menekan tombol “next”.</span></li>
<li><span style="font-family: Helvetica; font-size: 12px;"><em>Cached Results</em> adalah salinan laman web yang diunduh oleh Google dan disimpan di server mereka. Laman ini bisa lebih cepat dibuka daripada tautan aslinya dan Anda bisa gunakan ini untuk lihat laman web yang sedang tak bisa diakses (misal karena server-nya sedang down, isinya dipindah atau dihapus).</span></li>
<li><span style="font-family: Helvetica; font-size: 12px;"><em>Similar Pages</em> adalah hasil pencarian yang mirip dengan apa yang sedang Anda cari. Jika Anda butuh lebih dari satu sumber, Anda bisa gunakan ini.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: 12px;">Untuk lebih lengkapnya, silahkan membaca kompilasi <a href="http://www.researchgate.net/topic/Manajemen_Riset/post/Effective_Searching_menggunakan_search_engine_Google">panduan efektif menggunakan Google</a> yang disusun oleh Nabila, (dulunya) mahasiswi Teknik Industri ITS. </span></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/uang-teknologi-dan-kekuasaan-untuk-perangi-kemiskinan/" rel="bookmark" class="crp_title">Uang, Teknologi, dan Kekuasaan untuk Perangi Kemiskinan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/mencari-pekerjaan-yg-asik/" rel="bookmark" class="crp_title">Mencari Pekerjaan yg Asyik</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-inspiratif-jatuh-bangunnya-orang-sukses/" rel="bookmark" class="crp_title">Video Inspiratif tentang Jatuh Bangunnya Orang2 sukses</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/konsep-inovasi-sang-jawara-google/" rel="bookmark" class="crp_title">Konsep Inovasi Sang Jawara Google</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/business-101-launching-strategy/" rel="bookmark" class="crp_title">Business 101: Launching Strategy</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1510"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Flebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google%2F' data-shr_title='Lebih+Profesional+dalam+Berkonsultasi+dg+Mbah+Google'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Flebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Flebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google%2F' data-shr_title='Lebih+Profesional+dalam+Berkonsultasi+dg+Mbah+Google'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Flebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google%2F' data-shr_title='Lebih+Profesional+dalam+Berkonsultasi+dg+Mbah+Google'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1510&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/lebih-profesional-dalam-berkonsultasi-dg-mbah-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai Kencanduan Gadget</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/mewaspadai-kencanduan-gadget/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/mewaspadai-kencanduan-gadget/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 23:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1505</guid>
		<description><![CDATA[Studi yang dilakukan oleh Ofkom di UK menunjukkan bahwa kecanduan smartphone sudah masuk ke tingkatan epidemis. Sebanyak 37% orang dewasa dan 60% remaja mengaku &#8216;sangat kecanduan&#8217; dengan gadget mereka. Separuh menggunakan smartphone sembari ngobrol dengan orang lain, seperempat menggunakan ketika sedang makan, dan seperlima menggunakan ketika sedang di kamar mandi atau toilet. Studi lain menunjukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://consumers.ofcom.org.uk/2011/08/a-nation-addicted-to-smartphones/">Studi</a> yang dilakukan oleh Ofkom di UK menunjukkan bahwa kecanduan smartphone sudah masuk ke tingkatan epidemis. Sebanyak 37% orang dewasa dan 60% remaja mengaku &#8216;sangat kecanduan&#8217; dengan gadget mereka. Separuh menggunakan smartphone sembari ngobrol dengan orang lain, seperempat menggunakan ketika sedang makan, dan seperlima menggunakan ketika sedang di kamar mandi atau toilet.</p>
<p><a href="http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2018927/Smartphones-taking-peoples-lives-users-obsessively-check-devices.html">Studi lain</a> menunjukkan bahwa smartphone sudah mulai merenggut kehidupan seseorang. Ada yang disebut sebagai “<em>checking habit</em>” —kebiasaan mengakses satu aplikasi ponsel dalam durasi 30 detik atau kurang, yang itu berkali-kali. Anda bisa bayangkan, itu bisa saja facebook, twitter, foursquare, atau semacamnya. Kebiasaan semacam itu lah yang membuat munculnya kebiasaan tak sehat yang bisa berdampak pada kecelakaan atau hubungan yang memburuk dengan orang lain.</p>
<p><a href="http://www.webmd.com/balance/features/addicted-your-smartphone-what-to-do">Susan Davis di WebMD</a> mengatakan bahwa teknologi komputer bisa menjadi candu karena sifatnya yang <em>psikoaktif:</em> bisa mengubah mood, dan mentrigger perasaan nyaman. Email dan (reply) status facebook sendiri saja bisa memberikan perasaan mirip ketika diberi hadiah karena kita tidak selalu tahu kejutan apa yang bisa kita dapat darinya. Akibatnya, cek lagi, lagi dan lagi; kecanduan.</p>
<p>Apa yang bisa dilakukan?</p>
<ul>
<li>Tidak perlu beli BMW atau Mercy nya handphone. Artinya tak perlu beli handphone yang paling kaya fitur dan paling kompleks apalagi sekedar untuk gaya-gayaan. Banyak orang membeli barang mahal dengan uang hutangan hanya untuk terlihat gaya di hadapan banyak orang yang tidak mereka kenal.</li>
<li>Jangan gila donlod aplikasi. Terutama di Android, banyak sekali aplikasi gratis yang nyatanya malah bakal menghabiskan waktu Anda. Sesungguhnya, rata-rata orang hanya menggunakan 5-10 aplikasi saja setiap harinya. Benar, kan? Oleh karenanya, perhatikan betul aplikasi apa saja yang Anda letakkan di layar utama Anda. </li>
<li>Beranikan diri untuk di waktu tertentu  tidak segera mengangkat telepon, semisal saja ketika Anda sedang ngobrol dengan seseorang; kecuali bila Anda memang sedang menantikan panggilan yang sifatnya urgen. Ingat —urgen. Dan tidak seterusnya Anda berada dalam posisi yang urgen, bukan? Bolak balik menengok ponsel ketika Anda sedang berbicara dengan seseorang tampaknya akan melukai hubungan Anda, bukan?</li>
<li>Jika memang Anda sedang di tahap flow atau konsentrasi penuh atas suatu tugas, tidak perlu segera membalas SMS segera setelah SMS itu datang. Beri waktu beberapa menit kemudian. Anda lah yang harusnya paling punya kuasa atas waktu Anda. </li>
<li>Berdisiplinlah dengan aturan pribadi untuk tidak menerima telepon atau segera membalas SMS di situasi tertentu (misal ketika sedang berkendara atau diajak ngobrol oleh orang tua) atau di jam-jam tertentu.</li>
</ul>
<p>Anda punya saran lain? Silahkan sampaikan di komentar.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/mengapa-menolong-orang-lain-membuat-diri-lebih-bahagia/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Menolong Orang Lain Membuat Diri Lebih Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/10-kiat-ampuh-agar-anda-dipecat/" rel="bookmark" class="crp_title">10 Kiat Ampuh Agar Anda Dipecat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/beda-pria-dan-wanita-dalam-berkomunikasi/" rel="bookmark" class="crp_title">Beda Pria dan Wanita dalam Berkomunikasi</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kebiasaan-orang-kaya-bertransaksi/" rel="bookmark" class="crp_title">Kebiasaan Orang Kaya Bertransaksi</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-7-cerdas-menangani-email/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #7: Cerdas dalam Menangani Email</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1505"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fmewaspadai-kencanduan-gadget%2F' data-shr_title='Mewaspadai+Kencanduan+Gadget'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fmewaspadai-kencanduan-gadget%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fmewaspadai-kencanduan-gadget%2F' data-shr_title='Mewaspadai+Kencanduan+Gadget'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fmewaspadai-kencanduan-gadget%2F' data-shr_title='Mewaspadai+Kencanduan+Gadget'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1505&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/mewaspadai-kencanduan-gadget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalani Kerjaan Tak Mengenakkan? Kata Riset: Jangan Kasih Jeda.</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/jalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/jalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 01:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Dalam menjalani aktivitas yang tidak menyenangkan, jangan sela dengan break atau jeda. Secara umum itu malah tidak menyamankan. Begitulah apa kata penelitian. Ini terkait dengan kemampuan manusia dalam beradaptasi. Dalam riset yang dilakukan oleh Leif Nelson dan Tom Meyvis, satu kelompok subyek penelitian diminta mendengarkan suara bising vacuum cleaner selama 40 detik. Sementara kelompok yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/how-to-survive-boring-lessonsWidePlayer.jpg" alt="Jalani Kerjaan Tak Mengenakkan? Kata Riset: Jangan Kasih Jeda." /></p>
<p>Dalam menjalani aktivitas yang tidak menyenangkan, jangan sela dengan break atau jeda. Secara umum itu malah tidak menyamankan. Begitulah apa kata penelitian.</p>
<p>Ini terkait dengan kemampuan manusia dalam beradaptasi.</p>
<p>Dalam riset yang dilakukan oleh Leif Nelson dan Tom Meyvis, satu kelompok subyek penelitian diminta mendengarkan suara bising vacuum cleaner selama 40 detik. Sementara kelompok yang lain diminta mendengarkan suara yang sama selama 40 detik, lalu disela dengan kediaman selama lima detik, dan diakhiri dengan suara bising lagi selama lima detik.</p>
<p>Hasilnya: kelompok kedua merasa lebih tak nyaman.</p>
<p>Percobaan lain juga dikenakan melalui aktivitas pijat. Inti percobaannya: mereka yang dipijat dalam rentang-rentang pendek dengan sela break merasa lebih menikmati daripada yang dipijat secara terus menerus tanpa break sama sekali. Tidak hanya itu, mereka bahkan sampai mau membayar dua kali lebih mahal untuk model pijatan yang diselingi jeda.</p>
<p>Simpulan dari penelitian tersebut: Anda mungkin menganggap bahwa mengambil (banyak) jeda tatkala menjalani aktivitas yang membosankan atau mengesalkan akan berdampak baik bagi Anda. Salah! Mengambil waktu break malah akan mengurangi kemampuan Anda dalam beradaptasi sehingga membuat pengalaman itu tampak lebih tidak mengenakkan saat Anda kembali lagi padanya.</p>
<p>Implikasinya bagi produktivitas? <strong>Tatkala mengerjakan tugas kantor atau kerjaan rumah yang tidak mengenakkan, jangan selingi dengan banyak jeda. Terus saja tenggelamkan diri Anda di sana hingga kerjaan itu rampung.<br />
</strong><br />
Lain hal: Anda sudah sadari kan, betapa yang namanya makanan enak itu betul-betul sangat terasa hanya di saat-saat awalnya saja. Pada sendokan ke-20, rasanya sudah jadi biasa. Mengapa? Karena Anda beradaptasi. Itulah kenapa lebih nikmat makan hidangan enak sambil diselingi oleh hidangan lain yang rasanya berbeda. Memperbanyak sensasi &#8220;pengalaman pertama&#8221;; itu akan lebih menyenangkan secara keseluruhan.</p>
<p>Maka ketika Anda sedang jalani aktivitas hobi dan pekerjaan yang Anda sangat suka jalani, coba sempatkan juga untuk beri jeda. Jangan biarkan diri Anda terus tenggelam di sana. Jika Anda kerja di rumah, jangan marah-marah manakala istri atau anak Anda menginterupsi (secara wajar). Dari jeda yang Anda lakukan, Anda akan tanamkan rasa menyenangkan ketika jeda berlangsung dan sensasi antusias-semangat ketika akan kembali ke aktivitas Anda itu. Dan itu bagus; membuat Anda lebih berbahagia dan bersyukur atas pekerjaan Anda.</p>
<p>Terakhir, buat Anda yg misal sukanya ngegame; sama juga, perbanyaklah jeda. Saat Anda tenggelam dalam game, Anda tak kepikir untuk merasakan sensasi bahagia. Mengapa? Karena Anda  sedang sangat sibuknya berkonsentrasi dengan game yang Anda mainkan. Oleh karenanya, cobalah perbanyak jeda. Itu akan membuat pengalaman gaming Anda jadi lebih menyenangkan.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-menanggulangi-penundaan/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #13: Cara Menanggulangi Penundaan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/laki-laki-dan-perempuan-merespon-stres-secara-berbeda/" rel="bookmark" class="crp_title">Laki-laki dan Perempuan Merespon Stres Secara Berbeda</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/mengapa-menolong-orang-lain-membuat-diri-lebih-bahagia/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Menolong Orang Lain Membuat Diri Lebih Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-8-latihlah-keterampilan-membaca-cepat/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #8: Latihlah Keterampilan Membaca Cepat</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1448"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda%2F' data-shr_title='Jalani+Kerjaan+Tak+Mengenakkan%3F+Kata+Riset%3A+Jangan+Kasih+Jeda.'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda%2F' data-shr_title='Jalani+Kerjaan+Tak+Mengenakkan%3F+Kata+Riset%3A+Jangan+Kasih+Jeda.'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fjalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda%2F' data-shr_title='Jalani+Kerjaan+Tak+Mengenakkan%3F+Kata+Riset%3A+Jangan+Kasih+Jeda.'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1448&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/jalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 22:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[Daniel Pink adalah pengarang dari beberapa buku best-seller yang provokatif. Bukunya yang terbaru adalah Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us, yang menggunakan riset sains perilaku selama 40 tahun terakhir untuk membalik cara pandang konvensional tentang motivasi. Jika Anda ingin betul-betul bisa produktif dan menjadi luar biasa, mari kita cermati apa yang Daniel Pink [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img class="alignright" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/drive_cvr-dan_pink.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="214" height="323" /><br />
Daniel Pink adalah pengarang dari beberapa buku best-seller yang provokatif. Bukunya yang terbaru adalah <a href="http://www.amazon.com/Drive-Daniel-H-Pink/dp/1594488843" target="_blank">Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us</a>, yang menggunakan riset sains perilaku selama 40 tahun terakhir untuk membalik cara pandang konvensional tentang motivasi. Jika Anda ingin betul-betul bisa produktif dan menjadi luar biasa, mari kita cermati apa yang Daniel Pink katakan tentang apa yang sesungguhnya memotivasi kita.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam bukunya ini, Dan Pink mengingatkan tentang Motivation 1.0 yang berbasis pada insting untuk bertahan hidup. Pada model motivasi ini, kebanyakannya berbentuk motivasi biologis; kita makan manakala lapar, minum manakala haus, dan nlakukan hubungan seks manakala sedang &#8220;pusing&#8221;. Tapi manusia tidaklah sebatas itu. Kita juga punya penggerak lain yang mana berbentuk imbalan (rewards) dan hukuman (punishment), khususnya dari lingkungan eksternal kita. Ini adalah Motivation 2.0 yang sering disebut sebagai konsep motivator carrots and sticks, di mana manusia seperti dianggap sebagaimana makhluk yang lebih cerdas dan lebih tercerahkan ketimbang kuda yang tergerak hanya dari keinginan mengejar wortel dan menghindar dari pecutan. Dan cara pandang ini lah yang telah marak berkembang semenjak dulu.<br />
<span id="more-1306"></span><br />
<img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/1167796871K1bwna-1.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="300" height="300" /></p>
<p>Dasar-dasar ilmu manajemen mengatakan bahwa cara untuk membuat manusia bisa bekerja lebih baik adalah dengan memberikan imbalan (rewards) atau hukuman (punishment); bahwa manakala wortel dan pecutnya dihilangkan, manusia tidak akan bisa berbuat banyak. Dan ternyata itu tidaklah benar, setidaknya bila berdasarkan hasil penelitian sains perilaku selama 40 tahun belakangan ini.</p>
<p>Nyatanya, sistem operasi yang bekerja di kisaran konsep carrots &amp; sticks sudah tidak lagi kompatibel dengan bagaimana kita hidup dan bekerja. Sebagai contoh kasus sofware open-source, di mana orang-orang tekun &amp; pintar dari seluruh dunia bekerja bersama selama minimal 20 jam per minggu tanpa dibayar. Hebohnya lagi, mereka lantas memberikan hasil kerja mereka secara gratis ke seluruh dunia. Menariknya, mereka itu bukanlah pengangguran, mereka sudah bekerja dengan bayaran yang baik. Lantas secara intelektual dan teknikal, tingkat kesulitan dalam mengerjakan Linux itu sama tingginya, atau malah bisa jadi lebih tinggi daripada pekerjaan asli mereka.  Motivation 2.0 akan mengatakan bahwa hal semacam itu tidaklah memungkinkan. Namun, sampai saat ini terbukti begitu banyak server korporat menggunakan Linux, Wikipedia telah menjadi ensiklopedia paling terkenal di seluruh dunia, dan banyak orang nge-Blog, membuat tulisan berkualitas, tanpa ada imbalan ekonomi yang jelas.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/jdo0574l.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="400" height="366" /></p>
<p>Apa yang ditunjukkan dari penelitian oleh para profesor dari Carnegie Mellon, MIT dan University of Chicago adalah: untuk kerjaan (task) yang sederhana dan apa adanya (straightforward), motivator semacam carrots and stick memang bekerja baik. Namun manakala kerjaannya sudah melibatkan aktivitas kreatif, berpikir kompleks, kemampuan konseptual, motivator semacam itu tidak lagi bermanfaat, dan malah bisa bisa memburukkan performa.</p>
<p>Tatkala diiming-iming reward yang besar, dengan punishment yang besar pula manakala tak berhasil meraihnya, dan itu sifatnya untuk performa jangka pendek, banyak orang &#8211;tidak semua&#8211; akan mengambil jalan curang. Bukan hanya terkait pencapaian finansial, kasus di Georgia, 25% hasil kerjaan siswa ternyata terindikasi merupakan hasil kecurangan. Silahkan ingat-ingat juga kasus UNAS di Indonesia.</p>
<p>Carrots &amp; sticks hanya bisa bekerja baik dalam jangka pendek. Sama juga, motivasi bermodel &#8220;jika-maka&#8221; &#8212; &#8220;Jika kamu lakukan ini, maka kamu akan dapatkan ini&#8221; &#8212; bekerja sangat baik pada kerjaan yang rutin, sederhana, dan telah tertata dalam aturan. Namun tidak demikian halnya untuk tantangan yang bersifat konseptual dan kompleks.</p>
<p>Gawatnya, motivator yang bersifat contigent (sesuatu hanya bisa didapat manakala apa yang dipersayaratkan terpenuhi) ternyata malah bisa menghambat pemikiran kreatif. Untuk mengarahkan fokus, memang bagus. Namun dalam model motivasi ini, kerangka berpikir seseorang jadi menyempit, khususnya manakala sudah ada langkah langkah jelas untuk mencapainya (harus melakukan ini dan itu, belajar ini dan itu dalam jadwal dan cara-cara tertentu). Sementara manakala hendak melakukan sesuatu yang kreatif, melibatkan inovasi dan berpikir konseptual, motivator contigent tidak lagi bekerja baik. Karena apa yang dibutuhkan adalah cara pandang yang lebih luas untuk bisa melihat feriperal perspektif yang lebih kaya.</p>
<p>Dalam Motivation 3.0, orang giat dan tergerak untuk melakukan aktivitas justru dari kesenangannya menjalankan aktivitas itu. Daniel Pink mengajukan tiga faktor berikut sebagai apa yang membuat seseorang bisa mencapai kebesarannya: Autonomy, Mastery, dan Purpose.</p>
<p>Autonomy adalah dorongan dari diri untuk mengarahkan kehidupan sendiri. Ini terjadi manakala seseorang diberikan &#8211;atau memberikan kepada dirinya sendiri&#8211; keleluasaan untuk menentukan hal baik apa yang hendak diraihnya, di mana, kapan, dan dengan cara apa dia meraihnya. Enam puluh persen inovasi google &#8211;semacam gmail dan google news&#8211; didapatkan dengan cara semacam ini: membebaskan karyawan dalam rentang waktu tertentu untuk melakukan hal baik apapun yang mereka suka untuk lakukan.</p>
<p>Mastery adalah keinginan untuk menjadi lebih baik dan terus lebih baik di perihal yang berarti. Ini adalah apa yang mendorong seseorang untuk terus berlatih alat musik tertentu di akhir minggu, dan melatih keterampilan apapun yang mana sebenarnya tidak berikan dia nilai tambah secara ekonomis. Dia melakukannya karena ingin jadi lebih bagus dan lebih sempurna lagi. Dan dari situ dia merasakan kesenangan yang luar biasa; bahwa aktivitasnya itu sendiri yang jadi motivatornya.</p>
<p>Purpose adalah mengharap-harap untuk bisa tersambung dan beri manfaat dengan apa-apa yang lebih besar ketimbang diri sendiri. Ini dimiliki semisal oleh penemu Skype, orang-orang semacam Steve Jobs, dan mereka yang tergabung dalam kolaborasi project Linux, Apache, Wikipedia, dan semacamnya. Tidak ada imbalan finansial di sana, namun mereka melakukan itu semua untuk membuat suatu arti bagi komunitas hingga dunia, sekecil apapun itu.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/purpose.jpg" alt="Kiat Produktivitas #19: Produktif dengan Motivasi 3.0-nya Daniel H. Pink" width="500" height="375" /></p>
<p>Bahwa uang itu adalah motivator yang ampuh, itu betul, namun hanya sampai batas tertentu saja. Dan bekerja melulu karena alasan uang, lama-lama capek juga perasaan ini. Mereka yang jadi terbahagiakan dengan aktivitas mereka, yang mencapai kebesaran dengan kontribusi mereka, yang menjadi istimewa terlepas cibiran orang-orang &#8211;awalnya&#8211; terhadap diri mereka, adalah mereka yang sejak awal memiliki impian kontributif bagi &#8216;dunia&#8217;, yang menikmati sensasi jadi kian berkembang hingga terus jadi luar biasa, dan yang berinisiatif mengelola capaian baiknya dengan cara-cara kreatif yang dia temukan karena rasa nikmat ketika menjalaninya.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Terkait apa yang saya sampaikan di atas, silahkan sempatkan untuk menonton video ini; sangat-sangat bagus. Minimal yang dari RSA animate berikut; ilustrasinya sangat membantu kita memahami isi.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="494" height="307" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/u6XAPnuFjJc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="494" height="307" src="http://www.youtube.com/v/u6XAPnuFjJc&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="446" height="326" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="bgColor" value="#ffffff" /><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DanielPink_2009G-medium.flv&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DanielPink-2009G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=432&amp;vh=240&amp;ap=0&amp;ti=618&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=dan_pink_on_motivation;year=2009;theme=not_business_as_usual;theme=speaking_at_tedglobal2009;theme=the_creative_spark;event=TEDGlobal+2009;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><param name="src" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" /><param name="bgcolor" value="#ffffff" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="446" height="326" src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" flashvars="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DanielPink_2009G-medium.flv&amp;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DanielPink-2009G.embed_thumbnail.jpg&amp;vw=432&amp;vh=240&amp;ap=0&amp;ti=618&amp;introDuration=15330&amp;adDuration=4000&amp;postAdDuration=830&amp;adKeys=talk=dan_pink_on_motivation;year=2009;theme=not_business_as_usual;theme=speaking_at_tedglobal2009;theme=the_creative_spark;event=TEDGlobal+2009;&amp;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" bgcolor="#ffffff" wmode="transparent" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-inspiratif-bayi-yang-hidup-selama-99-hari/" rel="bookmark" class="crp_title">Video Inspiratif: Kasih Sayang thd Bayi yang Hidup Selama 99 Hari</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-motivasi-inspiratif-meraih-vitalitas-fisik-untuk-mampukan-diri-raih-impian/" rel="bookmark" class="crp_title">Video Motivasi Inspiratif: Meraih Vitalitas Fisik untuk Mampukan Diri Raih Impian</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/video-inspiratif-kebaikan-yang-sederhana/" rel="bookmark" class="crp_title">Video Inspiratif: Kebaikan yang Sederhana</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/melongok-metodologi-inovatif-ideo/" rel="bookmark" class="crp_title">Melongok Metodologi Inovatif IDEO</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/commonwealth-gagasan-terbaik-selamatka-dunia/" rel="bookmark" class="crp_title">CommonWealth: Gagasan Terbaik untuk Menyelamatkan Dunia</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1306"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2319%3A+Produktif+dengan+Motivasi+3.0-nya+Daniel+H.+Pink'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2319%3A+Produktif+dengan+Motivasi+3.0-nya+Daniel+H.+Pink'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2319%3A+Produktif+dengan+Motivasi+3.0-nya+Daniel+H.+Pink'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1306&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-19-produktif-dengan-motivasi-3-0-nya-daniel-h-pink/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 22:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[wallpaper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[Sensasi sukses; dengan melihat wallpaper ini, bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya? Hanya atlet yang bersedia membayar harga dalam bentuk latihan keras &#8211;benar-benar keras&#8211;, mengalami dan merasakan getirnya gagal, dan yang berjuang berpeluh di lapangan, yang akan bisa merasa sensasi sukses semacam demikian. Sehingga, apakah mereka yang hanya bersedia membayar harga yang murah untuk impian mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Sensasi-Sukses-thumb.jpg" alt="Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati" /></p>
<p>Sensasi sukses; dengan melihat wallpaper ini, bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya?</p>
<p>Hanya atlet yang bersedia membayar harga dalam bentuk latihan keras &#8211;benar-benar keras&#8211;, mengalami dan merasakan getirnya gagal, dan yang berjuang berpeluh  di lapangan, yang akan bisa merasa sensasi sukses semacam demikian.</p>
<p>Sehingga, apakah mereka yang hanya bersedia membayar harga yang murah untuk impian mereka akan bisa merasakan sensasi sukses yang sejati? Sepertinya tidak.<br />
<span id="more-1278"></span><br />
Semisal saja: mereka yang meraih gelar dengan cara cara curang, apakah mereka merasa bangga? Iya barangkali, sepanjang tak ada yang mengetahui.  Dan yang jelas, dia bangga sekedar karena gelarnya, tapi dia tidak merasakan kepantasan atas gelarnya. Jika memang tidak ada ketenangan hati dan bahkan perasaan syukur kepada Tuhan,  apakah lantas dia benar-benar bisa merasa bahagia?</p>
<p>Orang yang cari gampang dan bermental instan berbeda dengan mereka yang bekerja pintar. Letak bedanya, golongan yang pertama disebut adalah mereka yang condong pada motif kemalasan dan keengganan berbanting tulang. Orang yang pintar berusaha bergegas meraih suksesnya, tapi dia tidak terburu buru dan terlarut dalam kecerobohan dan bergerak atas motif kemalasan.</p>
<p>Orang yang bekerja keras dan berjuang demi mimpi baiknya tidak risau apakah ada orang yang akan memuji mereka akan hasil yang didapat. Ini karena bahkan kerja keras dan perjuangan yang ditempuh sudah membuat diri merasa bangga. Di suatu saat ketika keberhasilan telah diraih di tangan, ingatan mereka akan peluh yang membasahi pakaian kerja dan jerih payah yang melelahkan hari-hari mereka, itu semua menjadi ingatan yang begitu indah dan membanggakan.</p>
<p>Maka marilah kita merasa damai dengan kekerasan kerja kita dan terjalnya jalan perjuangan yang kita daki. Yakinlah, itu semua akan jadi ingatan yang membesarkan hati. Sekarang  tinggal kita baikkan cara-cara kita dalam berikhtiar, dan buatlah diri kita senantiasa berada dalam kesyukuran karena Tuhan telah mengijinkan kita meniti jalannya para pemenang.</p>
<blockquote>
<pre>Resolusi Wallpaper: 1280 x 800 px</pre>
<p><a title="Sensasi Sukses Sejati" href="http://akhmadguntar.com/?download=Sensasi%20Sukses%20Sejati" target="_blank">Download Wallpaper Sensasi Sukses (Sejati)</a></p></blockquote>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 213px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">http://akhmadguntar.com/?download=Sensasi%20Sukses%20Sejati</div>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-relaksasi-keindahan-alam-sungai-danau-air-terjun/" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Relaksasi Keindahan Alam: Sungai, Danau, Air Terjun</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/menghindari-optimisme-yang-sesat/" rel="bookmark" class="crp_title">Menghindari Optimisme yang Sesat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/selamat-menjalankan-ibadah-ramadhan-download-wallpaper-ramadhan/" rel="bookmark" class="crp_title">Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan (download wallpaper ramadhan)</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-inspiratif-i/" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Inspiratif – I</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/jalani-kerjaan-tak-mengenakkan-kata-riset-jangan-kasih-jeda/" rel="bookmark" class="crp_title">Jalani Kerjaan Tak Mengenakkan? Kata Riset: Jangan Kasih Jeda.</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1278"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fwallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati%2F' data-shr_title='Wallpaper+Motivasi%3A+Perjuangan+%26amp%3B+Kerja+Keras+untuk+Sensasi+Sukses+Sejati'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fwallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fwallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati%2F' data-shr_title='Wallpaper+Motivasi%3A+Perjuangan+%26amp%3B+Kerja+Keras+untuk+Sensasi+Sukses+Sejati'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fwallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati%2F' data-shr_title='Wallpaper+Motivasi%3A+Perjuangan+%26amp%3B+Kerja+Keras+untuk+Sensasi+Sukses+Sejati'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1278&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 18:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[Kepastian pada umumnya bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Dan pastinya, bagaimanapun kita membutuhkan suatu kepastian yang wajar untuk membuat diri kita beroperasi secara wajar. Ketika Anda semisal adalah karyawan di perusahaan, maka Anda menuntut adanya kepastian bahwa Anda akan digaji atas jerih payah Anda. Ketika Anda membeli makan di warung langganan Anda, Anda berharap adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/hadapi-ketidakpastian.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" /><br />
Kepastian pada umumnya bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Dan pastinya, bagaimanapun kita membutuhkan suatu kepastian yang wajar untuk membuat diri kita beroperasi secara wajar. Ketika Anda semisal adalah karyawan di perusahaan, maka Anda menuntut adanya kepastian bahwa Anda akan digaji atas jerih payah Anda. Ketika Anda membeli makan di warung langganan Anda, Anda berharap adanya kepastian bahwa Anda akan mendapatkan rasa yang nikmat sebagaimana biasa.</p>
<p>Tapi ternyata ada banyak ketidakpastian yang memang rawan mengkhawatirkan kita.</p>
<ul>
<li>Apakah anak-anak kita akan jadi orang baik-baik yang mampu membanggakan orang tuanya serta jadi sandaran yang baik di usia senja orangtuanya nanti? Tidak tahu, itu tidak pasti.</li>
<li> Apakah segala ikhtiar kita dalam bentuk membangun usaha baru akan berbuah keberhasilan di jangka waktu dekat di masa depan nanti? Tidak tahu, itu tidak pasti.</li>
<li> Apakah kondisi bangsa kita akan terus membaik ataukah akan ada gejolak politik dan bahkan resesi dunia yang kembali melibas rupiah di Indonesia? Tidak tahu, itu juga tidak pasti.</li>
</ul>
<p><span id="more-1268"></span><br />
Ada sekian banyak ketidakpastian, yang malah bisa kita dalam bentuk kepastian tentang didapatnya kondisi ketidakpastian.</p>
<ul>
<li>Kepastian yang didapat oleh seorang sarjana yang baru lulus adalah peluang untuk terlebih dulu menjadi pengangguran entah sampai berapa lama atau bekerja tidak dengan upah dan kondisi sebagaimana keinginan.</li>
<li>Kepastian yang didapat oleh seorang entrepreneur ketika memulai usahanya adalah pendapatan yang tidak tetap dan bahkan mungkin seret, yang ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan atau tahun.</li>
</ul>
<p>Dan tatkala kita berhasil dibuat resah atas ketidakpastian itu, maka di saat itulah laju produktivitas kita jadi terhambat. Maka penting sekali kita berkemampuan untuk menghadapi ketidakpastian ini.</p>
<p>Biasanya, apa yang membuat kita resah adalah apa-apa yang belum terjadi, dan apa yang belum/tidak kita miliki. Dan secara umum, kita akan merasa khawatir manakala kita merasa akan ada keburukan, ketidakberuntungan atau apapun bentuk ketidakbahagiaan yang bakal terjadi di masa depan.Kita juga merasa khawatir manakala merasa ada banyak hal yang tampaknya berada di luar kendali kita.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/worry2.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" width="250" height="321" /></p>
<p><strong>Kunci pertama adalah memfokuskan sumberdaya diri kita pada apa-apa yang masuk dalam rentang kendali dan kuasa kita</strong>. Bahwa kita tidak bisa mengendalikan segala faktor yang mempengaruhi masa depan kita -kondisi ekonomi regional, siapa yang terpilih sebagai presiden, bencana ekonomi atau alam,dsb- maka janganlah itu jadi perihal yang kita risaukan.Risaukan saja apa yang bisa kita munculkan dan latih dalam diri kita, yang biasanya berwujud kompetensi, pengetahuan dan mentalitas yang membuat kita siap hadapi apa-apa yang ada di depan nanti.Orang-orang yang bersiap biasanya akan membuat perubahan di masa depan nanti menjadi kurang relevan bagi dirinya.</p>
<p>Jangan gunakan ketidakpastian  untuk menakut-nakuti diri. Jadikan ketidakpastian sebagai alasan kuat untuk mempersiapkan diri. Dan salah satu cara terbaik untuk mengurangi secara signifikan kadar ketidakpastian di masa depan adalah dengan merancang masa depan kita sendiri dan lalu berikhtiar bersesuaian dengan rencana itu. Maka inilah kunci pertama: dalam menghadapi ketidakpastian, persiapkan diri dengan gunakan segala sumberdaya yang berada dalam rentang kendali kita.</p>
<p><strong>Kunci kedua adalah mensyukuri apa-apa yang sudah ada di masa sekarang, dan optimalkan kebaikan darinya. </strong>Tak perlu risaukan apa-apa yang tidak kita punyai, karena itu akan melemahkan kita dan membuat kita lupa untuk berbahagia dengan kesyukuran. Jangan lenakan diri kita dengan perandai-andaian tentang apa-apa yang belum kita miliki hingga lupa untuk merasa damai dengan yang sudah ada di hadapan. Hiduplah di masa sekarang, nikmati apa yang ada, dan optimalkan. Tatkala kita betul-betul bisa menghargai apa-apa yang telah Tuhan titipkan saat ini, kita boleh optimis Tuhan akan penuhi janjiNya untuk menambah jumlah dan kualitas titipanNya pada diri kita.</p>
<p><strong>Kunci ketiga adalah berfokus pada ikhtiar dan berikhlas pada bagaimana Tuhan berkenan tentukan hasilnya. </strong></p>
<p>Kewajiban kita sesungguhnya bukanlah untuk memastikan diri kita ini berhasil. Tugas kita adalah untuk memastikan bahwa diri ini telah berusaha sekeras mungkin dan telah menunjukkan syarat kepantasan yang membuat Tuhan mengijinkan kita berhasil.</p>
<p>Jika sudah demikian cara pandangnya, maka kegagalan yang secara wajar membuat diri bersedih pun akan bisa dimaknai dengan baik dan membijakkan diri hingga ke depan nanti.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/worrycartoon.jpg" alt="Kiat Produktivitas #18: Bagaimana Menghadapi Ketidakpastian" width="496" height="404" /></p>
<p>Pernah mendengar istilah &#8220;Jangan takut gagal&#8221;? Saya memilih untuk tidak bersepakat dengan itu. Bagi saya, ketakutan akan gagal itu lumrah untuk dirasa. Ketakutan ini adalah emosi yang menuntun diri ini untuk tidak meremehkan suatu tantangan dan kondisi dan menjadikan diri lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam ikhtiar yang keras. Hanya dengan melalui itulah kita kemudian boleh berkata pada diri, &#8220;Kalau sudah berhati-hati dan keras berikhtiar masih gagal, maka berarti itu ya perihal terbaik yang Tuhan takdirkan bagi saya.&#8221;</p>
<p>Maka sesungguhnya yang perlu dilakukan bukanlah untuk menghilangkan rasa takut akan kegagalan, melainkan menumbuhkan kesediaan yang ikhlas dan bernyali tatkala kegagalan sudah ada dihadapan. Dan tak lupa; prasangka yang baik pada Tuhan.</p>
<p>Bahwa ketidakpastian di masa depan itu adalah perihal yang pasti, maka dari sinilah harusnya kita sadar betapa kita sangat membutuhkan Tuhan. <strong>Maka kunci keempat, yang sesungguhnya mendasari semuanya: sandarkan diri pada Tuhan atas ketidakpastian yang menjelang dan yang akan datang.</strong></p>
<p>Kekhawatiran berlebihan atas masa depan seolah merupakan wujud ketidakpercayaan kita pada kemurahan Tuhan. Bolehlah seseorang merasa sangat khawatir dengan masa depannya manakala dia memang bermasalah serius dengan Tuhan. Namun manakala kita telah menjaga ketundukan hati padaNya, manakala kita senantiasa berusaha wujudkan takwa pada diriNya, maka sungguh tidaklah pantas kita merasa khawatir akan takdirNya atas diri kita. Bahwa apapun yang terjadi, itu semua pasti ada untuk suatu kebaikan.</p>
<p>Maka dengan pengetahuan bahwa keresahan akan ketidakpastian itu ada dirasa di hati, maka mari kita bermohon pada Dia Yang Memiliki Hati; mengucapkan yang berikut ini dalam do&#8217;a kita setiap hari:</p>
<blockquote><p>Ya Tuhanku, aku berlindung pada diriMu Yang Maha Pemurah dari kegelisahan dan kesedihan hati atas apa-apa yang tidak aku miliki dan yang tidak aku miliki. Aku berlindung pada diriMu Yang Maha Penyayang dari segala kelemahan dan kemalasan dalam mencapai kebaikan dalam kehidupan kami.</p></blockquote>
<p>Manakala kita sudah bersandar pada Tuhan, maka sungguh pantas kita meyakini yang berikut ini:</p>
<p>Sebagaimanapun besarnya ketidakpastian di masa depan kita nanti atau yang segera menjelang, maka kondisi pastinya adalah bahwa kita pasti akan baik-baik saja, bahwa Tuhan akan menjaga dan mengarahkan kita kepada kebaikan sebagaimana yang kita senantiasa minta.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan/" rel="bookmark" class="crp_title">Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/wallpaper-motivasi-perjuangan-kerja-keras-untuk-sensasi-sukses-sejati/" rel="bookmark" class="crp_title">Wallpaper Motivasi: Perjuangan &amp; Kerja Keras untuk Sensasi Sukses Sejati</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses/" rel="bookmark" class="crp_title">Cara Ampuh Membentuk Keyakinan Sukses</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/download-gratis-wallpaper-inspirasi-sikap-menghadapi-masalah/" rel="bookmark" class="crp_title">Download Gratis! Wallpaper Inspirasi II – Sikap Menghadapi Masalah</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pede-percaya-diri-karakteristik-signifikansi/" rel="bookmark" class="crp_title">PeDe, Percaya Diri: Karakteristik &amp; Signifikansi</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1268"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2318%3A+Bagaimana+Menghadapi+Ketidakpastian'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2318%3A+Bagaimana+Menghadapi+Ketidakpastian'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2318%3A+Bagaimana+Menghadapi+Ketidakpastian'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1268&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-hadapi-ketidakpastian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pada titik tertentu dalam hidupnya pasti akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Bentuknya bisa bermacam-macam: bisa karena sakit keras, berpisah dengan pasangan atau keluarga, dikhianati teman atau saudara, difitnah dan dibohongi, ataupun itu, Anda mungkin sudah pernah mengalaminya. Normalnya, peristiwa semacam itu akan membuat seseorang merasa kesal, sedih, gusar, dendam barangkali, atau merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/sabar-cari-hikmah.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Setiap orang pada titik tertentu dalam hidupnya pasti akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan. Bentuknya bisa bermacam-macam: bisa karena sakit keras, berpisah dengan pasangan atau keluarga, dikhianati teman atau saudara, difitnah dan dibohongi, ataupun itu, Anda mungkin sudah pernah mengalaminya.</p>
<p>Normalnya, peristiwa semacam itu akan membuat seseorang merasa kesal, sedih, gusar, dendam barangkali, atau merasa beragam emosi negatif lain. Banyak yang kemudian berandai-andai, “Andai saja aku kemarin tidak melakukan &#8230;.”, “Andai saja kemarin saya &#8230;.” dan berharap apa yang sudah terjadi cuma sekedar mimpi. Ada juga yang kemudian menyimpan rasa dongkol dan entah -terpengaruh sinetron atau apa- lantas memikirkan skenario balas dendam atau semacamnya.<br />
<span id="more-1258"></span><br />
Memang sabar adalah jawabannya, begitu yang sering kita dengar. Tapi tentu saja, ini jauh lebih mudah untuk dikatakan ketimbang dijalani. Kita tidak bisa semudah itu meminta perasaan kita menuruti apa kata buku atau mereka yang lebih bijaksana ketimbang kita.</p>
<p>Satu cara yang biasanya terkenal efektif untuk meredakan dongkol adalah dengan melakukan apa-apa yang sama sekali ndak nyambung, tidak relevan dengan apa yang membuat yang bersangkutan gusar.  Melihat film lucu, pergi jalan-jalan bersama teman, bermain bersama anak dan keluarga, bermain dengan hewan piaraan, bermain scrabble atau mengisi TTS yang sukar, ataupun yang lainnya. Itu semacam mencari pengalih perhatian dari kegusaran. Meskipun hal semacam itu cukup berhasil untuk mengatasi permasalahan emosi yang ringan, namun untuk masalah yang berat, biasanya cara-cara semacam itu kuranglah ampuh.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/contemplation-in-busy-world.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Anda mustinya sudah sering dinasehati bahwa manakala masalah atau gagal datang pada diri Anda, maka carilah hikmah darinya. Anda mungkin juga pernah menasehatkan hal semacam ini kepada teman Anda. Tapi mari kita lihat nasehat ini dengan lebih kritis, dengan melihat hasil penelitian terkait hal ini.</p>
<p>Mencari hikmah (benefit finding) dari permasalahan ternyata terbukti bisa menyembuhkan emosi dari orang-orang yang terkena musibah kebakaran atas harta benda mereka, menderita sakit yang amat parah, bahkan yang didakwa terkena penyakit mematikan (1).</p>
<p>Salah satunya adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Michael McCullough dan rekan-rekannya dari Universitas Miami (2). Lebih dari 300 mahasiswa pertama ditanya tentang peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan mereka di mana ada seseorang pernah melukai dan menyerang diri mereka, apapun itu bentuknya.</p>
<p>Sepertiga dari partisipan lalu diminta untuk menghabiskan beberapa menit menceritakan kejadiannya secara rinci, berfokus pada betapa marah perasaan mereka dan bagaimana pengalaman itu telah berikan dampak yang buruk bagi kehidupan mereka. Kelompok kedua juga diminta melakukan hal yang sama, namun fokusnya pada hikmah, keuntungan, atau benefit yang didapat dari pengalaman itu; entah menjadi insan yang lebih bijaksana ataupun yang lain. Kelompok ketiga sekedar diminta untuk menjabarkan rencana aktivitas mereka untuk keesokan harinya.</p>
<p>Di akhir studi, setiap orang diminta untuk mengisi kuesioner yang mengukur bagaimana pikiran dan perasaan mereka terhadap orang yang telah melukai mereka. Hasil dari aktivitas mencari hikmah dari pengalaman buruk ternyata membantu partisipan mengatasi marah dongkol akibat situasi mereka itu. Mereka menjadi lebih pemaaf terhadap dia yang telah melukai mereka, dan kecil sekali keinginan untuk membalas dendam atau sekedar menjauhi mereka.</p>
<p>Menariknya, bahkan penemuan hikmah ini bisa jadi dirasakan tanpa seseorang dengan sangat keras memaksudkannya untuk itu. Semisal, hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa sifat baik seperti rasa syukur, harapan positif, kepemimpinan, gotong royong di Amerika menjadi meningkat setelah terjadinya peristiwa serangan teroris 9/11 (3). Selain itu, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa tatkala seseorang mengalami sakit keras, itu akan membuat banyak hal baik dari dirinya yang muncul dan bertambah, semisal saja keberanian, sikap adil, selera humor, dan penghargaan pada keindahan dan kecantikan (4).</p>
<p>Jika sedang marah, menonjok sansak (atau seseorang) sebenarnya tidak membantu, melainkan malah memperparah. Begitu juga dengan menggunakan kata makian (ada risetnya, namun saya belum berhasil menemukan lagi di mana referensinya). Sesungguhnya pilihan kosakata yang terucap akan berpengaruh betul pada bagaimana emosi yang kita rasa. Maka ketika sedang dongkol, alih alih mengatakan $*!%7@* (<em>whatever it is</em>), coba  ucapkan: “PriKiTiW!!” yang mana tampak tidak relevan untuk mewakilkan rasa geram. Tapi justru itu tujuannya: menurunkan intensitas emosi dengan kata. Alih-alih berkata, “aku juengkel bianget; benci benci benci!” ucapkan, “Aku ngerasa geli ama orang itu”.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/prikitiw-akhmadguntar-dot-com.jpg" alt="Kiat Produktivitas #17: Mencari Hikmah dan Kebaikan dari Masalah Memang Terbukti Ampuh " /></p>
<p>Marah, dongkol dan gemes sedih itu tak mengapa; rasakan saja itu, yang penting jangan berlama-lama. Anda tahu betul betapa masalah telah sedikit banyak kian menghebatkan Anda: jadi lebih sadar potensi, jadi lebih menghargai aspek tertentu dalam hidup, lebih menghargai hubungan tertentu, lebih bijaksana, lebih terampil dalam mengkomunikasikan pikiran dan emosi, lebih pemaaf, dan segala yang melebihkan kualitas diri Anda.</p>
<p>Jika saja Tuhan tidak peduli pada kita, tentu Beliau tak akan datangkan ‘hadiah’ itu kepada kita. Semua yang menimpa kita, itu tidaklah salah sasaran. Tatkala kita belum bisa membuat kualitas diri kita lebih besar ketimbang masalah yang menimpa, Tuhan akan membuat kita tertimpa masalah yang sama; persis ibarat mengulang mata kuliah.</p>
<p>Marah itu tak mengapa, yang penting jaga lisan dan tindakan di kala itu, dan jangan berlama-lama dengan perasaan itu. Jangan lupa pastikan diri belajar dari kegalauan dan masalah Anda. Dan ingat&#8230;. Prikitiw! <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<h6>(1)  H. Tennen dan G. Affleck (2001). ‘Benefit-Finding and Benefit-Reminding’ dalam C.R. Snyder dan S.J.Lopez, Handbook of Positive Psychology, Oxford: Oxford University Press, hal. 584-97</h6>
<h6>(2)  M.E. McCullough, L.M. root dan A.D. Cohen (2006). ‘Writing About the Benefits of an Interpersonal Transgression Facilitates Forgiveness’. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 74, halaman 887-97</h6>
<h6>(3)  C. Peterson dan M.E.P Slignman (2003). ‘Character Strengths Before and After September 11’. Psychological Science, 13 halaman 381-4.</h6>
<h6>(4)  C. Peterson, N. Park, dan M. E. P. Seligman (2006). ‘Greater Strengths of Character and Recovery from Illness’. Journal of Positive Psychology, 1, halaman 17-26.</h6>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/5-keuntungan-menulis-jurnal-atau-diary-untuk-produktivitas/" rel="bookmark" class="crp_title">5 Keuntungan Menulis Jurnal atau Diary untuk Produktivitas</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/mengapa-menolong-orang-lain-membuat-diri-lebih-bahagia/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Menolong Orang Lain Membuat Diri Lebih Bahagia</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/ketenaran-sang-perantara-hikmah/" rel="bookmark" class="crp_title">Ketenaran Sang Perantara Hikmah</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/mengambil-keputusan-melemahkan-produktivitas/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengambil Keputusan Malah Melemahkan Produktivitas?</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1258"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fproduktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2317%3A+Mencari+Hikmah+dan+Kebaikan+dari+Masalah+Memang+Terbukti+Ampuh'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fproduktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fproduktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2317%3A+Mencari+Hikmah+dan+Kebaikan+dari+Masalah+Memang+Terbukti+Ampuh'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fproduktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2317%3A+Mencari+Hikmah+dan+Kebaikan+dari+Masalah+Memang+Terbukti+Ampuh'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1258&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/produktivitas-mencari-hikmah-kebaikan-terbukti-ampuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 15:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[ampuh]]></category>
		<category><![CDATA[efektif]]></category>
		<category><![CDATA[efisien]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[Pada kiat produktivitas terakhir, saya sampaikan bahwa kemampuan kita berkata &#8220;Tidak&#8221; pada perihal yang tepat adalah penentu produktivitas kita. Nah, implikasi dari itu sebenarnya adalah kita sebaiknya berkemampuan untuk bekata &#8220;Iya&#8221; pada perihal yang tepat. Terlihat sama, namun tidak. Orang yang pintar berkata &#8220;Tidak&#8221; tidaklah lantas berkemampuan untuk memilih aktivitas atau perihal yang tepat (bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/400_F_9223216_pyG06052RmCw3nyg60Qrx.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" width="434" height="325" /></p>
<p>Pada kiat produktivitas terakhir, saya sampaikan bahwa <a href="http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/">kemampuan kita berkata &#8220;Tidak&#8221;</a> pada perihal yang tepat adalah penentu produktivitas kita. Nah, implikasi dari itu sebenarnya adalah kita sebaiknya berkemampuan untuk bekata &#8220;Iya&#8221; pada perihal yang tepat. Terlihat sama, namun tidak. Orang yang pintar berkata &#8220;Tidak&#8221; tidaklah lantas berkemampuan untuk memilih aktivitas atau perihal yang tepat (bukan sekedar baik) bagi dirinya.</p>
<p>Lantas, apa dong kriteria yang bisa digunakan untuk memilih aktivitas yang tepat?<br />
<span id="more-1239"></span><br />
Apa yang bisa saya sarankan adalah pilih apa-apa yang didasarkan atas bakat Anda. Di blog ini, saya pernah mengulas tentang <a href="http://akhmadguntar.com/dari-manakah-asal-muasal-munculnya-bakat/">asal muasal bakat</a>, p<a href="http://akhmadguntar.com/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan/">engembangan diri berbasis bakat</a> dan <a href="http://akhmadguntar.com/clifton-strength-finder/">mengapa Anda perlu berfokus padanya</a>.</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/yesorno.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" width="494" height="370" /></p>
<p>Pilihlah apa-apa yang mendekatkan diri Anda pada kekuatan terbesar Anda, yakni pada aktivitas berbentuk skill yang mana:</p>
<ol>
<li>Sebelum melakukannya, Anda terbayang-bayang karena ingin segera melakukannya. Apalagi ketika tidak sedang melakukan, Anda berangan-angan bisa melakukannya.</li>
<li>Ketika sedang melakukan atau menjalaninya, rasa penasaran dan ingin tahu Anda begitu membuat Anda tenggelam dan terus ingin menjalani. Lebih dari itu, Anda serasa mudah sekali untuk berkonsentrasi atasnya. Anda begitu tenggelam, keasyikan dan lupa waktu.</li>
<li>Begitu Anda rampung melakukan atau menjalaninya, tubuh atau fisik boleh lelah, tapi Anda merasa begitu puas. Hati kecil Anda mengatakan bahwa Anda telah serasa menjadi diri sendiri dengan apa yang telah Anda lakukan.</li>
</ol>
<p>Lantas bagaimana Anda bisa tahu bahwa suatu aktivitas tertentu itu memang benar merupakan kekuatan Anda?</p>
<p>Anda bisa tahu manakala&#8230;</p>
<p><strong>Pembelajaran Anda atasnya cepat, dan bahkan Anda punya riwayat sukses atasnya.</strong></p>
<ul>
<li> Anda cepat sekali dalam mempelajari aktivitas itu, dalam bertambah baik atasnya</li>
<li> Anda kerap sekali memikirkan aktivitas semacam ini, mungkin malah setiap hari</li>
<li> Tak sabar rasanya Anda untuk belajar teknik baru dari aktivitas itu</li>
<li> Anda pernah raih sukses atas aktivitas itu. Bukan Cuma sekali, melainkan berkali-kali.</li>
<li> Orang lain sering berkata, &#8220;Kamu emang punya bakat deh&#8221; atas jenis aktivitas itu.</li>
<li> Anda mungkin malah pernah meraih penghargaan atau berprestasi (meski tak harus mendapat piagam) dalam melakukan jenis aktivitas itu.</li>
</ul>
<p><strong>Anda punya tendensi besar atas aktivitas itu.</strong></p>
<ul>
<li> Anda suka sekali melakukan aktivitas semacam itu, mungkin malah tiap hari Anda pasti melakukannya. Anda selalu berharap-harap bisa kembali melakukannya.</li>
<li> Menyenangkan sekali membayangkan tatkala Anda sedang melakukannya.</li>
<li> Anda sering  secara suka dan rela -tanpa harus disuruh, atau meskipun tak disuruh atau bahkan mesti dilarang- menawarkan diri untuk melakukan aktivitas itu.</li>
<li> Pokoknya Anda sering banget entah bagaimana kedapatan melakukan ini. Anda sudah instingtif dalam melakukannya.</li>
</ul>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/i_love_yes.jpg" alt="Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat" /></p>
<p>Sehingga dari situ&#8230;<br />
Carilah dan ciptakan situasi di mana Anda bisa melakukan aktivitas yang memang jadi kekuatan Anda itu. Bisakah Anda mengatur atau menukar jadwal? Adakah peluang yang datang dari orang lain? Siapakah orang yang bisa Anda ajak bicara?</p>
<p>Bahagialah dengan keputusan Anda untuk <a href="http://akhmadguntar.com/kekuatan-atau-kelemahan-mana-yang-dikembangkan/">berkata Iya pada kekuatan Anda</a>.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-2-apa-ini-memang-perlu-dilakukan/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #2: Apa Ini Memang Perlu Dilakukan?</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/7-kiat-mencapai-kondisi-flow-produktivitas-khusyu%e2%80%99/" rel="bookmark" class="crp_title">7 Kiat Mencapai Kondisi Flow &#8211; Produktivitas Khusyu’</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-sikap-penundaan-pintar/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #14: Sikap Penundaan yang Pintar</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/pengembangan-diri-berbasis-bakat-meluarbiasakan-diri-berdasar-keunikan/" rel="bookmark" class="crp_title">Pengembangan-Diri Berbasis Bakat: Meluarbiasakan Diri Berdasar Keunikan</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1239"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-katakan-iya%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2316%3A+Katakan+Iya+pada+Perihal+yang+Tepat'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-katakan-iya%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-katakan-iya%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2316%3A+Katakan+Iya+pada+Perihal+yang+Tepat'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fkiat-produktivitas-katakan-iya%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2316%3A+Katakan+Iya+pada+Perihal+yang+Tepat'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1239&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata &quot;Tidak&quot;</title>
		<link>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 22:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[asertif]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[penunda]]></category>
		<category><![CDATA[rapi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=1222</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman Anda meminta Anda menjadi ketua panitia kegiatan tertentu. &#8220;Tak ada yang lain. Cuma kamu aja yang bisa.&#8221; kata mereka. Padahal Anda masih punya banyak tanggungan di pundak Anda. Tapi lantas Anda kok akhirnya menerima juga permintaan mereka. Pernah? Di saat Anda sedang sibuk mengerjakan tugas yang terkena deadline, ada teman baik yang mengajak Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/11.jpg" alt="Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata " width="501" height="334" /></p>
<blockquote><p>Teman-teman Anda meminta Anda menjadi ketua panitia kegiatan tertentu. &#8220;Tak ada yang lain. Cuma kamu aja yang bisa.&#8221; kata mereka. Padahal Anda masih punya banyak tanggungan di pundak Anda. Tapi lantas Anda kok akhirnya menerima juga permintaan mereka. Pernah?</p></blockquote>
<blockquote><p>Di saat Anda sedang sibuk mengerjakan tugas yang terkena deadline, ada teman baik yang mengajak Anda ikut jalan-jalan ke mall atau apapun aktivitas yang sebenarnya tak penting. Entah karena takut melukai perasaan teman atau apa, Anda pun akhirnya menerima. Pernah?</p></blockquote>
<p>Ada banyak orang yang merasa kesulitan untuk berkata TIDAK manakala diminta untuk melakukan sesuatu. Seringkali adalah karena sudah kadung terbiasa untuk menuruti apa yang diminta orang lain.<br />
<span id="more-1222"></span><br />
Mengatakan &#8220;Tidak&#8221; itu memang tidaklah mudah, terutama ketika Anda meyakini bahwa akan ada orang atau pihak yang terkecewakan atau merasa marah karena penolakan Anda. Tapi mari kita cermati. Berkata &#8220;Tidak&#8221; sesungguhnya adalah suatu pilihan sikap yang baik. Karena itu akan <span style="text-decoration: underline;">membebaskan kita dari membuat janji atau komitmen yang tidak secara tulus kita jalani kemudian</span>. Berani berkata &#8220;Tidak&#8221; artinya kita akan jadi lebih bersungguh-sungguh dalam mengkomitmenkan sesuatu. Tidak lantas kita berkata &#8220;Tidak&#8221; pada semua hal; kita berkata &#8220;Iya&#8221; untuk hal yang benar-benar penting.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8221; memang merupakan sebuah kata dengan konsekuensi yang besar. Namun ini adalah kata yang kita perlu gunakan secara lebih sering dalam konteks yang benar. Ini adalah kata yang bisa membawa kita pada kebebasan emosi, atau setidaknya kehidupan di mana kita tidak lagi cemberut dan dongkol dalam hati karena melakukan apa-apa yang sebenarnya tidak kita ingini.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8221; adalah kata yang menjadikan diri kita lebih berkuasa atas waktu-waktu kita. <em>Berkata &#8220;Tidak&#8221; akan meningkatkan nilai dari komitmen yang ada di pundak kita manakala kita berkata &#8220;Iya&#8221;</em>. Sementara itu, mengobral kata &#8220;Iya&#8221; tanpa mampu berkata &#8220;Tidak&#8221; bukan sekedar membuat kita kewalahan menjaga komitmen, namun juga akan membuat batin kita kesakitan dan orang lain pada akhirnya terkecewakan. Maka jadikanlah ucapan &#8220;Iya&#8221; Anda jadi bermakna bagi orang lain, dan juga bagi diri Anda sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/Assertive.gif" alt="Kiat Produktivitas #15: Beranilah Berkata " width="300" height="300" /></p>
<p>Anda sudah mengenal istilah asertif, bukan?</p>
<p>Anda bisa dikata bersikap tak Asertif ketika Anda gagal dalam mengekspresikan perasaan, pikiran, dan keyakinan Anda kepada orang lain. Atau juga, dibilang tak asertif manakala Anda menyatakan perasaan, pikiran dan keyakinan Anda dalam bentuk-bentuk yang bersifat apologis, tak pede atau rendah diri sedemikiran rupa orang lain jadi mudah untuk mengabaikan atau meremehkan Anda.</p>
<p>Sementara itu, Anda dikata bersikap asertif manakala Anda mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan keyakinan secara langsung dan jujur namun tidak sampai melanggar hak asasi orang lain. Dalam bersikap asertif, kita perhatikan kebutuhan dan perasaan diri sendiri dan juga orang lain.</p>
<p>Maka sekarang, janganlah takut untuk berkata &#8220;Tidak&#8221;.</p>
<h3>Gaya Berkata &#8220;Tidak&#8221;</h3>
<p>Ada banyak gaya untuk berkata tidak. Silahkan pilih mana yang sesuai dengan situasi Anda<br />
Pada yang berikut ini, kita contohkan Anda sedang diminta seorang teman untuk membantunya mengurusi sebuah event.</p>
<p><strong>Sekedar bilang tidak</strong>, bila memang sungguh-sungguh tak ada waktu atau kemauan untuk melakukan sesuatu. &#8220;Ndak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini.&#8221;</p>
<p>Dengan <strong>mempertimbangkan kondisi</strong> teman Anda,&#8221;Saya tahu sekarang sedang butuh bantuan dan terima kasih kamu begitu mempercayai aku. Tapi aku sungguh-sungguh nggak mbantu kamu sekarang ini.&#8221;</p>
<p>Dengan <strong>memberikan alasan apa adanya</strong> mengapa Anda menolak, tanpa membuka ruang negosiasi,&#8221;Ndak bisa. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event ini. Aku sendiri lagi ada dua event besar yang harus aku tangani bulan Maret ini.&#8221;</p>
<p><strong>Mengatasi teman yang kekeh, ngeyel atau persisten</strong> dengan cara merayu, memuji-muji, menjanjikan imbalan ataupun semacamnya. Memang bisa agak susah menolak orang yang menggunakan cara-cara itu. Tapi asal Anda juga persisten, maka Anda pasti bisa menghadapinya.<br />
&#8220;Tapi nggak ada lagi yang bisa kerja sebagus kamu&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Tapi aku udah kadung janji bakal bisa nyelenggarakan dg sukses meriah.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Kamu ta&#8217;traktir makan sampe sepuasmu deh.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
&#8220;Ayolah. Kamu baiiik deh.&#8221;<br />
&#8220;Nggak. Aku nggak bisa mbantu kamu ngurusin event itu.&#8221;<br />
dst&#8230;</p>
<p><img src="http://i575.photobucket.com/albums/ss199/akhmadguntar/6a00d8341c6ade53ef00e553bddca48834-.jpg" alt="Kiat Produktivitas #15: Menjadi Asertif; Beranilah Berkata " width="499" height="374" /></p>
<p><strong>Terhadap orang yang punya hubungan baik dengan Anda</strong>. &#8220;Gini, fren, aku tahu betul event ini memang penting buat kamu. Cuma aku bener-bener ndak ada gambaran gimana aku kemudian bisa mbantu kamu dengan kondisiku yang sekarang ini. Terima kasih betul udah terus mempercayai aku. Yang sekarang ini aku betul-betul belum bisa mbantu.&#8221;</p>
<p>atau</p>
<p>&#8220;Fren (teman), aku sebenernya ya bisa aja bilang &#8216;Iya&#8217; sekarang ini atas permintaanmu. Tapi aku khawatir nanti nanti bakal kerepotan sendiri mengingat kondisiku sekarang yang seperti ini. Jadi ketimbang aku ngecewakan kamu nanti dan lantas udah jadi susah buat kamu tuk cari pengganti, maka mending aku bilang aja sejak sekarang: aku nggak bisa.&#8221;</p>
<p>Selamat berkata &#8220;Tidak&#8221; secara bijak <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-praktis-bersikap-asertif-cara-mengatakan-tidak/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Praktis Bersikap Asertif: Cara Mengatakan &quot;Tidak&quot;</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/kiat-produktivitas-katakan-iya/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiat Produktivitas #16: Katakan Iya pada Perihal yang Tepat</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/jangan-cek-email-di-awalan-hari/" rel="bookmark" class="crp_title">Jangan Cek Email di Awalan Hari</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/cara-ampuh-membentuk-keyakinan-sukses/" rel="bookmark" class="crp_title">Cara Ampuh Membentuk Keyakinan Sukses</a></li><li><a href="http://akhmadguntar.com/bagaimana-membuat-orang-lain-menyukai-anda/" rel="bookmark" class="crp_title">Bagaimana Membuat Orang Lain Menyukai Anda</a></li></ul></div><div class="shr-publisher-1222"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><div class='shareaholic-like-buttonset' style='float:none;height:30px;'><a class='shareaholic-fblike' data-shr_layout='button_count' data-shr_showfaces='false' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fberanilah-asertif-berkata-tidak%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2315%3A+Menjadi+Asertif%3B+Beranilah+Berkata+%26quot%3BTidak%26quot%3B'></a><a class='shareaholic-fbsend' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fberanilah-asertif-berkata-tidak%2F'></a><a class='shareaholic-googleplusone' data-shr_size='medium' data-shr_count='true' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fberanilah-asertif-berkata-tidak%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2315%3A+Menjadi+Asertif%3B+Beranilah+Berkata+%26quot%3BTidak%26quot%3B'></a><a class='shareaholic-tweetbutton' data-shr_count='horizontal' data-shr_href='http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fberanilah-asertif-berkata-tidak%2F' data-shr_title='Kiat+Produktivitas+%2315%3A+Menjadi+Asertif%3B+Beranilah+Berkata+%26quot%3BTidak%26quot%3B'></a></div><div style="clear: both; min-height: 1px; height: 3px; width: 100%;"></div><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><img src="http://akhmadguntar.com/?ak_action=api_record_view&id=1222&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/beranilah-asertif-berkata-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

