Gratis! E-Book Panduan Tes Wawancara Kerja

Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja

Manajemen Karir Add comments

Apa Ruginya Pindah2 Kerja?

Salah satu unsur penting di dunia kerja adalah kepercayaan, yg jg merupakan bahan bakar dari sebuah hubungan kerja/profesional. Bila Anda kerap berpindah kerja, maka akan ada employer yg bertanya2 akan berapa lama Anda akan bisa bekerja bersamanya.

Mari kita cermati dulu deh kondisinya. Apa sih yg mbikin seseorang pindah kerja? Karena tidak kunjung dipromosikan? Well, jangan2 dia belum dipromosikan hanya karena dia sendiri belum cukup lama mengabdi pada perusahaan. Ndak kunjung dipromosikan? Well, jangan2 karena dia belum cukup paham medan, dan juga belum mengambil waktu & kesempatan untuk membuktikan diri dan mempersembahkan prestasi. Jika perusahaan Anda mengambil orang luar untuk promosi jabatan, maka bisa jadi lebih menguntungkan bila Anda jadi pelompat kerja. Namun bila kebanyakan promosi diambil dari internal perusahaan, maka berpindah2 kerja bukanlah pilihan yg patut diambil.

Mereka yg berpindah2 kerja memang bisa mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10-40% atau minimal naik jabatan untuk potensi penghasilan yg lebih besar. Tapi kemudian klo kita lihat orang2 yg tergolong sukses dan berada di puncak karir, bukankah kebanyakan mereka adalah orang2 yg menetap lama di perusahaan mereka, mulai dari bawah dan kemudian melaju terus ke atas.

Rumput tetangga memang biasanya tampak lebih segar. Tapi tidak selalu begitu kenyataanya.

Bagi si pemberi kerja, fenomena lompat2 kerja ini bisa cukup menghabiskan uang dan bikin frustasi. Para pakar HRD mengestimasikan bahwa untuk setiap kepergian seorang karyawan, perusahaan bisa menghabiskan uang hingga 1,5 kali gaji si karyawan itu. Ini adalah uang yang digunakan untuk biaya rekruitmen, training dan nilai produktivitas yg hilang dari rekan kerja dan supervisor selama masa transisi. B.Lynn Ware, seorang pakar HRD dari Integral Talent System, mengatakan, “Kita sekarang hanya miliki jendela produktivitas yg amat terbatas. Katakan saja seorang karyawan menetap di perusahaan selama 2.5 tahun. Akan butuh sampai setahun setengah baginya untuk beradaptasi, belajar, dan menjadi cukup ahli dg pekerjaannya. Lalu jika dia habiskan tiga hingga enam bulan untuk mencari kerjaan baru, itu artinya tinggal enam bulan saja produktivitas riil yg bisa dia sumbangsihkan.”

Bagi karyawan sendiri, fenomena berpindah2 kerja ini tyt juga bisa membawa dampak kurang baik, baik bagi yang pindah kerja maupun yg menetap. Cukup banyak karyawan yg merasa bahwa tingkat turnover yang tinggi menyebabkan kondisi pertemanan menjadi kurang harmonis & berjalan semestinya. Seperti pengakuan Gertsman, 28, yg bekerja di salah satu perusahaan IT: “Buat apa terlalu akrab. Toh ndak lama lagi dia paling bakal pindah kerja ke tempat lain. Atau klo bukan dia, ya paling aku yg keluar dari sini.”

Lebih jauh lagi, Gertsman juga mengatakan bahwa tingkat turnover tinggi ini bahkan bisa mendemotivasi karyawan yg tetap tinggal,”Ketika seseorang hendak keluar, kebanyakan dari kami merasa seperti ‘Buat apa aku menghabiskan waktu di sini? Aku harusnya juga bisa mendapatkan lebih banyak uang dan melakukan kerja yg lebih memuaskan batin, seperti temenku yg mau keluar itu’. Bahkan meskipun pekerjaan kami sebenarnya masih punya prospek yg bagus di masa depan, tapi kami yg tetap tinggal jadi merasa bersalah, tertinggal, dan jalan di tempat.”

Terkait aksi kutu loncat ini, faktor durasi amat penting untuk diperhatikan. Bagaimana menurut Anda bila seorang karyawan berpindah kerja setelah dia baru saja bekerja selama enam bulan? Apakah kepindahannya terlihat pantas? Atau, apakah hal itu tampak kurang profesional, egois, dan tak tau terima kasih?

Biasanya perasaan atau anggapan semacam itu memang hinggap di para pelompat kerja. Dan ini wajar. Meskipun barangkali tak ada yg akan menyalahkan bila seseorang berpindah kerja setelah dua tahun mengabdi, tapi berpindah kerja setelah kurang dari setahun bisa memiliki konsekuensi buruk jangka panjang.

Ambil aja contoh, katakanlah seorang pekerja telah tiga kali berpindah kerja dalam rentang dua tahun. Di suatu tempat di dalam skenario ini, seorang atasan atau rekan kerja akan mulai bertanya-tanya kenapa kok ini orang seperti ndak punya komitmen pada pekerjaan atau perusahaan. Ini apa karena dasar orangnya yg emang susah diajak kerja sama apa gimana? Jangan2 dia melulu mikirin pencapaian dirinya sendiri ketimbang pencapaian perusahaan atau tim. Ataukah karena si pekerja ini berpindah kerja karena dia ndak bisa (atau ndak mau) melakukan tugas yg diberikan untuknya?

Dituduh tanpa dasar memang ndak adil, tapi inilah risiko yg dialami oleh si pelompat kerja yg berpindah kerja terlalu cepat. Reputasi profesional dan pribadinya bisa-bisa dipertaruhkan.

Lantas, Ada Anjuran?

Pertanyaan kunci yg juga perlu dipertimbangkan adalah terkait suplai dan permintaan. Jika Anda memang berada di profesi di mana jumlah permintaannya memang lebih besar ketimbang suplai, maka berpindah2 kerja bisa menjadi pilihan yg menarik.

Kemudian, ada lagi perpindahan kerja yg bagi saya merupakan kewajiban.

  1. Bila memang ndak matching dg tujuan jangka panjang Anda.
    Jika posisi yg sekarang memang ndak tampak bisa membantu tercapainya tujuan karir jangka panjang Anda, ya sudah, keluar saja klo sudah dapat tawaran. Bila Anda ingin jadi system analyst, tentu malah ndak masuk akal klo Anda pilih utk terus menetap di perusahaan periklanan.
  2. Bila Anda sudah temukan Passion Anda di mana.
    Terkadang orang berpindah2 kerja krn dia belum menyadari bhw yg mbikin mereka ndak kerasan sebenernya bukan krn atasan mereka, melainkan jenis pekerjaannya.
  3. Menghindari masalah.
    Maksudnya, bila Anda temukan ada suatu/beberapa hal ilegal yg dijalankan dan menjadi budaya di tempat kerja Anda, dan Anda sudah tak bisa berbuat apa2 lagi tentangnya, ya sudah, keluar aja dari sana.

Yang jelas, inget, orang2 dari Human Resource biasanya mengeluhkan fenomena kutu loncat ini. Sudah jelas bahwa berpindah2 kerja menguntungkan bagi si karyawan, tapi tidak bagi perusahaan.

Berpindah2 kerja adalah sebuah pilihan. Jika Anda memilih untuk melakukannya, maka pastikan Anda menjalaninya dengan benar, dengan alasan yg bijak. Pastikan Anda mampu menunjukkan arti loyalitas bukan dalam arti lamanya Anda menetap di perusahaan tertentu, melainkan dalam arti kontribusi Anda yg melebihi ekspektasi. Tunjukkan itu dalam CV dan tes wawancara Anda.

Technorati Tags: , ,

Popularity: 15% [?]

Bagi post ini ke teman2 Anda:
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Technorati
Share on Facebook

Pindah Halaman: 1 2

____________________________________________________________________
Anda suka atau merasa tulisan ini bermanfaat? Agar tidak ketinggalan tulisan dan inspirasi Manajemen Produktivitas dan Pengembangan Diri, silahkan saja berlangganan isi blog ini secara lengkap via email dengan mengetikkan email Anda pada isian di bawah ini. Anda juga bisa merekomendasikan blog ini kepada teman Anda.

____________________________________________________________________

16 Responses to “Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja”

  1. Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja | Trustco Surabaya Says:

    [...] Silahkan membaca tulisan ini secara lengkap di: Untung Ruginya Jadi Kutu Loncat yg Pindah-Pindah Kerja [...]

  2. aRuL Says:

    wah nyinggung insinyur nih… :D hehehekata teman sy nih yg dah kerja *sy blum*, katanya ada emang perusahaan yang sekedar mendapat pengalaman, ada juga tempat kerja kalo dah keterima di situ passionnya di situ, dan berkarirlah sampe tua di situ.tapi kadang perusahaan yang sering dijadikan tempat pengalaman kerja orang2 itu, kadnag ndak mikir, masih bisa menerima yg lain gitu katanya :D

  3. yudha bs Says:

    Kalau terlalu sering pindah kerja, kapan stabilnya ? Kalau masih bujang mungkin tidak terlalu masalah. Tetapi kalau sudah berkeluarga akan menjadi masalah sendiri.

    yudha bss last blog post..Menghadapi Orang Depresi ? Sabar !!

  4. adit Says:

    dalam kurun 4 tahun sy berkarir, sy sudah bekerja di 5 perusahaan yg berbeda…… paling lama 1,5 tahun paling sedikit 4 bulan…….sy memang tidak pernah berniat menetap di suatu perusahaan, biasanya cuma ingin mencari pengalaman atau mendambakan kenaikan gaji :D , kaloupun ingin lama bertahan di suatu perusahaan sy ingin memastikan bahwa sy bekerja lama di perusahaan sy sendiri …. aamiin

  5. Akhuna Says:

    Wah, kalo nuruti gaji ngga akan ada habisnya. Bisa-bisa jadi kutu loncat seumur hidup. Kalo sudah seperti itu, tidak ada achievement yang kita dapat selain gaji. Dan yang lebih dikuatirkan lagi, tidak ada idealisme dalam pekerjaan. Sah-sah aja sih, cm bukan gw banget… :)

    Akhunas last blog post..Selamatkan Bangsamu, Jadilah Entrepreneur!

  6. Akhmad Guntar Says:

    aRul:
    Apapun, tentang benar salah bukan jadi issue di sini. Tiap orang berhak memilih apa yg menurut dia memang baik. Yg penting pd waktu ambil sikap udah tahu pertimbangan untung rugi baik buruk dlm jangka panjang :-)

    yudha:
    Betul, klo masih mbujang emg lebih leluasa. Sementara ketika sudah punya tanggungan, jd banyak yg dipikirin :wink:

    adit:
    wah wah… mantap pula ni Adit :mrgreen: Klo motifnya adalah agar jd lebih siap untuk berkiprah di perusahaan sendiri, itu tentu amat bagus sekali. Saya dukung :cool:

    Akhuna:
    Betul sekali, Akhuna. Harusnya ini bukan melulu ttg gaji. Pencapaian achievement memang harus jadi pertimbangan yg dipentingkan. Btw, posting terbarunya keren tuh. Alhamdulillah kita bisa jadi bagian dari apa yg sampean maksud di tulisan :-P

  7. ghosty Says:

    kalo sering pindah kerja, jadinya kita lebih untrusted betul ga mas. coz pada saat itu aku punya teman yang selalu gonta ganti bisnis. nawarin aku ini, terus ga lama nawarin lagi itu. begitu terus. akhirnya aku ga percaya lagi ma dia. belum berhasil, tapi gonta-ganti bisnis terus. ga konsisten

    ghostys last blog post..for you all my best pren

  8. yanti Says:

    Saya… punya saudara yang bisa tiap bulan pindah kerja, ajaibnya… kerjaan + gaji yang baru meningkat terus dan terus…Apakah ini tidak berpengaruh pada kredibiltas ya????

  9. yanti Says:

    Saya… punya saudara yang bisa tiap bulan pindah kerja, ajaibnya… kerjaan + gaji yang baru meningkat terus dan terus…Apakah ini tidak berpengaruh pada kredibiltas ya????kunungan balasan ya….

    yantis last blog post..Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah

  10. Akhmad Guntar Says:

    Sering pindah kerja memang bisa berdampak pada reputasi kita. Meskipun faktanya kita juga ndak bisa tahu apa isi hati orang ybs. Ada model orang yg pindah2 krn memang dia ngerasa belum menemukan apa2 yg dia cari. Jadi scr kenampakan luar dia tampak ndak konsisten dan plin plan. Dalam kasus mbak Yanti, meskipun gaji terus meningkat, tapi itu tentu akan ada titik jenuhnya. Akan ada masa di mana loyalitas dan reliabilitas dia dipertanyakan. Dan gimana2, ybs ndak akan bisa menjelaskan ke semua orang ttg alasan dari sikap yg dia pilih.

    Catatan: profesi di bidang teknologi informasi biasanya memiliki tingkat turnover (dan jumlah kutu loncat) yang tinggi dan relatif bisa lebih dimahfumi ketimbang profesi yang lain.

  11. infogue Says:

    terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:http://karir-pekerjaan.infogue.comhttp://karir-pekerjaan.infogue.com/untung_ruginya_jadi_kutu_loncat_yg_pindah_pindah_kerjaanda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  12. ian Says:

    Saya sudah kurang lebih 5 tahun bekerja, sudah berpindah 3 kali perusahaan yg berbeda. sebenarnya sih pengennya menetap pada satu perusahaan. tapi apa yg terjadi tidak demikian, masing2 perusahaan tidak menunjukan kepada saya akan pencerahan (gaji/jabatan ). menurut saya, saya sudah sekuat tenaga dan pikirin tapi… saya gak tau menurut penilaian perusahaan gimana terhadap saya. apa karena saya tidak memiliki tittle sarjana ?

  13. bison Says:

    klo aku sih pindah kerja mmg nyari yg passionnya pas. nah masalahnya yg pas itu kayak apa? jarang atao mungkin gak ada ya company yg ngasih kita kerjaan yg beda-2 misalnya sekarang di sales 2 thn kemudian pindah ke HRD 2-3 thn, Purel 4 thn sampe akhirnya kita tahu passion kita apa trus bilang ke HRD, Bos kayaknya gw cocok di jenis pekerjaan ini & pengin sampe pensiun! Bahagianya!!!

  14. Fhendra Says:

    Tanya nih … jujur kondisi sekarang saya masih pada posisi berfikir. Saya sekarang bekerja di PMA yang besar (8 bulan) dan sedang diterima oleh PMA besar lainnya … bidang yang sama. Perusahaan tempat saya kerja sekarang belum punya sistem kerja yang baik yang membuat saya sempat gak enak kerja. Sementara perusahaan yang lainnya sudah memiliki sistem kerja yang fix. Harapan saya sih dengan fix system itu saya bisa mendpatkan job security, karena di sini model perusahaannya gampang hire & fire. Tolong masukannya yah …

  15. bison Says:

    buat Fhendra: aku dah pindah kerja 5x hampir smua di PMA, saran sih ada untungnya kerja di company yg blm sistem fix. krn klo kamu bisa jd agen of change disitu kamu akan jadi ‘raja’ & selalu akan dikenang. saingan terberatmu adalah pegawai yg ‘gak begitu pintar’ tp bisa raih simpati bos. sedang bila di company yg fix, kamu hrs lebih strugle 2 fight krn utk capai yg lebih tinggi kamu hrs capai tahapan rumit yg sdh diatur company. mmg di company yg sistemnya fix kriterianya fair tp saingannya banyak & berat (banyak yg otaknya ‘encer’). bila kamu prestasi di company itu wajar & gak jd pahlawan krn mmg tuntutannya spt itu dan akan semakin besar dikemudian hari. silahkan pilih sendiri. salam.

  16. Pertanyaan tentang Kemampuan Manajerial Pada Tes Wawancara Kerja | AkhmadGuntar dot com Says:

    [...] bila Anda adalah kalangan kutu loncat dan sudah pegang posisi sebagai manajer, maka pertanyaan terkait kemampuan manajerial SDM akan jadi [...]

Leave a Reply

  • Tulisan Paling Top Saat Ini

  • Kategori Tulisan


  • Internet Sehat

    Internet Sehat


    Tugu Pahlawan dot com



  • WP Theme & Icons by N.Design Studio. Modified by Guntar
    Entries RSS Comments RSS Log in