Disclaimer Saya Atas Bagian THE SECRET yang Menyesatkan

Hikmah Add comments

Guntar Disclaimer atas The SecretSemakin merebaknya gagasan The Secret membuat saya bisa melihat adanya dampak buruk yg perlu dipotret dan dikritisi. Post ini bukanlah review tentang gagasan dalam The Secret, melainkan kritik dan disclaimer pribadi saya ketika menyampaikan gagasan dalam The Secret kpd orang lain.

The Secret sendiri adl referensi yg amat saya suka. Kemasan buku dan filmnya mantap pula. Sudah beberapa kali saya menikmati film dan audio booknya. Saya senang krn banyak gagasan yg disampaikan di sana kongruen dengan pengalaman pribadi saya terkait pencapaian thd sesuatu; mulai dulu banget dari ketika membeli hape, komputer, laptop, sepeda motor, sampai baru2 ini membiayai pernikahan, semua dg uang sendiri. Gagasan yang disampaikan sih bukan perihal baru, tapi cara mengemasnya itu lho yang mbikin mantap abis.

Gagasan yg disampaikan di sana terasa menyenangkan utk diterima dan diyakini. Hati ini serasa plong krn gagasan yg ada di sana menjadikan hidup ini serasa lebih enteng dan mudah utk dijalani. Yg penting kita pintar membayangkan dan berkemampuan utk menerima & meyakini bahwa apa2 yg kita pinta itu terkabulkan.

The Universe tak bisa bedakan apakah Anda minta satu dollar atau satu juta dollar. Bagi The Universe, itu akan jadi sama2 mudahnya, dan bahkan bisa jadi sama cepat datangnya pada Anda, jika Anda benar2 paham tentang The Secret.

Konsep yg menyenangkan, bukan? :mrgreen:
Seiring berjalannya waktu, saya mulai menemukan beberapa lubang pada the Secret. Dan masalah mulai muncul ketika saya berbagi -sbg trainer- baik scr formal maupun non formal. Pun saya juga melihat banyak orang yg tyt salah kaprah hingga tersesatkan dg apa2 yg disampaikan dalam The Secret.

Butuh apa2? Ajukan Saja Pintamu Pada The Universe
Hukum LoA ini tampaknya adalah sunnatullah, hukum alam; maka penulis The Secret membebaskan orang2 utk bertuhan pada siapa. But then again, penulis menyebut tuhan sbg The Universe. Mau meminta sesuatu? Mintalah pada The Universe. Apakah The Universe adl Tuhan? :roll:
Akhirnya, The Secret malah berpotensi membuat orang terinspirasi untuk menjadi atheis (atas pilihannya sendiri). Bukankah apa2 saja yang diharap bisa dicapai tanpa perlu meminta ke Tuhan. Buat apa Tuhan, lha wong kita tinggal meminta, membayangkannya dg sedemikian jelas, dan meyakini itu semua akan ‘terkabulkan’. Dan siapa yg mengabulkan? You guessed it; The Universe.

Nyambung deh dg yg di atas. The Secret mengajarkan kita utk bersyukur. tapi bersyukur ke siapa? ndak jelas. Dia cuman mementingkan perasaan bersyukurnya saja, karena itu membuat kita nyaman dan juga menyehatkan. Bukan urusan bilang terima kasih dan memuji Tuhan atas apa2 yg telah diberikan-Nya kepada kita.

Secara umum The Secret mengatakan Tuhan sbg The Universe. Tapi waktu saya mencermati audio book nya, saya menemukan bhw Jack Canfield (penulis Chicken Soup) mengatakan yg intinya sbb: “Dulu saya selalu bertanya2 ketika hendak melakukan sesuatu, apakah Tuhan akan merestui saya. Tapi belakangan, krn saya merasa bhw saya ini mewarisi sifat2 dan dzat Tuhan, maka saya tidak perlu risau lagi. Saya skr merasa bebas dan tinggal melakukan apa2 yg bagi saya menyenangkan.”

Jadi awalnya disebutkan bahwa kita ini mewarisi sifat2 mulia Tuhan. Bukankah kita ini juga Creator (atas nasib dan apa2 yg kita dapatkan dalam hidup). Juga disebutkan bahwa diri kita ini sebenarnya tak lebih dari energi. Setiap benda di dunia ini adalah energi. Sehingga kita pun tak beda yg lain, termasuk dg Tuhan kita.

Harap koreksi saya jika memang salah. Itulah yg saya dengar dari segmen akhir audio booknya, namun tidak saya temukan secara lengkap di bukunya.
Guntar disclaimer atas The secret - mengalami kejadian buruk, yo salahmu :-p

Our Mind Rules Everything
Menganggap LoA sbg segala2nya, sampe terkesan bisa melanggar hukum2 yg lain. Misal ketika bahas ttg kelangsingan; makanan bukan penyebab kita gemuk. Yg mbikin kita gemuk adl pikiran kita sendiri. Si penulis mengaku bisa makan apa saja tanpa takut menjadi gemuk, krn dia telah memahami The Secret.

Bertanya2 kenapa Anda selalu alami kejadian buruk? Maaf, tapi Anda harus terima kenyataan bahwa itu semua disebabkan oleh diri Anda sendiri. Anda lah yg ciptakan semua itu dg pikiran Anda sendiri. Pikiran buruk Anda akan menarik peristiwa buruk dan kesialan dalam hidup Anda. Anda adalah pencipta kejadian dlm hidup Anda.

Di sini ada pesan yg menyatakan bhw bila kita menerapkan LOA dg sempurna, maka kita akan selalu mengalami kejadian baik. Krn kejadian buruk itu kita sendiri lah yg menciptakan.

Hmm… benarkah demikian?

Dan lagian.. bukankah kita seharusnya khawatir jika kita senantiasa mendapat kejadian baik. Tidak pernah ada gagal, tak pernah disakiti, tak pernah ditipu, tak pernah menjadi pecundang….. jangan2 Tuhan sudah tak peduli…. jangan2 Tuhan enggan utk tingkatkan derajat kita di hadapan Nya, sehingga Dia membiarkan diri ini hidup tanpa ujian dan kesempatan utk membuktikan keimanan kita.

Guntar disclaimer atas The secret - kehilangan sepeda, salahmu juga

Sukses itu Semudah Membayangkannya

The Secret menyebutkan bahwa orang-orang yang paling berpengaruh dalam sejarah seperti Plato, Leonardo, Napoleon, Hugo, Beethoven, Lincoln, Edison, Einstein dan Carnegie, telah mengetahui dan mendayagunakan The Secret ini untuk kehidupan mereka. Klaim ini dibuat dari hasil yg mereka buat, bukan dari proses berpikir & bertindak setiap tokoh besar itu. Siapapun yg punya karya luar biasa langsung diklaim sbg pelaku LOA.

Ketika menyampaikan gagasan The Secret, saya khawatir orang2 akan berpikir bahwa cukuplah kita melakukan tiga hal: ASK - RECEIVE – BELIEVE. Banyak orang yg mungkin akan melupakan bagian, “You’ll attract people and experiences through the law of attraction, but you must seize opportunities as they come up and take action as you get the inspiration to do so. Only by inspired action will you seize the benefits of the law of attraction.” Cukup visualisasi dg penuh yakin tanpa ambil tindakan dan kerja keras?

Khawatirnya akan banyak yang terlena hingga menganggap sukses itu mudah, bahwa kita ndak butuh kerja keras dan rasakan payah yang luar biasa dan kadang juga getir ketika menuju dan menjalani sukses. Hidup ini memang bisa dibikin mudah dan menyenangkan. Tapi ilusi sukses dengan cara mudah itu gawat dan bisa menyesatkan.

The Secret adalah karya yang luar biasa dan inspiratif. Pengen saya bisa mbikin referensi dg kemasan sedahsyat itu. Sekarang yang penting kita bisa ambil mana bagian yang baik, dan buang bagian yang buruk. Dan jangan terima gagasan hanya karena itu menyenangkan untuk diyakini. Semoga Tuhan jadikan kita manusia yg jauh lebih baik.

Bagi post ini ke teman2 Anda: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati

Anda mkn juga akan tertarik pd post berikut:

  • Pengkritisan thd Personality Plus
  • Faktor Sukses Milioner
  • Pelegalan Aborsi untuk Menekan Kriminalitas !
  • Hmm..kira2 apa ya maksudnya?
  • 33 Tanggapan to “Disclaimer Saya Atas Bagian THE SECRET yang Menyesatkan”

    1. dian Says:

      saya aja udah terlena neh…ah siyal lol

    2. Ajie Says:

      The Secret memang sangat menarik dan tentu saja bila diterima mentah2x justru bisa menyesatkan bagi orang yg menyimpulkan secara sederhana. Saya justru menemukan kaitan antara sistem sunatullah yg sudah Allah SWT tetapkan untuk urusan dunia dan alam semesta dengan ilmu yg katanya bernama Fisika Quantum. Kalau The Secret menyebutkan Hukum Tarik Menarik, saya melihat Hukum Tarik Menarik itu tetap dalam karidor sistem sunatullah tadi.

      Btw, terima kasih Mas AkhmadGuntar sudah mampir ke Blog saya, salam kenal & saya link blog ini.

    3. mbah dipo Says:

      saya belum pernah membacanya. Namun dari apa yang mas Guntar sampaikan, saya menangkap kesombongan orang atheis yang sebenarnya tak bisa mencari jalan lain untuk mengingkari Tuhan, namun ngotot berkelit dengan penyebutan The Universe…

      Hal ini dikupas dengan baik oleh Harun Yahya, bagaimana ilmuwan atheis akhirnya mau tak mau harus menghindari kata Tuhan karena jika menyebut kata itu, berarti itu adalah berkibarnya bendera putih atas penolakan adanya Tuhan. Maka dipakailah kata-kata “selain Tuhan” untuk mengkonsep pengertian tuhan.

    4. Kreshna Says:

      Sebenarnya penggunaan kata The Universe mungkin hanyalah karena alasan pemasaran, berusaha meraih sebanyak mungkin segmen. Karena orang Barat lebih sensitif soal keyakinan yang menurut mereka benar2 urusan masing2 individu. Ada yang pernah bilang, orang Barat itu “make love in public, pray in private”, sedangkan orang Timur kebalikannya.

      Kalo takut orang tersesat menganggap Tuhan = energi = diri kita, nah ini ketakutan yang beralasan. Saya setuju kalo the Secret tidak memberikan batasan yang jelas untuk masalah ini, and this is where your disclaimer really hit the spot.

      Kalo soal kita mewarisi sifat2 mulia Tuhan… Hmm, rasanya kita juga diberi petunjuk untuk bertanya pada hati nurani, bukan? Apakah di hati nurani ini Tuhan memberikan petunjuk alami tentang sifat2 mulia-Nya untuk kita tiru? Wallahualam.

      Yang terakhir, konsep taking action di the Secret sudah dibahas secara jelas dalam bagian Receive. Memang benar yang satu ini jangan sampai dilupakan.

      Posting yang luar biasa, btw. As always…

    5. Akhmad Guntar Says:

      Ajie:
      Saya sependapat bhw LoA adl sunnatullah. Setiap manusia -siapapun yg dia tuhankan- terkena hukum ini. Mereka yang tidak punya orientasi jangka panjang (kehidupan sesudah mati yg kekal) akan rawan utk memilih enggan bertuhan. Siapa yg mengejar dunia, dia akan mendapatkannya. Dan Tuhan -dg sunnatullah Nya- akan memperkenankannya. Tapi ya hanya itu aja yg dia dapatkan.

      Mbah Dipo:
      Saya sdr tidak berani menilai motif dari penulis The Secret, apakah dia mempromosikan atheisme atau tidak. Concern saya adl ketika menyampaikan gagasan dr The Secret ke orang lain; “hati-hati, kamu bisa mengesampingkan peran Tuhan klo kamu memandang issue ini scr pendek & terpenggal”. Bagaimanapun, menarik juga bila kita coba mencermati issue ini dari sisi pemikiran Harun Yahya :)
      Kreshna:
      Terlepas apapun motif penggunaan kata The Universe, itu terserah deh ama yg nulis. Klo bicara ttg beda ‘budaya’,akan tambah byk lagi yg gak cocok; misal ttg kaum homo yg dijadikan case study. Tapi kembali lagi, yg penting gimana kita mencernanya; jangan take it for granted.

      Ttg konsep taking action, di The Secret memang dibahas. Dan kalimat berbahasa inggris yg saya cuplik di atas tu diambil dari sana. Maksud saya, banyak orang yg melupakan bagian itu. Sptnya krn memang kurang jadi penekanan besar. Taking Action tu lebih dari skedar Receive, secara makna ndak boleh disatukan, harusnya jadi poin tersendiri.

    6. Jauhari Says:

      Saat Ini saya sudah membaca Bukunya mas memang inspiratip banget, dan Alhamdulillah karena didikan dari Orang Tua yang kuwat. Saya bisa mengambil hikmahnya dan menyingkirkan mudhorotnya *semoga*

      Bahkan ada beberapa poin yang saya rasa cukup sinkron dengan ajaran Islam MINUS penggunaan SEMESTAnya…..

      ambilah yang baik dan tinggalkanlah yang buruk

    7. ghosty Says:

      mas aku pingin diskusi tentang hub antara ilmu LOA itu dengan apa yang islam ajarkan. aku sih mencoba mengkaitkannya. hampir selesai, tapi aku takut. malahan rencananya aku mau ngisi training tentang LOA itu ke teman-2 dan adik kelasku. ada bab penting memang yang harus kita perhatikan dan ga boleh kit atelan mentah-2. maksudku aku pingin membawakannya dengan tampilan baru, versi islam maksudnya. gimana?
      kalo ada sempat aku pingin ketemu sih biar lega gitu ngomongnya. tapi kalo ga merepotkan lho…..
      hehehe thanks ya…
      aku memang butuh orang yang bisa di ajak diskusi tentang ini.

    8. Akhmad Guntar Says:

      Jauhari:
      Betul, Mas. Memang ada gagasan2 yg nyambung & bisa diteropong berdasarkan ajaran Islam. Amat disayangkan orang Islam belum bisa mengemas ajaran mulia yg dimilikinya dlm bentuk2 yg menarik untuk dikunyah & dipahami [mencela diri sendiri]

      ghosty
      Klo dari audio book bagian awal, disebut bhw LoA sudah dikenal di semua agama (Islam disebut plg akhir) blas tanpa sebutkan contoh. Sayang sekali, pemahaman saya atas Al Quran dan Hadits serta wawasan saya ttg sejarah Islam utk saat ini sesungguhnya belum mencukupi utk membawakan LoA dg tampilan baru versi Islam. Pun saya ndak pengen pake model gathuk menggathuk hingga di akhir kemudian berkata, “Tuh kan, di Islam sudah ada kan”.

      Untuk hasil yg insyaAllah lebih memuaskan, silahkan berdiskusi dg Salim A. Fillah yg wawasan keislamannya mantap dan Mbah Dipo, dokter yg punya pemahaman dalil yg sip. Saya sendiri memang punya analisa dari sudut pandang Islam,yg sengaja tidak saya paparkan di sini, dan bisa kita diskusikan via japri :-)

    9. bank al Says:

      The Secret ini didukung riset-riset ilmiah nggak sih Mas? Apa dasar-nya sehingga bisa muncul LoA itu?

    10. Hasan Seru Says:

      Wah ini mas Guntar ya? salam kenal mas, saya Hasan.. arek ITS juga, salut buat sampeyan, Mas… aku pernah baca buku sampeyan yg masalah Pengkaderan, sampe sekarang jadi turun temurun di jurusan saya, dulu SC saya menerapkan hal itu, pas 2006 kami menerapkan seperti itu juga, hehehe…

      makasi yg tleh ngunjungi blog saya, jadi ngerasa terhormat nih, banyak bgt skrg Blogger diITS… keren ya?background teknik tp suka nulis, keren2…

      salam kenal mas, sory klo comments gk nyambung sama tulisannya, jaln ukhuwah ya?

    11. erander Says:

      Jujur .. saya senang, akhirnya ada orang yang memiliki - setidaknya - penilaian yang sama tentang The Secret. Sejak pertama kali diberitahu tentang The Secret,

    12. mulut Says:

      welgedewelbeh
      I know who you are and you know me. Keep up the good work! From your former friend at overseas.

    13. erander Says:

      Maaf .. komentar saya terputus ..

      Jujur .. saya senang, karena - akhirnya - ada orang yang memiliki pandangan yang sama dengan saya. Bahwa The Secret ada ‘bolongnya’ sama seperti yang saya rasakan ketika pertama kali mengetahui tentang The 7 habitsnya Stephen Covey sepuluh tahun silam.

      Saat itu saya berkata : “Ada satu hal yang kurang dari The 7 habit” dan beberapa tahun kemudian, sang penulis melengkapi menjadi 8 habit. Hal ini juga saya rasakan dalam The Secret.

      Jujur .. ketika saya melihat video book-nya, saya sudah males melanjutkan ketika saya melihat berbagai testimoni yang diberikan. Karena menurut saya, testimoni tersebut tidak serta merta menjadi alat legitimasi tentang The Secret.

      Yang membuat saya takjub .. memang cara pemasaran yang dilakukannya. Mungkin cara marketingnya yang lebih fokus saya pelajari dari pada content The Secret sendiri. Dan bagi saya .. The Secret kalah jauh dari Al Qur’an jika ingin mengetahui rahasia kehidupan. Mengetahui takdir kita. Dan itu sudah saya mulai tuliskan di blog saya.

      Memang tidak sedahsyat dan seheboh The Secret. Saya sedang mencari mitra diskusi untuk bisa menerbitkan dalam sebuah buku.

      Oya .. thanks sudah mampir ke’rumah’ saya sehingga saya jadi tahu ada rumah bagus disini. Sudah langsung saya tautkan blog ini didalam daftar blog saya.

    14. kamal Says:

      saya maih blom terlalu ngerti apaan isi buku the secret, pas saya terawang2 juga keknya bukunya biasa aja. saya lebih gak ngerti lagi kenapa banyak orang bilang buku ini bagus

    15. Akhmad Guntar Says:

      Bank Al:
      Dukungan riset ilmiah ada, tp tidak scr khusus dimaksudkan utk meneliti fenomena LoA. Kebetulan aja nyambung. Kebanyakan dalil memakai otoritas para orang2 besar di masa lalu dan pengalaman pribadi orang2 di masa skr. Di The Secret ndak ada hasil penelitian statistik. Apa yg mjd landasan utama benar2 berdasar atas pengalaman pribadi byk orang.

      Saya sendiri juga mengalami, jauh sebelum mengenal LoA ini. Saya tidak memberinya sbuah nama, dan ndak pernah kepikiran bhw itu ada namanya. Saya yakin byk orang yg juga mengalami & tidak membantah fenomena ini. Tapi apakah bentuk & apalagi cara kerjanya persis spt yg digambarkan di The Secret (semisal Ask Receive - Believe), saya yakin banyak orang punya pendapat berbeda.

      Hasan:
      Nice to meet you, mas Hasan. Senang sekali pemikiran saya bisa bawa manfaat. Semoga ukhuwah kita terus terjalin :)
      Erander:
      Ttg testimoni pd the Secret, betul kata sampean; itu tidak serta merta mjd alat legitimasi ttg the Secret. Sama juga, Al Quran dan cerita para nabi pasti mengungkap Secret yg jauh lebih dahsyat ketimbang The Secret. Masalahnya, kebanyakan kita (saya) belum punya cukup kompetensi & kesolehan utk bisa mengungkapnya.

      Kamal:
      Tiap orang punya pendapat sdr ttg bagian mana yg dianggap menarik dr The Secret. Klo saya, bagian menariknya adl di video, ketika setiap orang digambarkan bisa mengeluarkan gelombang energi ke alam semesta. Tampaknya hebat & keren :mrgreen:

    16. erander Says:

      .. belum punya cukup kompetensi & kesolehan untuk bisa mengungkapnya.

      Saya pikir .. Al Qur’an adalah keajaiban. Sehingga tidak perlu menunggu cukup kompeten dan soleh. Karena itulah belenggu sesungguhnya untuk memahami Al Qur’an.

      Bukankah .. hampir disetiap Juz, selalu ada kata : “..bersyukurlah untuk orang2 yang berpikir” jadi jelas sekali, yang diperlukan adalah berpikir. Masalahnya, kita sering kali takut untuk berpikir. Karena merasa tidak berkompeten dan tidak soleh.

      Akhirnya Al Qur’an hanya menjadi buku yang di’kramat’kan. Dan kita berasik mahsyuk dengan buku2 manajemen buatan manusia. Yang kita merasa dapat berdebat dengan buku manajemen tersebut. Dan akhirnya, kita selalu merasa kosong.

      Maaf .. kesalahan adalah milik saya. Kebenaran ada pada Allah.

    17. agung pambudi Says:

      Bukankah buku ini hanya mengajarkan untuk berpikir positif, tetapi dengan gaya dan sudut pandang berbeda, itu saja, tak ada yg istimewa.
      Tetapi, ada satu yg menarik, bila kita bisa memanfaatkan ide bahwa manusia adalah pemancar gelombang (yg katanya mempunyai frekuensi tertentu yg sampai bisa menembus seisi jagad raya) dipakai sebagai media komunikasi, tak terkira betapa besarnya penghematan keuangan yg bisa didapat. Apalagi buat saya yg setiap hari harus interlokal ini, penghematan adalah segalanya!!
      Ada yg bisa membantu?

    18. dodot Says:

      Saya rasa ini adalah saatnya sebuah pemikiran yang berbicara, maksudnya pemikiran yang berasal dari seorang yang berpendidikan.

      Dan nampaknya the secret adalah cerminan dari masyarakat modern yang sudah mulai bersifat agnostik.

    19. Akhmad Guntar Says:

      erander
      Al Quran adl keajaiban, spt kebanyakan orang, saya sepakat. Tapi utk memahami scr BeNaR (bukan skdr scr subyektif merasa benar) itu adl apa yg tidak semua orang bisa (bahkan boleh) lakukan. Yg jadi belenggu bukanlah cara pandang yg semacam ini, melainkan sikap malas utk belajar pd orang yg sudah lebih dulu paham. Klo ’skedar’ cuplik ayat utk dukung argumen, banyak orang yg bisa. Tapi bukan berarti itu sudah menyentuh sisi keajaiban & kedahsyatan Al Quran.
      Bagaimanapun, saya sepakat, bhw sikap (malas dan) minder thd belajar Al Quran menjadikan banyak orang memilih belajar referensi2 dr barat. Mengapa? karena lebih mudah dipahami. Meski akhirnya kita juga tak puas dgnya.
      Komentar yg menarik, mas Erander :)
      agung pam pam
      Likes attract likes. Pam yg pikirannya melulu ttg pulsa dan penghematan komunikasi akan menarik gagasan yg terkait dg nya. The Law of Attraction (halah :mrgreen: )

      dodot
      Dan sikap agnostic itu sendiri justru merupakan keanehan yg muncul dari sebuah masyarakat yg ‘berpendidikan’ :mrgreen:

    20. Eep Says:

      saya setuju dengan Jauhari.. bagi saya sebagai muslim langkah mudahnya adalah mengganti The Universe dengan Allah SWT. Karena memang Allah SWT inilah yang menciptakan semua sistem dari LoA. Allah adalah Dzat Yang Maha Sempurna, karena itu Dia menciptakan sistem yang bekerja universal, tidak peduli manusianya bertuhan atau atheis.. sistemnya akan bekerja..

      yang membedakannya kan cuma satu.., Kalau engkau bersyukur, akan Aku tambahkan nikmatKu, kalau ingkar sesungguhnya azabKu lebih pedih. Dan itu yang saya yakini betapa kita harus tetap berpegang teguh secara vertikal dengan Allah SWT.

      mengenai You are what You Think, saya kira, firman Tuhan pun sudah jelas, “Aku ini sebagaimana sangkaan hamba-hambaKu. atau “Berdoalah, niscaya akan ku kabulkan.”

      Alam semesta ini begitu luas tak terhingga, saya kira Tuhan tidak mau direpotkan dengan urusan remeh-temeh macam kita manusia di dunia ini. oleh karena itu, Tuhan ciptakan satu sistem universal yang pada akhirnya kita sendiri yang menentukan hasilnya.

      Saya meyakini, apapun yang kita dapat di dunia ini, itu adalah hasil karya kita, Tuhan sebatas memberikan sistemnya. yang rajin akan dapat hasil, yang malas tentu saja tidak dapat hasil..

      bahkan.. urusan surga dan neraka pun, bukan Tuhan yang menentukan, kita sendiri yang menentukan.. Tuhan sudah kasih petunjuk jalan ke surga dan neraka, tinggal kita yang memilih jalan yang mana..

      wallahu alam..

    21. Kiki Ahmadi Says:

      nice writing mas..saya juga sempat curiga mengenai the secret ini…..salam kenal btw..nb:saya temennnya adik ipar mas..anung..: P

      Kiki Ahmadi’s last blog post..Congrats: Bu iin jadi developer JOOMLA! Selamat ya bu!

    22. Akhmad Guntar Says:

      Apa yg pak Eep sampaikan bener2 menarik. “Tuhan tidak mau direpotkan dengan urusan remeh-temeh macam kita manusia di dunia ini. oleh karena itu, Tuhan ciptakan satu sistem universal yang pada akhirnya kita sendiri yang menentukan hasilnya.”

      Iya juga sih :-P

      Terkait bahwa Tuhan akan menambah nikmat ketika kita bersyukur, saya juga melihat ada cara pandang yg ikut2an kaum sekuler & atheis: ujung2nya duit dan harta. Padahal nikmat di sini bisa berarti ketenangan hati, hidayah untuk bisa senantiasa bersyukur, hingga sampe nikmat di surga nanti. Gawat juga bila akhirnya orang2 berpandangan sholat itu dimaksudkan mbikin orang jadi kaya. Saya sendiri masih sering khilaf dan menjadikan ukuran kesuksesan yg dibuat oleh manusia sebagai tolok ukur pencapaian.

      Sistem akan bekerja baik pada atheis ataupun orang beragama. Bedanya adalah bagaimana barokah yg dia dapet selama masih hidup serta kelanjutan urusannya nanti di kehidupan sesudah mati.

    23. wirawan Says:

      Salam.
      Aku baca The Secret (TS), aku ditunjukin videonya, aku rekomendasikan kpd teman2 dg tujuan agar mrk bisa berpikir lebih positif dan tdk terganggu lagi dg pikiran2 negatif. Lalu, aku baca Quantum Ikhlas (QI)-nya Erbe Sentanu. Lalu, aku beritahukan kpd teman2 bahwa baca TS harus hati2 krn licin. Kita bisa terpeleset jadi atheis spt yg telah didiskusikan. Lalu, saya sarankan kpd teman2 unt melengkapi bacaannya dg QI agar dpt imbangan sentuhan yg qur’ani.
      TS bisa mengarahkan kita kpd konsep “manunggaling kawulo Gusti”; dan ini bisa benar krn pd hakikatnya dlm diri kita ada nur ilahi yg bila kita asah dg benar akan bersinar dan menakjubkan. Asma’ul husna mengajarkan agar kita menirunya, mengamalkan semuanya sebisa-bisanya scr bertahap, kecuali satu, yaitu sombong. Kesombongan adalah milik Allah, Sang Khalik; hambaNya tdk boleh menirunya. Sedikit aja ada kesombongan dihati makhluk, naar balasannya. Na’udzubillah.
      So, kita manusia bisa jadi pencipta, bisa jadi penguasa, bisa jadi pemaaf, bisa jadi apa saja. Asal tdk boleh jadi sombong.
      So, TS dan QI bisa saja kita jadikan referensi agar kita bisa lebih “tatag” dlm menjalani hidup ini. Gitu tah???

    24. Asmudin Says:

      Saya sdh baca the Secret dan LoA. Dari kedua buku ini, saya tahu bahwa orang-orang Barat sudah menerapkan Islam walaupun mereka bukan Islam.
      Ada hadis kudsi: Aku menurut prasangka hambaKu kata Allah SWT. Ada ayat di Alqur’an: Bersyukurlah atas nikmatKu maka akan aku tambah nikmatKu…
      Banyak ustaz menganjurkan agar kita yakin doa kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT.
      Allah SWT maha pengasih, yang akan mengabulkan semua permintaan makhluknya, apakah makshlukanya percaya kepadaNya atau tidak, Allah SWT akan memebrikannya.
      Kalau mereka meminta dan berterima kasih kepada universe, kita sebagai orang beragama meminta dan berterima kasih kepada Zat yang menciptakan universe.
      Mereka selalu perpikiran dan berperasaan positip, saya rasa ini tidak bertentangan dengan agama.
      Mereka juga tetap melakukan usaha, dimana usaha tsb timbul akibat mereka meminta, percaya dan menerima.
      Jadi, kedua buku tersebut layak untuk dibaca dan dipraktekan, dengan catatan, kita minta dan berterimakasihnya kepada Allah SWT sebagai pencipta dan pemilik universe.
      Salam, Asmudin

    25. Jumala Says:

      Diskusi yang sangat menarik, respon Mas Guntar juga jitu. Jadi ingin berkontribusi. Alhamdulillah saya sudah mengkaji bagaimana The Secret & Law Of Attraction dipandang dengan kacamata Quran & Hadis. Bukan sekedar cuplik-cuplik dan dicocok-cocokin, tapi kami sertai dengan referensi yang jelas, termasuk tafsir Quran. Semoga bisa menambah masukan-masukan bagi saudara2 saya. Yang berminat silahkan kunjungi http://visi-sukses.blogspot.com/2008/01/secret-law-of-attraction-menurut.html

      Jumala’s last blog post..Perlu Motif Yang Benar Untuk Berani Membuat cita-cita Besar

    26. Jumala Says:

      Diskusi yang sangat menarik, respon Mas Guntar juga jitu. Jadi pengen berkontribusi juga. Saya sudah mencoba menggali Quran dan Hadis dan saya temukan beberapa ayat dan hadis mendukung gagasan The secret, dan sebagiannya lagi tertolak. Kajian kami sertakan referensi yang jelas termasuk tafsir Ibnu Kathir, jadi tidak asal cuplik ayat terus dicocok-cocokin. Demi menjaga akidah, bagus kiranya mengunjungi http://visi-sukses.blogspot.com/2008/01/secret-law-of-attraction-menurut.html sebagai tambahan referensi. Semoga bermanfaat.
      Regards,
      Jumala

      Jumala’s last blog post..Perlu Motif Yang Benar Untuk Berani Membuat cita-cita Besar

    27. andy prasetyo Says:

      Thanks, Ur article give me more lesson not to receive everything from outsider directly as a truth but come again to our voice of heart.  Ur content is good. I do hope, next time , U don’t object if I ask to link Ur Blog….

    28. Akhmad Guntar Says:

      Wirawan:
      Matur suwun sanget, pak Wirawan :-)
      “Seek knowledge from the cradle to the grave… even as far as China”. Bisa jadi kita dapatkan hikmah itu dari orang Cina, atau dari orang Amerika. Yang penting kita ndak lupa ama basis ketauhidan kita, dan segala ilmu2 yang mengirinya. Ilmu agama bukanlah pembenar atau sekedar aksesoris keilmuan sukses, melainkan basis dan filter atas segala wawasan dan kompetensi peraih sukses.

      Asmudin:
      Benar sekali, mas Asmudin. Skr yg penting gimana caranya agar kita2 yg sudah Islam ini bisa bener2 berIslam scr penuh & benar :-)

      Jumala:
      Tulisan ilmiah yg bagus sekali, mbak Jumala. Saya langsung komen di tempat sampean saja :-)

      Andy Prasetyo:
      Betul, mas Andy. Skr tinggal dipastikan kita sudah melatih hati ini agar kebenaran yang diucapkannya bisa lantang terdengar.

    29. arif Says:

      Alhamdulillah, saya mendapatkan pencerahan tentang makna sebagai hamba. Kebetulan saya sedang menggarap untuk membuat training tentang indahnya bersyukur. Nama trainingnya ” SYUKUR 17 ” mudah-mudahan bisa dapat terselesaikan dengan baik. Training ini terinspirasi dari puncak ibadah Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Aisyah untuk apa beribadah terus menerus sampai kakinya bengkak,  padahal dosanya yang telah lalu dan yang akan datang sudah diampuni, jawaban Rasulullah adala “afala akuna ‘abdan syakuraa” apakah aku tidak layak menjadi hamba bersyukur. Inilah sebuah pelajaran yang berharga yang datang 14 abad yang lalu, sekalipun kita jarang mengambil pelajaran dari peristiwa ada, setidaknya hikmah itu adalah milik kita, silahkan ambil dari siapapun. Saya berharap teman-teman dapat memberikan masukan atau bahan buat training saya. karena banyak saudara kita yang tidak dapat pengetahuan hanya karena faktor keuangan, padahal virus positif harus kita sebarkan ke saudara kita, agar kita dapat bersama-sama melangkah, bekerja keras, meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat.
      Sekali lagi bahan materi untuk membuat training ini sangat dibutuhkan, InsyaAllah training ini didesain dengan multimedia. Ayoo ada yang mau bergabung. Arif (021) 92171219 (Staff Infokom Jakarta Islamic Centre)

    30. Diah palupi Says:

      Banyak kejadian yg membuat saya impressed setelah saya terapkan The Secret, tapi benar saya melupakan tuhan saya, dan saya bertanya tanya apa universe itu… tapi setelah saya baca artikel ini baru terbuka semua dan seketika ini jg saya benar2x sadar hanya kepada Tuhan kita meminta. Makasih banget lho.

    31. Riza Says:

      ……But then again, penulis menyebut tuhan sbg The Universe. Mau meminta
      sesuatu? Mintalah pada The Universe. Apakah The Universe adl Tuhan?
      Akhirnya, The Secret malah berpotensi membuat orang terinspirasi untuk
      menjadi atheis (atas pilihannya sendiri). Bukankah apa2 saja yang
      diharap bisa dicapai tanpa perlu meminta ke Tuhan…….Lho Anda sendiri tahu siapa itu Tuhan? “Tahu” langsung lho… bukan kata orang.

    32. Akhmad Guntar Says:

      Kebetulan saya belum pernah ketemu langsung ama dinosaurus. Tapi karena bukti2 ilmiahnya ada, maka saya pun percaya dg rela :mrgreen:

      Harun Yahya, the existence of God

      Scientists Confirm The Sign Of God


      Pondering On The Sign Of God

      The Obvious Existence Of God
      The Scientific World Is Turning To God

    33. Isa Says:

      Nambahin, concern saya juga:

      1. kenapa ada org yg tiba2 di masa tuanya menuai ‘hasil’ perbuatannya, walaupun itu tentu tdk pernah terpikirkannya atau diharapkannya? Contoh, orang yang tiba2 kena penyakit liver, padahal kalau ditanya, nggak pernah setitikpun dia berpikir apalagi berharap utk kena penyakit itu.
      2. dimana letak yg namanya berkah atau ridho Allah? Mendapatkan sesuatu itu satu hal, ttp mendapatkan berkah dari yg kita peroleh itu sangat tergantung pada seberapa align kita dg perintah-Nya
      3. the secret ini membuat bias keberadaan tuhan versus kekuatan alam. Tuhan hanya dianggap sbg sistem alam yg kita bisa berbuat apa saja di dalamnya selama mengikuti aturan2nya
      4. apakah ini tdk menjadikan jalan masuknya dunia ke dalam hati? plus dengan menghalangi masuknya Tuhan ke dalam hati. Menolak keberadaan tangan Tuhan (peran Tuhan) dlm peristiwa atau apa yg kita peroleh?
      5. kita menjadi tuhan bagi diri kita sendiri? kita menjadi yg Maha Sempurna bagi diri kita sendiri?
      6. merasa menjadi selfish? yang penting kemauan gue tercapai?
      7. Merasa menjadi gamang. Seperti tdk ada pegangan. Seperti Tuhan kehilangan karakter-Nya yg Maha Menentukan, yg Maha Berkuasa Mutlak… Padahal itu adalah asma Allah… (jadi pasti LOA ini salah - setidaknya utk bagian ini), krn kita disifatkan berkuasa atas segala sesuatu.

      Pendapat saya sementara (krn memang masih terus dipikirin) adalah: kita mungkin disifatkan berkuasa atas segala sesuatu, ttp berkuasanya tsb tidak mutlak - berkuasanya itu memiliki batas, krn bukan tangan kita langsung yg menciptakannya, tetapi dengan kita bermohon dan berprasangka baik kpd-Nya, kpd pengabulan doa kita. Trus, The Secret yang seharusnya, mungkin adalah trilogi berikut:

      1. Usaha terbaik. Selalu mencari “What is the best thing I can do in this situation”
      2. Doa & dzikrullah. Fokusnya pada dzikrullah. Dengan dzikir, sebenarnya kita akan menjadi *sangat* dekatnya dg Dia, sehingga keinginan kita secara tidak kita sadari kita sudah berdoa
      3. Syukur - mensyukuri segalanya yang kita terima sbg karunia dari Allah SWT, baik itu yang menyenangkan - maupun yang memberi kita hikmah.

    Silahkan beri tanggapan

    WP Theme & Icons by N.Design Studio
    Entries RSS Comments RSS Log in