Ingin Mudah Bersyukur? Pikirkan Worst Case-nya

Salah satu doktrin pembahagiaan hati adalah “Jangan habiskan waktumu memikirkan hal-hal buruk yang kamu tak ingin itu terjadi.” Mengapa? Karena sekedar membayangkan skenario buruk bisa menimbulkan emosi kecemasan tepat seperti ketika kita betul-betul mengalaminya. Detak jantung makin cepat, kulit memucat, otot menegang, hanya sekedar dari membayangkan. Pikiran kita tidak bisa membedakan antara imajinasi dan realita.

Tapi sesungguhnya membayangkan skenario terburuk itu ada baiknya: membuat kita bisa mensyukuri.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa baru ketika sudah kehilangan sesuatu, kita akan jadi punya apresiasi dan syukur atas sesuatu itu. Entah itu kesehatan, harta dan fasilitas, reputasi baik, apapun. Maka sekarang, agar jadi pribadi yang bisa mudah bersyukur, membayangkan worst case malah bisa membantu.

  • Dipecat dari pekerjaan. Worst casenya? Sudah dipecat dari kerja, ditinggal istri pula. Na’udzubillah. Untung karena sang istri masih setia menemani. Bersyukur.
  • Kecelakaan mobil, sampai habis belasan juta untuk reparasi. Worst casenya? Kecelakannya sampai menimbulkan korban jiwa sampai dibawa ke pengadilan, sampai harus masuk penjara dan bayar denda puluhan juta. Na’udzubillah. Untung cuma kecelakaan barang saja. Bersyukur.
  • Handphone jatuh sehingga layarnya retak. Worst case? Jatuhnya kecemplung bak mandi, rusak total tak bisa diperbaiki, seluruh address book dan SMS penting hilang. Na’udzubillah. Bersyukur.

Ketika ada kejadian yang buruk, buatlah jadi lebih parah di imajinasi Anda. Ketika masalah Anda besar, maka bayangkan yang lebih besar lagi dari itu. Jadilah kreatif! Bayangkan sejelas mungkin: bagaimana kelihatannya, bagaimana kedengarannya, bagaimana sensasi fisiknya? Bagaimana pengaruhnya dalam keseharian Anda sejak saat itu?

Begitu Anda bisa membayangkan secara jelas kondisi yang lebih parah dari masalah Anda di saat itu, maka Anda akan otomatis jadi mudah untuk mensyukuri; mensyukuri karena tidak sampai tenggelam atau berada dalam situasi yang lebih parah tadi; mensyukuri dan merasa bahwa Anda pribadi yang beruntung.

Tidak lantas ini membuat masalah Anda terselesaikan. Hanya saja Anda akan jadi lebih ringan dalam melangkah mengatasi kepelikan Anda sekarang.

Popularity: 1% [?]

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat, jangan ragu untuk berbagi. Silahkan manfaatkan tombol sharing di atas. Dan jika Anda suka dengan tulisan ini, harap bantu saya dengan do'a: "Ya Tuhan Yang Maha Penguasa, tolong lancarkan pak Guntar dengan Thesisnya. Tolong mudahkan, kuatkan, dan loloskan dengan nilai yang sempurna. Aamiin." :-) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2 Responses to “Ingin Mudah Bersyukur? Pikirkan Worst Case-nya”

  1. kurotsuki says:

    Nice article mas. Boleh ngutip ga nih? Ngga akan copas kok. Cuma idenya doang :D

Leave a Reply

Site Meter