<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>AkhmadGuntar dot com</title>
	
	<link>http://akhmadguntar.com</link>
	<description>Entrepreneurship, Manajemen Karir, Pengembangan Diri, Strategi Sukses</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:30:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
	<image>
  <link>http://akhmadguntar.com</link>
  <url>http://akhmadguntar.com/favicon.ico</url>
  <title>AkhmadGuntar dot com</title>
</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/AkhmadguntarDotCom" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>1527386</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://www.feedburner.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Reaksi Berantai Sukses dan Gagal Sengsara</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/458990523/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/pemikiran/reaksi-berantai-sukses-dan-gagal-sengsara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Gagal]]></category>

		<category><![CDATA[informasi]]></category>

		<category><![CDATA[keputusan]]></category>

		<category><![CDATA[pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[Reaksi Berantai]]></category>

		<category><![CDATA[Sengsara]]></category>

		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Hidup ini ibarat sebuah jalan; di mana di sana jalan yg panjang dan yg pendek, ada yg halus dan yg berbatu. Ada jalan yg mengarahkan kita pada hidup bahagia berkecukupan dan penuh rahmat Tuhan, dan ada juga jalan yg mengarah pada kesengsaraan dan keterpurukan. Namun hidup kita tidaklah semudah memilih satu di antara dua. Tantangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://wwwdelivery.superstock.com/WI/223/1598/PreviewComp/SuperStock_1598R-51842.jpg" title="reaksi berantai sukses gagal tanda persimpangan jalan" alt="reaksi berantai sukses gagal tanda persimpangan jalan" align="left" width="231" height="350" hspace="9" />Hidup ini ibarat sebuah jalan; di mana di sana jalan yg panjang dan yg pendek, ada yg halus dan yg berbatu. Ada jalan yg mengarahkan kita pada hidup bahagia berkecukupan dan penuh rahmat Tuhan, dan ada juga jalan yg mengarah pada kesengsaraan dan keterpurukan. Namun hidup kita tidaklah semudah memilih satu di antara dua. Tantangan yg kita hadapi setiap harinya adl ketika kita bertemu dg persimpangan, pertigaan atau perempatan. Manakah yg kita pilih?</p>
<p>Kita selalu dan akan terus selalu membuat keputusan setiap harinya berdasarkan apa<sup>2</sup> yg kita anggap penting. Apakah keputusan itu mengarahkan kita pada sukses ataupun gagal yg sama<sup>2</sup> tak terhindarkan, itu semua bergantung pada informasi dan pemikiran yg telah dibentuk berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun.</p>
<p>Setiap dari keputusan yg kita ambil tersebut pasti mengarahkan kita pada tujuan tertentu di masa depan. Bagaimana pencapaian sukses kita nanti, itu dilihat dari semenjak sekarang, dari pilihan<sup>2 </sup>yg kita ambil sekarang dan di masa lalu. Karena kesuksesan tidaklah dimunculkan oleh sebuah kejadian tunggal, melainkan merupakan akumulasi dari serangkaian keputusan yg terkesan kecil dan tak penting. Sehingga sama juga, keterpurukan dan kesengsaraan bukanlah merupakan kejadian tunggal di satu waktu. Kita tidak menjadi gagal dan merana dalam rentang sehari semalam. Semua kegagalan dan keterpurukan adl hasil tak terelakan dari akumulasi pemikiran dan pilihan yg buruk di masa lalu.</p>
<blockquote><p>Gagal itu tidak lebih dari kesalahan pilihan yg terus diulang setiap harinya.</p></blockquote>
<p><span id="more-385"></span><br />
Pertanyaannya: Mengapa kok banyak orang terus salah mengambil pilihan hingga sampai berkali-kali?<br />
Jawabannya adl karena mereka tidak kebayang bahwa hal setiap pilihan itu sedemikian pentingnya. <img src="http://dyodyo.us/wp-content/uploads/2008/04/ist2_4375181_crossroad.jpg" title="pertigaan bingung ambil pilihan hidup" alt="pertigaan bingung ambil pilihan hidup" align="right" width="268" height="201" hspace="9" /></p>
<p>Jika dilihat secara tunggal, tindakan dan pilihan keseharian kita memang tidaklah tampak begitu penting. Dampak yg ditimbulkannya seringkali tidak dirasakan dalam waktu seketika. Jika semisal kita memutuskan untuk tidak membaca buku inspirasional tertentu atau tidak mempelajari keterampilan tertentu untuk peningkatan keahlian, atau tidak menjaga pola makan secara benar, kita mungkin tidak akan merasakan dampaknya hingga sampai beberapa minggu atau bahkan tahun ke depan. Dan karena itulah maka kita terus menjebak diri kita dg pilihan dan keputusan yg salah.</p>
<p>Mereka yg menderita penyakit akibat kolesterol adalah mereka yg di masa mudanya begitu mengumbar makanan. Perasaan nikmat di saat memakannya mengaburkan gambaran tentang konsekuensi negatif di masa depan. Sehingga tampaknya tidak menjadi masalah untuk terus makan makanan junk food. Konsekuensi semacam ini memang tidak hadir dg segera; hingga kemudian di suatu saat di masa depan dampak dari segala keputusan dan pilihan buruk itu mencuat menjadi masalah besar. Cepat atau lambat, kita harus membayar harga akibat segala keputusan dan pilihan salah kita.</p>
<p>Keterpurukan dan kegagalan memang punya ciri yg berbahaya; yakni ketidaknampakannya. Dalam jangka pendek, segala bentuk salah yg dilakukan tampaklah tidak membawa perbedaan. Kita tidak tampak sedang menuju kegagalan. Malah dalam perjalanannya kita bisa jadi dalam kondisi yg bahagia dan terpuaskan. Bukankah makanan junk food itu lezat, bukankah bermalasan nonton film dan nge-game itu juga enak.</p>
<p>Mengingat tidak ada keburukan yg langsung menimpa diri, maka kita jadi terus terbawa dari hari ke hari untuk mengulangi kesalahan yg sama, menganut pemikiran yg tetap saja salah, hingga akhirnya terus mengambil dan menjalani pilihan<sup>2</sup> yg salah. Karena langit tidak langsung mengambruki kita, maka semua kesalahan itu tidak tampak berbahaya dan merugikan. Oleh karenanya jadi kepikir &#8220;Kayaknya ndak papa deh klo diulangi lagi&#8221;.</p>
<p>Sama seperti sekumpulan total keputusan masa lalu kita telah membawa kita ke kondisi yang sekarang ini, keputusan<sup>2</sup> yg kita buat saat ini pun juga akan membawa kita pada kepuasan atau penyesalan di masa depan. Maka sekarang mari bersikap lebih waspada atas pilihan<sup>2</sup> yg kita ambil.</p>
<p><img src="http://www.joe-ks.com/archives_jan2007/NoGoIntersection.jpg" title="persimpangan jalan dg tanda menyesatkan" alt="persimpangan jalan dg tanda menyesatkan" width="400" height="393" /></p>
<p>Jika kita perhatikan betul pengalaman kita, khususnya di mana kita membuat keputusan yg salah, maka kita akan temukan bahwa bisa jadi kita tidaklah membuat keputusan yg salah berdasarkan informasi yg tersedia. Namun adalah informasi yg salah itu yg akhirnya mengarahkan pada keputusan yg salah.</p>
<p>Maka mari kita perhatikan kevalidan informasi yg kita punya. Dan pastikan kita setiap hari terus belajar dan mendapatkan informasi<sup>2</sup> yg bisa meningkatkan kualitas kita dalam menentukan pilihan. Baca buku dan tulisan<sup>2</sup> bermutu di blog, diskusi dg mereka para ahli dan senior, apapun yg bisa membentuk ingatan dan pemahaman.</p>
<p>Sesungguhnya apa<sup>2 </sup>yg kita serap di kepala kita akan membentuk pemahaman dan ingatan. Semua itu akan membentuk pemikiran, yg akan kemudian membentuk keyakinan. Sementara keyakinan akan menentukan apa<sup>2</sup> yg akan kita pilih, dan apa<sup>2 </sup>yg kita pilih akan menentukan bagaimana kualitas hidup kita kita sekarang atau nantinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/pemikiran/reaksi-berantai-sukses-dan-gagal-sengsara/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/pemikiran/reaksi-berantai-sukses-dan-gagal-sengsara/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Orang Susah Kerjanya Nonton Tivi, Orang Bahagia Mbaca dan Bersosialisasi</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/457793297/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 00:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>

		<category><![CDATA[nonton]]></category>

		<category><![CDATA[Sengsara]]></category>

		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<category><![CDATA[tipi]]></category>

		<category><![CDATA[tivi]]></category>

		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[
Penelitian yg dilakukan oleh sosiolog di Universitas Maryland menyatakan bahwa orang-orang yg susah cenderung nonton acara televisi lebih banyak, sementara mereka yg terbilang bahagia cenderung menghabiskan waktu mereka untuk membaca dan bersosialisasi.
Penelitian ini dilakukan selama 30 tahun terhadap 30.000 orang dewasa dalam serangkaian survei tentang perilaku sosial. Para peneliti tersebut melaporkan bahwa menghabiskan waktu untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.savingadvice.com/images/blog/trashed-tv.jpg" width="490"/></p>
<p>Penelitian yg dilakukan oleh sosiolog di Universitas Maryland menyatakan bahwa orang-orang yg susah cenderung nonton acara televisi lebih banyak, sementara mereka yg terbilang bahagia cenderung menghabiskan waktu mereka untuk membaca dan bersosialisasi.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan selama 30 tahun terhadap 30.000 orang dewasa dalam serangkaian survei tentang perilaku sosial. Para peneliti tersebut melaporkan bahwa menghabiskan waktu untuk menonton televisi bisa menimbulkan kebagiaan selama sesaat bagi seseorang, namun hanya sedikit saja dampak positif untuk jangka panjang.</p>
<p><span id="more-389"></span>John P. Robinson, salah satu pakar sosiolog mengatakan, &#8220;Televisi tidaklah mampu membuat seseorang merasa bahagia atau terpuaskan dalam jangka panjang sebagaimana yg bisa didapatkan dari membaca buku dan berinteraksi dg orang<sup>2</sup>. Data yg ditemukan menunjukkan bahwa kebiasaan menonton televisi memberikan kesenangan jangka-pendek namun perasaan sakit (perasaan) atau tak nyaman dalam jangka panjang. Menonton televisi adl aktivitas pasif dan bisa memberikan tempat untuk melarikan diri semisal dalam kondisi krisis ekonomi. &#8221; Berdasarkan data yg didapat, Robinson memproyeksikan bahwa aktivitas menonton televisi akan meningkat secara drastis sejalan dg kondisi perekonomian yg diperkirakan memburuk dalam beberapa bulan atau tahun ke depan.</p>
<p>Para peneliti juga menemukan bahwa orang<sup>2</sup> yg merasa dirinya bahagia memiliki aktivitas sosial yg lebih tinggi, menghadiri acara<sup>2</sup> sosial dan keagamaan lebih sering, dan juga membaca buku, majalah atau koran. Orang yg mengaku tidak bahagia sebenarnya juga melakukan hal itu, namun mereka menonton televisi 20 persen lebih banyak ketimbang membaca dan bersosialisasi.</p>
<p>Data responden menyatakan bahwa menonton televisi memang aktivitas yg lebih mudah dilakukan ketimbang bersosialisasi. Orang yg menonton televisi tidak perlu pergi ke manapun, ya tinggal duduk aja di depan tivi, dia juga tidak perlu repot ganti baju dan berdandan, mencari teman untuk membarengi, mbikin rencana dan janjian, mengeluarkan tenaga dan uang, pokoknya gampang. Dengan ditambah efek kesenangan seketika yg bisa didapat dg menonton televisi, maka bisa dipahami jika kebanyakan orang (di Amerika) menghabiskan lebih dari separuh waktu luang mereka untuk menonton televisi.</p>
<p><img src="http://i.treehugger.com/images/2007/10/24/TV%20graph.jpg" width="468" height="377" /></p>
<p>Berbeda dg orang<sup>2</sup> yg bahagia, orang<sup>2</sup> yg sengsara juga cenderung merasa bingung bagaimana memanfaatkan waktu luang mereka dan di sisi lain juga merasa diburu-buru oleh waktu. Orang yg menonton televisi karena tak punya alternatif aktivitas yg lebih bermanfaat akhirnya akan sedemikian terlarut hingga kemudian dia baru menyadari betapa banyak waktu yg telah dihabiskan untuknya.</p>
<p>Punya banyak atau cukup waktu luang, tapi tak tahu bagaimana memanfaatkan, itu dia masalahnya.</p>
<p>Padahal pemuasan sesaat dg televisi ini bisa menimbulkan efek kecanduan. Steve Martin, peneliti dari Universitas Maryland mengatakan, &#8220;Dan efek kecanduan ini tentunya menghasilkan kesenangan sementara namun penyesalan dalam jangka panjang. Mereka yg sudah terkena kecanduan televisi akhirnya akan kurang diuntungkan baik secara pribadi maupun kehidupan sosialnya.&#8221;</p>
<p>Sumber: University of Maryland</p>
<p>Well, begitulah apa kata penelitian. Untuk saat ini belum ada komentar dari saya <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/orang-susah-kerjanya-nonton-tivi-orang-bahagia-mbaca-dan-bersosialisasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Distorsi dalam Proses Komunikasi</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/453800274/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/distorsi-dalam-proses-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 01:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[channel]]></category>

		<category><![CDATA[communication]]></category>

		<category><![CDATA[distorsi]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi efektif]]></category>

		<category><![CDATA[message]]></category>

		<category><![CDATA[pesan]]></category>

		<category><![CDATA[pilihan kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Orang2 di tempat kerja biasanya menghabiskan hingga 75% waktunya untuk berkomunikasi interpersonal. Sehingga tidak heran jika akar dari banyak masalah di tempat kerja biasanya selalu mengacu pada komunikasi yg buruk. Komunikasi efektif adl komponen sukses yg penting bagi sebuah organisasi, baik dalam tingkatan interpersonal, intergroup, intragroup, organisasi ataupun tingkatan eksternal. Pun juga tentu saja dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang<sup>2</sup> di tempat kerja biasanya menghabiskan hingga 75% waktunya untuk berkomunikasi interpersonal. Sehingga tidak heran jika akar dari banyak masalah di tempat kerja biasanya selalu mengacu pada komunikasi yg buruk. Komunikasi efektif adl komponen sukses yg penting bagi sebuah organisasi, baik dalam tingkatan interpersonal, intergroup, intragroup, organisasi ataupun tingkatan eksternal. Pun juga tentu saja dalam kehidupan kita sehari-hari.</p>
<p>Meskipun setiap dari kita telah berkomunikasi semenjak kecil, tapi belum berarti kita sudah menjadi komunikator yg ahli. Apa yg terjadi dalam sebuah proses pengiriman pesan sesungguhnya amatlah kompleks dan rawan terjadi error atau kesalahan.</p>
<p>Kita lihat saja contoh percakapan via telepon berikut:</p>
<blockquote><p><strong>Ani:</strong> Bos, maaf ya. Saya besok sepertinya ndak bisa datang rapat lagi. Kehamilan ini mbikin saya terus merasa mual &amp; pusing. Dokter saya bahkan bilang ke saya untuk mengurangi waktu kerja di kantor.<br />
<strong> Bos:</strong> Ani, ini sudah ketiga kalinya kamu mangkir, padahal pekerjaan kamu sudah kian menumpuk. Masa harus kami di sini yang kedampuk repot dan ruwet gara-gara kamu yg absen melulu.</p></blockquote>
<p><span id="more-387"></span>Dalam komunikasi, paling tidak ada bagian &#8220;makna atau arti&#8221; yg hilang dalam proses transmisi dari pengirim ke penerima. Dalam banyak kasus, maksud sebenarnya dari sebuah pesan biasanya hilang dan pesan yg dipahami oleh orang lain malah ternyata berbeda jauh dg apa yg dimaksudkan oleh pengirim pesan.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img title="diagram dekode informasi komunikasi " src="http://content.answers.com/main/content/wp/en/7/79/Encoding_communication.jpg" alt="diagram dekode informasi komunikasi " width="400" height="345" /><p class="wp-caption-text">Dalam kenyataan, proses komunikasi seringkali tidaklah berlangsung semulus ini.</p></div>
<p>Dalam contoh percakapan di atas, Ani tampaknya sedang menyampaikan pesan sederhana, &#8220;Dia tidak bisa hadir rapat karena rasa mual &amp; pusing&#8221;. Tapi dia harus menerjemahkan apa yg ada di pikirannya dalam perkataan. Dan inilah potensi pertama terjadinya error. Apakah dia sekedar ingin menyampaikan bahwa dia berhalangan hadir, atau mungkin ada yg lain. Ternyata memang ada yg lain. Ani merasa kesal karena dia tidak merasa dimengerti oleh bos dan rekan<sup>2</sup> kerjanya. Sementara rekan<sup>2</sup> kerja Ani juga merasa tertekan oleh pekerjaan akibat ketidakhadiran Ani.</p>
<p>Apa yg tampaknya merupakan komunikasi sederhana tyt dalam kenyataannya cukuplah rumit. Ani mengkomunikasikan jauh lebih banyak ketimbang bahwa dia berhalangan dari menghadiri rapat. Dia ternyata juga menumpahkan sekian ragam emosi akibat merasa tidak dipahami, dan semakin diperparah lagi dg perasaan BeTe dan kesal akibat mual dan pusing yg dialaminya. Sehingga pesan yg dia kirimkan lebih dari sekedar kata-kata; melainkan juga nada bicara, waktu bicara (timing) dan bagaimana dia mengungkapkan atau mengekspresikan pesannya.</p>
<p>Sama juga, sang atasan juga melalui serangkaian proses komunikasi kompleks dalam &#8220;mendengar&#8221; pesan. Pesan yg dikirimkan oleh Ani harus didekodekan dan dimaknai. Ada banyak cara untuk mendekodekan pesan sederhana yg Ani berikan, dan bagaimana pesan itu didengar akan berpengaruh pada respon yg diberikan balik kepada Ani. Dalam kasus ini, sang Bos &#8220;mendengar&#8221; nada permusuhan dari Ani, perasaan acuh tak acuh pada pekerjaan, serta kurangnya rasa tanggung jawab dan pertimbangan ke depan. Padahal Ani mungkin tidak memaksudkan hal itu, tapi begitulah yg didengar oleh sang atasan.</p>
<p><img title="komunikasi istri suami salah paham" src="http://www.4to40.com/images/science/communication/mc_phersons_communication_problem.gif" alt="komunikasi istri suami salah paham" hspace="9" width="241" height="269" align="right" />Komunikasi itu ternyata begitu rumit karena di setiap tahapan ada peluang terjadinya error. Para ahli psikologi sosial memperkirakan biasanya ada sekitar 40 s.d 60% kehilangan makna dalam pengiriman pesan dari pengirim ke penerima.<br />
Adalah sangat penting untuk memahami proses ini, termasuk memahami dan bersikap awas terhadap sumber kesalahan dan mengantisipasi kecenderungan ini dengan melakukan upaya sadar untuk meminimalisir jumlah makna yg hilang dalam percakapan.</p>
<p>Ada banyak sumber penghalang dan distorsi komunikasi, semisal saja yg berikut ini:</p>
<ul>
<li><strong>Bahasa.</strong> Sudah jelas. Orang berbahasa madura akan kesulitan dalam menyampaikan pesannya pada orang Batak. Sama juga, anak muda dg bahasa gaul akan kesulitan mengkomunikasikan pesannya dg baik pada orang tuanya.</li>
<li><strong>Pilihan Kata.</strong> Pilihan kata akan sangat menentukan kualitas komunikasi. Karena kata merupakan representasi simbolis dari sebuah fenomena, maka di sini ada ruang interpretasi dan juga distorsi makna. Pada contoh di atas, sang Bos menggunakan pilihan kata (ini sudah ketiga kalinya kamu mangkir). Kata &#8220;mangkir&#8221; di sini bisa diartikan oleh Ani sebagai lari dari tanggung jawab dg sikap acuh tak acuh. Lebih jauh lagi, bagi Ani itu merupakan bentuk kekurangpedulian akan kondisi dirinya yg sedang kurang fit. Setiap kata bisa dimaknai beda oleh setiap orang. Jangan kemudian kita sembarangan memilih penggunaan kata bila tak tahu apa maknanya.</li>
<li><strong>Sikap defensif</strong>, sehingga hanya sedikit informasi yg benar2 bisa terkunyah.</li>
<li><strong>Distorsi dari pengalaman masa lalu</strong>, seperti menyama2kan lawan bicara dg orang2 yg pernah kita temui di masa lalu, dan beranggapan mereka akan menyampaikan informasi yg tak jauh beda.</li>
<li><strong>Salah memahami pesan non verbal </strong>seperti bahasa tubuh dan nada bicara.</li>
<li><strong>Sikap pilih-pilih dengar</strong>, yakni hanya ingin mendengar apa2 yg ingin untuk didengar.</li>
<li><strong>Asumsi lugu.</strong> Yakni beranggapan bahwa lawan bicara sudah bisa melihat situasinya sama spt Anda, punya informasi yg sama, punya perasaan yg sama.</li>
<li><strong>Gagap Sarana. </strong>Yakni ketika kita menggunakan bantuan medium untuk menyampaikan pesan.<img title="gambar proses komunikasi dg sarana channel" src="http://www.4to40.com/images/science/communication/MESSAGE.gif" alt="gambar proses komunikasi dg sarana channel" width="361" height="38" />Ketika Anda menggunakan bantuan channel semisal email atau SMS, maka tantangan pertama adl mengeluarkan isi pesan dari benak untuk ditumpahkan dalam bentuk tulisan. Ini ternyata jadi masalah bagi banyak orang. Klo disuruh ngomong sih bisa, tapi klo disuruh nulis itu kok jadi blank. Pun jika kita menggunakan email atau SMS, pesan emosi seperti protes, marah, geli, atau yg lain tidaklah bisa tersampaikan dg akurat, bahkan dg bantuan emoticon sekalipun.</li>
</ul>
<p>Baik. Ini adalah bahasan tentang distorsi dalam komunikasi. Belum ada solusi yg tersampaikan di sini. Namun paling tidak kita bisa pahami bahwa yg disebut komunikasi bukanlah sekedar penyampaian pesan dari <em>sender</em> ke <em>receiever</em>, melainkan:</p>
<blockquote><p>Proses penyampaian pesan dari pengirim ke penerima sedemikian rupa sehingga pesan itu dipahami dg akurat oleh sang penerima.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/distorsi-dalam-proses-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/distorsi-dalam-proses-komunikasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Menelusuri Sumbernya</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/448961157/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 00:15:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Ampuh]]></category>

		<category><![CDATA[PeDe]]></category>

		<category><![CDATA[Percaya Diri]]></category>

		<category><![CDATA[self confidence]]></category>

		<category><![CDATA[self confident]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat percaya diri Anda bisa berubah tergantung pada tempat dan waktu. Bila Anda megingat-ingat sepuluh tahun lalu, Anda tentu akan rasakan betapa tingkat percaya diri Anda telah meningkat sejalan dg banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Seberapa PeDe Anda juga bisa dipengaruhi oleh situasi, apa-apa yg terjadi di tempat kerja maupun di rumah. Ada kalanya Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.more4kids.info/uploads/Image/self-confident-child.jpg" title="tingkat percaya diri sumber pede" alt="tingkat percaya diri sumber pede" align="right" width="333" height="221" hspace="9" />Tingkat percaya diri Anda bisa berubah tergantung pada tempat dan waktu. Bila Anda megingat-ingat sepuluh tahun lalu, Anda tentu akan rasakan betapa tingkat percaya diri Anda telah meningkat sejalan dg banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Seberapa PeDe Anda juga bisa dipengaruhi oleh situasi, apa-apa yg terjadi di tempat kerja maupun di rumah. Ada kalanya Anda merasa begitu percaya diri, dan ada pula kala di mana Anda merasa begitu <em>down</em>. Ketika Anda sedang tidak merasa begitu sehat dan menangani terlalu banyak pekerjaan sehingga kewalahan, tingkat PeDe Anda mungkin akan goyah. Namun manakala Anda merasa begitu fit dan merasa telah melakukan tugas Anda dg baik, maka Anda merasa seperti bisa menaklukkan dunia.</p>
<p>Ada banyak cara mengukur tingkat PeDe, berikut adalah salah satunya. Berikan skor 1 sampai 5 untuk pernyataan<sup>2</sup> berikut ini:<br />
<span id="more-378"></span></p>
<ul>
<li> Saya sudah punya kejelasan tentang apa<sup>2</sup> yg penting dalam hidup</li>
<li> Saya benar<sup>2</sup> telah tahu apa yg saya inginkan untuk kehidupan saya</li>
<li> Saya tak bernah mencela diri habis-habisan atas kegagalan yg saya alami</li>
<li> Saya bisa tetap berdiri tegak dan berpikir jernih meskipun suasananya sudah jadi begitu emosional</li>
<li> Banyak dari pekerjaan saya melibatkan apa<sup>2</sup> yg saya begitu suka untuk jalani</li>
<li> Terkadang saya benar<sup>2</sup> merasa begitu tenggelam dalam pekerjaan</li>
<li> Saya dikenal orang sbg orang yg optimis</li>
<li> Saya menghargai diri sendiri dan orang<sup>2</sup> di sekitar saya</li>
<li> Saya punya penilaian yg realistis tentang kekuatan dan kelemahan saya</li>
<li> Saya tahu apa yg orang lain pikir tentang apa<sup>2</sup> yg jadi kekuatan saya</li>
<li> Saya tidak merasa canggung untuk mencoba hal dan tantangan baru</li>
<li> Saya begitu menikmati pengalaman belajar dan bertumbuh</li>
<li> Saya merasa mampu menangani stres</li>
</ul>
<p>Semakin tinggi skor Anda, semakin bisa dibilang PeDe Anda. Namun jangan khawatir jika Anda tidak sampai berikan skor 5 untuk setiap pernyataan di atas. Bukan berarti orang yg punya tidak punya skor sempurna tidak bisa sukses. Ada toh orang<sup>2</sup> yg masih merasa canggung pada hal<sup>2 </sup>baru lebih karena dia memang suka menganalisa di awal. Dia bukannya tidak percaya diri. Dia justru amat percaya diri dg kekuatan analisanya yg membuat dia tidak dg segera nyemplung ke dalam air.</p>
<p>Salah satu kunci penting yg dimiliki orang PeDe adalah mereka memiliki harga diri yg tinggi; mereka memberi harga yg mahal untuk diri mereka, mereka memandang diri mereka secara positif, mereka memberi penghargaan yg tinggi pada dirinya. Ini bukanlah kemudian perwujudan sikap tinggi hati atau ujub. Dalam sifat ujub, kita membandingkan diri dg orang lain; merasa diri baik dan bersamaan dg itu menganggap orang<sup>2</sup> lain lebih buruk darinya sampai pada tahap meremehkan.</p>
<p>Orang yg PeDe adalah mereka<sup>2</sup> yg telah cukup mengenal tentang diri mereka sendiri. Mereka tahu kelebihan<sup>2</sup> dan apa<sup>2</sup> yg mereka bagus dalam melakukan. Dari situlah kemudian mereka jadi punya dasar untuk memberikan harga pada diri sendiri. Dan juga dari situlah muncul kepercayaan untuk mengambil tantangan dan peluang baru sesuai dg kelebihan spesifik yg telah mereka temukan. Dan semua itu dilakukan tanpa kemudian merendahkan orang lain.</p>
<p>Sehingga di sini tersirat rumusan bahwa tingkat percaya diri kita ditentukan oleh apa<sup>2</sup> yg kita anggap penting atau berarti. Riset menunjukkan bahwa jika Anda memberikan penghargaan yg sepantasnya pada bakat dan apa<sup>2</sup> yg Anda bagus ketika melakukannya, maka PeDe Anda akan terbangun dg baik. Sebaliknya, bila Anda menganggap apa<sup>2</sup> yg Anda buruk ketika melakukannya sebagai hal yg penting dan berarti, maka meskipun teman<sup>2</sup> Anda tak mempermasalahkannya, Anda tetap tidak akan punya tingkat PeDe yg berarti.</p>
<p>Artinya apa? Bahwa membangun PeDe itu dimulai dari mengenal dan memberi penghargaan pada kekuatan, bakat dan potensi diri. Bila Anda bagus di kesenian dan ilmu eksakta, tak perlu mencela diri habis-habisan bila tak bisa ikut kejuaran basket nasional mewakili sekolah. Pujilah diri sendiri atas apa<sup>2</sup> yg Anda punya keistimewaan di dalamnya. Dari situlah kemudian rasa hormat dan penghargaan dari orang lain akan juga berdatangan pada diri Anda, yg pada gilirannya juga akan meningkatkan PeDe Anda.</p>
<p>So, <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wawasan/clifton-strength-finder/" target="_blank" title="(83 hits)">apakah bakat Anda</a>?</p>
<p>Hanya sedikit saja orang di dunia ini yg memiliki PeDe untuk seluruh aspek dalam kehidupan mereka. Mereka yg tampak demikian barangkali sedang berakting - dg diri mereka sendiri sbg penontonnya. Maka temukanlah bakat dan kekuatan Anda, dan berilah penghargaan yg pantas terhadapnya. Itulah dasar bagi Anda untuk menjadi PeDe.</p>
<p><img src="http://i191.photobucket.com/albums/z94/Red_Shoulder/Demotivational/DoOneBraveThing.jpg" title="Self confidence nyali berani penguin beruang" alt="Self confidence nyali berani penguin beruang" width="500" /></p>
<p>Menelusuri bakat belumlah cukup. Akan baik juga bila Anda juga mengumpullkan umpan balik dari orang<sup>2</sup> di sekitar Anda. Umpan balik yg saya maksud di sini bukanlah apa<sup>2</sup> yg tempat kerja Anda terapkan secara formal.  Cobalah tanyakan pada teman kantor, keluarga, teman pergaulan tentang apa<sup>2</sup> yg Anda punya kelebihan dibanding yg lain. Ketika kita tidak melakukan, soalnya kita sering berceletuk pada diri sendiri, &#8220;Lha, klo gitu kan semua orang juga bisa.&#8221; Dan terkadang Anda juga malah tak kepikir tentang kelebihan<sup>2</sup> yg Anda dengar dari orang lain:&#8221;Ah, masak sih.&#8221; Mungkin begitu respon Anda. Tapi jika ada lebih dari dua orang yg mengatakan hal yg sama tentang Anda; jangan<sup>2</sup> itu memang benar, entah itu hal yg baik ataupun yg buruk.</p>
<p>Coba saja tanyakan pada mereka:</p>
<ul>
<li> Menurutmu, aku ini bagusnya apa/ngapain sih? Beberapa teman mungkin akan menggurai dg menjawab, &#8220;Kamu ini bagusnya mati aja.&#8221; Maka biarkan dan teruskan temukan jawaban yg Anda butuhkan.</li>
<li> Kapan kamu pernah mergoki aku ngelakukan sesuatu dg amat baik? Jika jawabannya, &#8220;Ketika kamu tidur atau kentut&#8221;, maka teruskan saja bertanya.</li>
<li> Menurutmu aku harus lebih sering ngapain? dan Menurutmu aku harus lebih jarang ngapain? Jika jawabannya &#8220;Harusnya lebih sering kasih utangan dan lebih jarang minjem uang ke aku&#8221;, maka teruskan saja bertanya.</li>
<li> Kamu bisa ngandelin aku untuk urusan apa? Jika jawabannya,&#8221;Biasanya sih untuk urusan<sup>2</sup> yg ndak ada gunanya&#8221;. Maka teruskan saja bertanya. Yg namanya temen memang njawabnya bisa asal. Tapi klo saja kita terus mau bertanya dan memancing mereka untuk mau benar<sup>2</sup> berpikir, maka besar peluang kita mendapatkan jawaban yg kita butuhkan.</li>
</ul>
<p>Yang namanya umpan balik kan cuman sekedar pendapat orang lain. Intinya adalah supaya Anda bisa mengambil apa<sup>2</sup> yg berguna dari sana. Jadi dengarkan saja dan ambil bagian<sup>2</sup> yg bisa menambah PeDe Anda. Untuk bagian<sup>2</sup> yg malah bisa menjatuhkan, lupakan saja <img src='http://akhmadguntar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/tips-ampuh/mengukur-tingkat-percaya-diri-dan-menelusuri-sumbernya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/AkhmadguntarDotCom/~3/448949885/</link>
		<comments>http://akhmadguntar.com/wawasan/50-gambar-foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah-pengobat-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 00:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wawasan]]></category>

		<category><![CDATA[Foto Masjid Nabawi]]></category>

		<category><![CDATA[Gambar Masjid Nabawi]]></category>

		<category><![CDATA[Madinah]]></category>

		<category><![CDATA[Masjid Nabawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadguntar.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Posting tentang wisata rohani ke Masjid Nabawi Madinah ternyata menjadi salah satu post yg diminati. Saya kira ini karena masih sedikitnya tulisan berbahasa Indonesia tentangnya. Pun juga termasuk gambar2 tentang Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ternyata tidak gampang juga mencari foto atau gambar berkualitas baik. Maka di situ lantas kepikir untuk membagi koleksi2 gambar saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posting tentang <a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/wawasan/wisata-rohani-ke-masjid-nabawi-rasulullah-saw/" target="_blank" title="(49 hits)">wisata rohani ke Masjid Nabawi Madinah</a> ternyata menjadi salah satu post yg diminati. Saya kira ini karena masih sedikitnya tulisan berbahasa Indonesia tentangnya. Pun juga termasuk gambar2 tentang Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ternyata tidak gampang juga mencari foto atau gambar berkualitas baik. Maka di situ lantas kepikir untuk membagi koleksi<sup>2</sup> gambar saya. Bagi yg belum umroh ataupun haji, Anda bisa menggunakan gambar<sup>2</sup> berikut untuk memotivasi diri. Cetak dan tempel di kamar atau ruang kerja. Bagi yg sudah pernah umroh atau berhaji, maka semoga gambar<sup>2</sup> berikut bisa digunakan sebagai pelepas kerinduan.</p>
<p>Semua foto berikut ini memiliki dimensi yg cukup tinggi; dan itu semua bukanlah hasil jepretan saya. Watermark yg ada di setiap gambar dimaksudkan untuk membuat mereka yg pas menemukan satu gambar jadi tahu di mana tempat mencari sisa yg lain. <strong>Silahkan klik pada gambar untuk mendapatkan ukuran yg sesungguhnya di tab lain.</strong></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-01.jpg" target="_blank" title="(61 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-01.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-02.jpg" target="_blank" title="(50 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-02.jpg" alt="" width="495" /></a><br />
<span id="more-370"></span><br />
<a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-03.jpg" target="_blank" title="(34 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-03.jpg" alt="" width="495" /></a><br />
(silahkan klik pada gambar)<br />
<a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-04.jpg" target="_blank" title="(35 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-04.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-05.jpg" target="_blank" title="(21 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-05.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-06.jpg" target="_blank" title="(29 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-06.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-07.jpg" target="_blank" title="(19 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-07.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-08.jpg" target="_blank" title="(15 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-08.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-09.jpg" target="_blank" title="(23 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-09.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-10.jpg" target="_blank" title="(20 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-10.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-11.jpg" target="_blank" title="(13 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-11.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-12.jpg" target="_blank" title="(12 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-12.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-13.jpg" target="_blank" title="(12 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-13.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-14.jpg" target="_blank" title="(20 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-14.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p><a href="http://akhmadguntar.com/go.php?http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-15.jpg" target="_blank" title="(43 hits)"><img class="alignnone" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-15.jpg" alt="" width="495" /></a></p>
<p>Kita lanjutkan di halaman dua ya biar loading per halamannya lebih ringan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadguntar.com/wawasan/50-gambar-foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah-pengobat-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://akhmadguntar.com/wawasan/50-gambar-foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah-pengobat-rindu/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
