Aug 21
Di post sebelumnya telah saya sampaikan bahwa bagaimanapun mahasiwa baru perlu dberi pengondisian keras sesuai dg definisi yg telah saya berikan. Namun ospek dengan model semi militeristik ini “hanya” akan efektif bila dijalankan oleh pihak militer itu sendiri. Nah, lantas apakah itu artinya mahasiwa tidak mampu atau tidak sebaiknya menjadi pelaksana ospek? Tidak juga, karena yg penting tentang ospek bukanlah pilihan metodologinya (apakah pake perploncoan atau yang lain), melainkan tujuan dan esensi yang diupayakan darinya.

Ospek - ajangnya ngemong mahasiswa baru
Ketika mahasiswa menjadi pelaksana ospek, apa yang perlu kita perhatikan di sini adalah untuk menempatkan pengkaderan massal (Ospek) dalam porsi yang sewajarnya. Kita perlu ingat bahwa selain ospek masih ada event pengembangan diri lain seperti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa, Achievement Motivation Training atau yang lain. Ospek tidak perlu mengambil tujuan belajar yang terlalu muluk.
Membentuk mahasiswa profesional bermental pemimpin yang memiliki sikap kritis, kreatif, inisiatif, proaktif, berpikiran luas, berintegritas pribadi yang dilandasi kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
Memang tujuan yang bagus, tapi tidakkah itu berlebihan? Bahkan training atau workshop pengembangan diri profesional saja berhati-hati dalam membuat ukuran sukses para lulusannya. Sekedar maksud baik saja belum cukup, kita juga perlu realistis dan miliki kompetensi yang cukup untuk mewujudkan maksud baik itu.
Baca lanjutan post »
Jul 13
Pada abad 21 ini, anggapan dasar kita tentang kehidupan perekonomian dunia akan kembali berbalik. Di abad 20 kita telah melihat berakhirnya dominansi eropa atas perekonomian dan perpolitikan global. Sementara di abad 21 kita melihat berakhirnya dominansi Amerika, dan bersamaan dengan itu, kita melihat Cina, India, dan Brazil terus bertumbuh sebagai kekuatan baru yg diperhitungkan di kancah dunia. Namun perubahan yg terjadi di abad ini akan lebih dalam dari sekedar penyeimbangan ekonomi dan geopolitik dunia.
Tantangan sebenarnya yg dihadapi di abad 21 adalah terkait realita bahwa seluruh umat manusia akan menanggung nasib yg sama di planet yg penuh sesak ini. Kita mencapai abad di mana telah terdapat 6,6 milyar orang hidup di sebuah ekonomi global yg terintekoneksi. Manusia telah mengisi setiap niche ekologi di muka bumi, mulai dari daerah tundra dingin hingga di daerah hutan tropis dan padang pasir tandus. Di beberapa tempat, masyarakat telah melampaui kapasitas tampung dari wilayah ybs, hingga yg timbul adl kelaparan kronis, degradasi lingkungan dan eksodus besar-besaran dari penduduk yg merana.
Baca lanjutan post »
May 26
Mahasiswa biasanya mendapatkan saran karir dari teman mereka (yg biasanya sama2 tak punya cukup pengalaman & wawasan ttg karir) atau keluarga (yg mendasarkan gagasan mereka pada apa2 yg berhasil tiga dekade lalu). Manapun yg dipilih, tak jarang anak muda mengalami ketidaksuksesan dalam karir.
Ada banyak sekali buku bimbingan karir, tapi para remaja dan mahasiswa biasanya tidak cukup betah untuk membaca buku-buku itu sampai tuntas. Pengarang buku A Whole New Mid, Dan Pink, punya gagasan yang cemerlang dengan membuat buku nasihat karir dalam bentuk manga.
Bukunya berjudul The Adventures of Johnny Bunko. Lihat gambar di bawah; si cowok adl Johny Bunko. Dia adl karyawan baru di perusahaan bernama Boogs, yg mulai tersiksa dg pekerjaannya. Lalu cewek dg perawakan ala Sakura-nya Naruto itu adl Diana. Dia adl penasehat karir supernatural yg muncul dari sumpit makan Bunko.
Baca lanjutan post »
May 15
Anda ingin mengenali temparemen atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan clue awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.
Catatan: post ini didasarkan pada wawasan Personality Plus, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen api (koleris), elemen tanah (melankolis), dan elemen air (phlegmatis)
Lihat sorot matanya:
- Klo sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar, maka dia sanguinis udara
- Klo sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris api, sperti gambar di bawah ini.
Baca lanjutan post »
May 11
Pada post sebelumnya, telah saya sampaikan bahwa beda pria wanita juga tampak pada perihal bagaimana mereka berkomunikasi. Nah, perbedaan ini bukanlah untuk kemudian dijadikan pembenaran untuk bersikap apa adanya. Kita bisa memilih untuk lebih produktif dan efektif dalam berkomunikasi.
Kita mulai dulu dari tips untuk para cowok. Sejak dulu kan cowok selalu dituduh sebagai kaum yang tak pengertian thd cewek. Bisa jadi itu memang benar. Entah apa karena kebanyakan cowok memang bebal atau kebanyakan cewek memang sebegitu susahnya untuk dimengerti, itu tak perlu diperdebatkan. Apa yg lebih penting adalah memahami perbedaan yg ada dan membuat penyikapan yg lebih bijak atasnya.
Okai, para cowok, perhatikan yg berikut ini:
Baca lanjutan post »
Apr 28
Ada sebuah adage lama yg mengatakan: Klo kamu bertanya pada pria sekarang ini jam berapa, maka dia akan langsung melihat arlojinya; tapi bila kamu tanyakan perihal yg sama kepada wanita, dia akan langsung bercerita tentang arloji2 cantik yg dia lihat di plaza kemarin sore
Anda mungkin pernah mendengar seorang wanita bertanya-tanya, “Aku ndak ngerti kenapa si cowok itu mundur teratur. Apa yg salah sih dg aku? Apa aku ini terlalu menuntut, atau malah kurang menuntut? Cowok emang mbingungin. ” Sementara itu, di hari yg sama si cowok juga bertanya-tanya,”Aku ndak paham ama cewek ini, aku mungkin udah berbuat salah, tapi apa ya. Cewek emang makhluk rumit deh.”
Nyatanya pria dan wanita memang berbeda, termasuk dalam hal cara mereka berkomunikasi. Hal ini amat penting untuk dimengerti karena komunikasi bukanlah sekedar menyampaikan pesan (dalam hal ini khususnya dg lawan jenis), namun juga terkait bagaimana kita memahami lawan bicara dan pesan2 yang dia berikan. Mari kita lihat saja bedanya; Baca lanjutan post »
Mar 26
Salah satu sebab mengapa banyak orang gagal menjalani tes wawancara adalah karena beberapa salah paham terkait apa yang benar-benar terjadi pada saat tes wawancara dilangsungkan. Saya menyebutnya sebagai mitos tes wawancara.
Setiap kita udah tau bahwa tujuan dari tes wawancara adalah untuk mencari orang2 terbaik untuk pekerjaan yg ditawarkan, tapi masih banyak yang belum paham tentang apa-apa yang membuat seorang kandidat bisa unggul ketimbang yg lain. Baca lanjutan post »
Mar 24
Siapa bilang Career Planning hanya untuk mereka yang masih kuliah. Ndak ada salahnya bagi mereka yg sudah bekerja untuk tetap berpikir tentang career planning. Biasanya mereka adalah yg kerap ajukan pertanyaan2 berikut ini:
- Kenapa aku ndak menikmati lagi pekerjaan ini?
- Kenapa karirku serasa terjun bebas?
- What’s next?
- Kenapa kok aku bosen?
- Di mana lagi aku bisa cari peluang2?
- Kenapa kepuasan kerjaku selalu aja rendah?
Nah, kiat berikut ini, biarpun terkesan umum, tapi ternyata tetap saja masih sering dilalaikan.
Baca lanjutan post »
Mar 12
Berikut adalah pertanyaan2 yg paling sering diajukan terkait Personality Plus. Diambil dari pertanyaan riil, jadi akan ada beberapa perulangan di sini.
- Personality Plus mengkotak2kan kita?
Tidak. Yang bisa mengkotak2kan diri ya cuma diri kita sendiri. Sepengetahuan saya, profiling ini tidak diciptakan untuk mengkotak2kan diri, melainkan untuk membantu kita mengenali pola bakat dan kompetensi. Nyatanya kita memang bisa memperkaya kepribadian kita hingga kita memiliki segenap kelebihan dari setiap temparemen. Disebut mengkotak-kotakkan apabila ybs membuat pendakwaan, “Aku ini kan emg sanguinis, ya wajar aja klo aku banyak bicara dan ndak bisa mendengarkan. Mau gimana lagi?!” Pengkotakan atas kelemahan ini lah yang harus dihindarkan.
Ketika kita sudah mengetahui siapa diri kita (dalam konteks temparemen), akanlah lebih mudah untuk mengejar traits2 lain. Pendefinisian traits yg ada membuat kita punya sesuatu (sifat/kompetensi) untuk dikejar dan dijadikan target.
Baca lanjutan post »
Mar 12

Konsep temparemen dunia barat diawali oleh apa-apa yang telah digagas oleh Yunani kuno, yang kemudian dimatangkan dipopulerkan oleh ilmuwan2 muslim, dan didayagunakan oleh bangsa Romawi.
Perlu dicatat, teori temparemen ini pada awalnya tidak digunakan untuk pengidentifikasian karakter. Ketika mematakangkan teori profiling ini, Ibnu Sina mendayagunakannya untuk keperluan pengobatan. Semisal saja, black bile (congealed blood) dikatakan (dari Ibnu Sina, diperkuat hasil penelitian Henry E. Sigerist, M.D.) bertanggung jawab untuk beragam jenis penyakit, mulai dari sakit kepala, vertigo, paralysis, spasm, epilepsi, dan beragam penyakit2 mental hingga gangguan terkait ginjal, liver dan limpa. Dari sini kemudian para ilmuwan psikollogi (semisal Theophrastus) membuat penelitian dan menemukan bahwa black bile tampaknya mendominasi kalangan orang pintar yang cenderung introvert, suka berpikir dan berpemikiran mendalam. Ciri gemar melakukan aktivitas berpikir yang kompleks dan mendalam itu lah yang kemudian menjadikan orang2 dg komposisi black-bile relatif banyak (yg berarti dia adalah melankolis) lebih rawan terkena penyakit2 mental spt yg tersebut di atas.
Baca lanjutan post »
Recent Comments