
Pernahkah Anda hadir di rapat yang sunyi senyap akan pendapat? Sampai pun lelah suruh ngomong, tetap saja tak ada peserta yang bersedia buka mulut dan berpendapat. Tentu kondisi ini tidaklah mengenakkan. Tak mungkin kita bisa dapatkan gagasan yang kaya manakala sejak awal peserta sudah enggan untuk angkat bicara.
Maka tulisan kali ini adalah bagian pertama dari serial tulisan tentang bagaimana meningkatkan partisipasi dari peserta rapat.
Dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi dalam pertemuan, kita mulai dulu dengan memahami permasalahan dimulai dari hal yang kecil, lalu beranjak ke analisa berdasarkan frame waktu, dan lalu masuk ke kiat-kiat praktis pemancingan partisipasi.
Dimulai dari hal yang kecil dan sederhana, sejak awal harus ada penanaman identitas diri terhadap peserta, yakni dalam hal bagaimana kita menamai dan menyebut mereka. Konkritnya, memanggil peserta dg sebutan “partisipan” lebih punya dampak positif ketimbang menyebut sebagai “peserta” atau “hadirin” (berdasarkan Lani Arredondo, pada Communicating Effectively, New York: McGraw-Hill,2000, hal. 151). Penyebutan ini menanamkan unsur identitas pada peserta untuk jadi orang yg terlibat/berpartisipasi.
Berikutnya, kita akan telusuri penyebab kurang suksesnya sebuah pertemuan diinjau dari pembagian berdasar titik waktu terjadinya.
Masalah yang terjadinya pada saat pertemuan dimulai:
Masalah yang terjadinya selama pertemuan dilakukan:
Masalah yang terjadinya begitu pertemuan baru saja diakhiri:
Itu semua menimbulkan kesan tak menyenangkan sehingga membuat partisipan merasa wegah atau males-malesan pada pertemuan berikutnya.

Terkadang masalah timbul ketika pada cukup jauh waktu setelah pertemuan berakhir:
Berikutnya -dalam tulisan berikutnya- adalah kiat-kiat yang saya sampaikan dalam bentuk sub bahasan.
Popularity: 1% [?]
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat, jangan ragu untuk berbagi. Silahkan manfaatkan tombol sharing di atas. Dan jika Anda suka dengan tulisan ini, harap bantu saya dengan do'a: "Ya Tuhan Yang Maha Penguasa, tolong lancarkan pak Guntar dengan Thesisnya. Tolong mudahkan, kuatkan, dan loloskan dengan nilai yang sempurna. Aamiin." :-) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------