Baru juga berapa minggu menikah, lha kok bobot saya udah naik tiga kilo. Gawwat! Ini bener2 harus disikapi dg segera.
Sudah sejak lama sebenernya saya temui fakta pembukti di lapangan; temen2 -dan termasuk jg kakak- yg setelah beberapa bulan menikah, semua menunjukkan kemajuan yang relatif sempurna di daerah perut. Olok2an kasarnya; perut mereka lebih maju mendahului kariernya
Sadly, perempuan dan laki-laki yg sudah menikah tenyata lebih berpotensi untuk jadi gemuk ketimbang ketika masih membujang. Begitu hasil penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2002 di American Journal of Human Biology. Peneliti Jeffery Sobal dari Cornell University juga menegaskan bahwa pasangan yg baru menikah akan berpotensi jadi lebih gendut, melebihi para bujang atau mereka yang telah menduda, menjanda, dan bercerai.
Update: dari majalah TIME, 4 Februari 2008
Marriage is fattening, particularly for husbands. Married man are nearly 20% more likely than unmarried men to be overweight.
Lha kok bisa?
Kuantitas Makan Bertambah
Waktu bujang, makan cuman dua kali sehari. Jika tiga kali pun, menunya biasa2 aja, variasinya ndak banyak. Tapi begitu udah nikah, ada pasangan yg sedemikian giat melayani mbikin makanan. Ndak bisa lagi bolos makan, krn ada sang istri yg selalu mengingatkan dan menyiapkan. Berbagai menu dicoba, bahkan camilan pun juga sedapat mungkin tersedia. Tak hanya itu, konsumsi gula pun bertambah krn tiap pagi dan mungkin juga malam minuman manis selalu tersedia.
Ketika Sang Istri Jadi Senang Memasak
Banyak sekali para istri yang memasak untuk menyenangkan suami dan juga membuat sang suami jadi terkagum padanya.
Ketika sang suami ternyata kurang menyukai masakan si istri, maka apa yg terucap oleh sang istri bisa jadi adalah,”Aku ini udah kerja keras nyiapin makanan buat kamu; gimana2 kamu harus ngabisin ini makanan dan lalu minta ke aku utk masakin lagi yg kayak gini. Itu semua buat bukti bahwa kamu emang sayang ama aku”. Nah to, Kapok runyam kan
Tapi jangan salah, masalah juga bisa muncul justru ketika sang suami menyukai dan berikan apresiasi positif yg meriah pada masakan sang istri. Kenapa? Karena sang istri jadi semakin giat memasak. Hingga kemudian memasak menjadi aktivitas yg menyenangkan bagi sang istri. Dampaknya jelas; sang suami jadi makan lebih banyak.
Sudah Ndak Ada Hasrat Lagi utk Cari Pasangan
Lha kan udah menikah. Ngapain juga berusaha memikat yang lain. Atau kalo bukan karena ini, bisa juga karena niatan untuk memikat pasangan (yang sudah dinikahi) sudah sedemikian melemah. Dan ini adalah alasan yg paling kerap terjadi.
Banyak para bujang yang bener2 perhatikan cara makan dan bentuk tubuh mereka karena memang masih ada yg perlu dibikin terpikat. Tapi begitu pasangan sudah ‘diamankan’ melalui pernikahan, maka hasrat utk memikat jadi melemah. Akibatnya, gaya hidup sehat dan bentuk tubuh jadi ga karuan deh.

Kehamilan
Klo yg ini sih udah jelas. Banyak perempuan yg dalam kehamilannya secara alami memperbanyak asupan makanan demi kesehatan si janin. Tidak hanya itu, dia juga mengurangi aktivitas fisik. Pun ketika sang istri sudah melahirkan, dia malah akan tambah jarang bergerak. Dia jadi lebih sering di rumah merawat si bayi dan menjadikan si bayi sbg pusat aktivitasnya, sampai2 tidak mempedulikan lagi masalah berat badannya.
Dan jangan salah, sang suami juga bisa kena imbasnya lho. Baik pada masa kehamilan maupun baru melahirkan, sang suami bisa ikut2an makan banyak untuk mengimbangi kebutuhan makan dari sang istri.
Perubahan Pola Makan
Semakin besar badan Anda, semakin banyak pula kebutuhan makan Anda. Dampaknya, ketika pasangan Anda bertubuh lebih kecil, maka dia secara tak sadar mengikuti pola makan Anda. Terutama bagi perempuan, naluri keibuannya menjadikan dia menempatkan kebutuhan suami dan anak2nya di atas dirinya. Dalam kaitannya dg kebiasaan makan, maka dia akan makan makanan yg disukai oleh sang suami dan anak2nya, ketimbang yg sebenarnya dia sukai. Perihal yg sama pada akhirnya juga berimbas pada porsi yg dimakan.
. . .
Okai. Kesimpulannya adalah menikah memang berpotensi mbikin kita jadi lebih gendut. Tapi …
Even if getting married did make you fat, I think it’s so worth it. =)
Update: dari majalah TIME Februari 4 2008
- Married people live longer and are healthier throughout those extra years.
- Studies have linked marriage to lower rates of cardiovascular disease, cancer, respiratory disease and mental illness.
Memang banyak sekali benefit yg didapat oleh pasangan yg menikah. Bagaimanapun, issue overweight ini tetap harus disikapi. Karena urusannya ternyata lebih ke perihal kesehatan nya ketimbang ke issue penampilan. Posting mendatang akan membahas tentang gimana penyikapan atas fenomena yg mbikin satu celana panjang saya ndak muat lagi ini.
Meanwhile… waspadalah ! ![]()






January 15th, 2008 at 9:48 am
ada jugax tetanggaku nyang setelah nikah kayak celengan semar
aku kurus buanget apa nanti setelah nikah tambah endut yaks… 
January 15th, 2008 at 11:04 am
awalnya sy juga gitu mas, naik bbrp Kilo, gendut tembem gak karuan, namun sejak pindah rumah setaun yg lalu, kebetulan rumah jauh dr jalan raya, sy terpaksa jalan kaki dari rumah ke jalan raya, dan juga setelah turun angkot juga jalan kaki dr jalan raya ke kantor
sebetulnya bisa 2 x naik angkot, tetapi lebih enak jalan, selain irit juga badan agak sehat, dan berat badan malah turun he he
January 15th, 2008 at 12:52 pm
ada bedanya ga kegemukan di keluarga harmonis dengan yg non harmonis?
January 15th, 2008 at 1:12 pm
Orang gemuk ingin langsing, orang langsing ingin gemuk..
jadi :
Jika ingin langsing bercerai
Jika ingin gemuk menikah !
balasan atas. Sunni Syiah ibarat tom dan jerry
January 15th, 2008 at 2:52 pm
weleh2 mas, jadi gemuk yah sekarang?
tapi mungkin di awal2 saja mas, nanti ke depannya pasti akan banyak fikiran juga loh, yg bikin badan kembali turun
January 15th, 2008 at 4:56 pm
abeeayang
mbayangin orang yg bentuknya kayak celengan semar kok ya lucu banget ya
Lantas jangan khawatir, ketika masak buat suami jadi hobi, ntar berat badan juga mengikuti kok 
tapi spt yg ta’bilang di akhir. It’s so worth it kan ya 
adit
Nah to, satu lagi ‘korban’ gendut krn pernikahan
Hedi
Tentu ada beda antar gemuknya keluarga harmonis dan ndak. Komposisi lemaknya jauh berbeda, yg satu kan ada kandungan gizi kasih sayangnya :halah:
Rachmat

Orang yg sudah menikah juga bisa langsing kok. Ini saya lagi merumuskan kiat2nya
aRul
Emm… ndak sih (ngeles)… krn skr sudah bisa membaca polanya, maka lebih mudah bagi saya utk segera bertobat dan kembali ke jalan yg benar
January 16th, 2008 at 12:20 am
gpp mas gendut, kan enak kelihatan cempluk, spt diriku..hohoho
January 16th, 2008 at 9:20 am
Woooo..
Waduh diriku yg udah gendut ini akan terancam lebih gendut??
Alamak!!
January 16th, 2008 at 8:01 pm
halah…
nikah tambah gendut, sama dengan perkataan dosen saya. Nikah itu yang bikin gendut bukan kawinnya namun makanannya dan yang kedua barulah itu
January 17th, 2008 at 1:37 am
ada satu lagi mungkin, pak : hidup lebih teratur/rutin.

ini pengalaman dari mengamati beberapa teman [saya sendiri belum nikah lho] yang sudah menikah. sebelum menikah biasanya hidupnya itu kurang teratur (soal kerjaan, gaya hidup, dll) tapi setelah nikah langsung berubah lebih teratur. Dan akibatnya, beran badan mereka naik juga dengan “teratur”
Tapi saya pernah beberapa kali baca penelitian [di luar negeri/USA] tentang kebahagiaan dlm pernikahan. Kata penelitian itu, laki-laki biasanya lebih bahagia setelah menikah dibandingkan sebelum menikah, sementara perempuan itu kebalikannya.
Jadi pengen tahu gimana di Indonesia nih….
*oiya, salam kenal sebelumnya*
January 17th, 2008 at 7:39 am
subhanallah…. ternyata suami mbak amel yang cantik dan pinter itu tho… salam kenal mas, selamat atas pernikahannya, semoga bahagia sejahtera aamiin…
kegemukan setelah menikah saya rasa sebagai efek bahagia.. setelah berjalan beberapa bulan, kemudian muncul masalah, kegemukan akan kembali ke kekurusan :d
tapi saya ini belum menikah tapi kok sudah gemuk ya? hahahaha….
salam buat istri mas, dari dion, t.industri 01 dulu juga pernah di WE&T
January 17th, 2008 at 11:12 am
andi bagus
ya begitulah mbak Rara. Tapi tentu bisa disiasati kok. Lagian ini juga tidak terjadi pada seluruh orang, cuman kebanyakan aja.
Ada lho istri yg nganggep suaminya Lucu klo endut. tapi itu mah alesan aja. Ntar IA saya singgung di post mendatang
rara
dodot
Bener2 komen yg menggelitik dari sampean 
Nice to know you, terima kasih atas doanya. Semoga sampean bisa segera menemukan sekucing pendamping hidup spt yg sampean harapkan 
yg mbikin gendut sebenernya adl faktor makanan dan aktivitas fisik (olahraga) yg tak terjaga
fertob
Betul sekali, Mas. Hidup teratur/rutin emg jadi faktor utama. Saya dulu makan cuma dua kali. Habis nikah pasti makannya jadi tiga kali. Menunya pun jadi beragam, padahal dulu sungguh ndak jauh2 dari pecel dan lodeh. Apalagi istri sukanya jajan (kebanyakan cewek emg suka jajan). Dan betul juga, meskipun dlm pernikahan masalah juga ada, tapi itu masih jauuh lebih baik ketimbang dlm kondisi belum menikah. Ttg perempuan yg kebalikannya, itu memang bisa jadi, Mas. Suatu saat mungkin saya akan bahas ttg ini
deteksi
betul, Mas. Ini suaminya mbak Amel
January 17th, 2008 at 2:07 pm
Betul Mas, menkah memang bikin gemuk, khan pastinya akan lebih sering tidur siang kalo liburan hihihi….*kabur
January 17th, 2008 at 3:02 pm
halah mas, ono2 wae.aku dari dulu kurus nih. dah minum apa aja, tapi ya gini2 ja?
apa aku harus………?
duh sapa yang mau ya
January 17th, 2008 at 6:33 pm
selain tambah gendut, menikah juga bikin tambah ganteng.
Tanya kenapa ?
January 19th, 2008 at 11:16 am
Sebagian besar jawabannya “ya”…tapi yang lain tetap kok, tergantung bakat mungkin ya…
Dengan menikah, hati mungkin tenang, sehingga makanan yang masuk perut akan diolah lebih baik …mungkinkah?? (jawabannya nggak tahu, bukan dokter)
January 22nd, 2008 at 7:11 am
[...] post sebelumnya saya menulis tentang pernikahan yg bisa mbikin seseorang jadi lebih endut. Tentu ini adalah fenomena yg tidak diharapkan. Berikut ini adalah apa2 yg saya sedang dan coba [...]
January 26th, 2008 at 5:49 am
AWWberarti saya harus segera menikah ini mas, semoga berat saya yg jauh d bawah rata2 bisa naik (yakin, sampeyan pasti kaget kalau mendengar berat saya berapa), yah minimal jadi rata2 lah :)nb: InsyaAllah saya tidak cacingan kok mas, saya sudah berkali2 minum obatcacing dan hasilnya nihil.dari kecil saya memang menderita syndrom susah makan
January 29th, 2008 at 10:27 pm
@iyudsama kayak aq, kurus gitu lho…! so dgn segera menikah mungkin nanti gak akan goyang2 lagi kalo kena angin kencang
January 30th, 2008 at 10:26 am
[...] Anda untuk berpura2 meyakini bahwa membuat perubahan dalam pola makan itu mudah dan cepat. Apalagi untuk pasangan yg baru menikah, membentuk pola makan bersama pasangan sudah merupakan tantangan [...]
January 30th, 2008 at 4:42 pm
tambah berat badan - nikah..hmm.. ide bagus
haikal’s last blog post..blogwalk #29Jan08
January 31st, 2008 at 12:07 pm
Insy saya waspda. Makasih Sarannya, walaupun saya belum nikah
March 4th, 2008 at 12:21 pm
Mbah dipo’s last blog post..Kekuatan Risau
April 19th, 2008 at 2:31 pm
Hihihihi.. tulisannya menarik sekali mas. Setuju tuh kalau udah menikah memang jadi tambah gendut. Bahayanya lagi kalau sebelum menikahpun sudah gendut.
May 13th, 2008 at 4:54 pm
dalam keluarga saya, cowok sebelum kawin menunjukkan tanda2 ‘kekurusan abadi’ hehehhehe tappi ya emang sudah saya buktikan. dengan makan 5 kali sehari, minu susu, sayur mayur, olahraga tiap hari selama 6 bulan lebih ternyata membawa saya ke kondisi tanpa melakukan seperti itu :Dkata ibu saya, ntar setelah nikah pasti bisa ‘makmur’ seperti paman saya…mugkin artikel ini sedikit membantu secara ilmiah :Dthx.
June 7th, 2008 at 3:07 pm
Aku nie gendut dari kecil, and belum menikah
kok ngak mau turun ya, padahal semua dah dicoba
any suggest
June 9th, 2008 at 2:20 pm
tria:
Wah, ini bisa jadi pokok bahasan tersendiri :-). Jika Anda cewek, masuk pada usia 21 tahun ke atas biasanya otomatis akan mudah utk jadi lebih gendut.
Tapi ya gitu, sbnernya yg dicari itu kan bukan gendut tembem dan gendut lemak. Oleh karena itu, pastikan gendutnya itu krn otot. Asupan karbo ditambah, makanan kaya protein sbg camilan di luar jam makan karbo, trus olahraga utk bentuk otot.
Silahkan cek artikel berikut ini.
June 13th, 2008 at 10:19 am
O my gosh, u become fat after marriage. What in the world’s happening with u. For me, studying make me thin and graduating make me fat. Dunno about marriage. Haven’t taste yet.