OK, meskipun tips terkait cara menjawab pertanyaan interview belum usai, tapi saya rasa issue terkait bagaimana menegosiasi gaji pada tes wawacara kerja juga tak kalah penting untuk dibahas. Nah, aturan umum menegosiasi gaji seperti gini: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yg diharapkan (atau merupakan salah satu dari sedikit yg terpilih). Namun, memang sih aturan kayak gitu susah juga untuk dipatuhi. Upaya2 menghindar dari pertanyaan malah bisa-bisa berubah menjadi otot2an - yg tentu tidak Anda inginkan.

Idealnya memang, pembicaraan terkait gaji baru bisa dilakukan jika pelamar kerja sudah tahu betul dia mau ditempatkan di posisi mana, dan apa saja tanggungjawabnya. Tapi sialnya, tak jarang employer merasa perlu menghemat waktu mereka dg melakukan penyaringan sejak dini.
Baca lanjutan post »
Anda ingin mengenali temparemen atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan clue awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.
Catatan: post ini didasarkan pada wawasan Personality Plus, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen api (koleris), elemen tanah (melankolis), dan elemen air (phlegmatis)
Lihat sorot matanya:
- Klo sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar, maka dia sanguinis udara
- Klo sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris api, sperti gambar di bawah ini.
Pada post sebelumnya, telah saya sampaikan bahwa beda pria wanita juga tampak pada perihal bagaimana mereka berkomunikasi. Nah, perbedaan ini bukanlah untuk kemudian dijadikan pembenaran untuk bersikap apa adanya. Kita bisa memilih untuk lebih produktif dan efektif dalam berkomunikasi.
Kita mulai dulu dari tips untuk para cowok. Sejak dulu kan cowok selalu dituduh sebagai kaum yang tak pengertian thd cewek. Bisa jadi itu memang benar. Entah apa karena kebanyakan cowok memang bebal atau kebanyakan cewek memang sebegitu susahnya untuk dimengerti, itu tak perlu diperdebatkan. Apa yg lebih penting adalah memahami perbedaan yg ada dan membuat penyikapan yg lebih bijak atasnya.
Okai, para cowok, perhatikan yg berikut ini:
Baca lanjutan post »
Ada sebuah adage lama yg mengatakan: Klo kamu bertanya pada pria sekarang ini jam berapa, maka dia akan langsung melihat arlojinya; tapi bila kamu tanyakan perihal yg sama kepada wanita, dia akan langsung bercerita tentang arloji2 cantik yg dia lihat di plaza kemarin sore
Anda mungkin pernah mendengar seorang wanita bertanya-tanya, “Aku ndak ngerti kenapa si cowok itu mundur teratur. Apa yg salah sih dg aku? Apa aku ini terlalu menuntut, atau malah kurang menuntut? Cowok emang mbingungin. ” Sementara itu, di hari yg sama si cowok juga bertanya-tanya,”Aku ndak paham ama cewek ini, aku mungkin udah berbuat salah, tapi apa ya. Cewek emang makhluk rumit deh.”
Nyatanya pria dan wanita memang berbeda, termasuk dalam hal cara mereka berkomunikasi. Hal ini amat penting untuk dimengerti karena komunikasi bukanlah sekedar menyampaikan pesan (dalam hal ini khususnya dg lawan jenis), namun juga terkait bagaimana kita memahami lawan bicara dan pesan2 yang dia berikan. Mari kita lihat saja bedanya; Baca lanjutan post »
Dalam tes wawancara kerja, pertanyaan pribadi dan keluarga bisa jadi menantang krn bisa membuat diri jadi kelabakan, khususnya bila sudah menyangkut wilayah2 sensitif seperti status dan latar belakang keluarga. Meskipun kebanyakan pertanyaan di wilayah ini hanya berpengaruh kecil pada penentuan kompetensi, tapi wilayah ini akan menjadi dasar terkait attitude dan kebiasaan profesional Anda. Pertanyaan ini juga bisa menjadi penentu mood dan persepsi awal pewawancara sebelum melanjutkan ke pertanyaan2 berikutnya.
Anda bisa gunakan contoh jawaban berikut ini untuk dijadikan semacam gambaran dan template yang masih bisa dimodifikasi dan disempurnakan. Meskipun jawaban ideal bisa Anda sampaikan dengan persiapan yg cukup, namun tentu sebaiknya jawaban Anda didasarkan pada kenyataan bahwa jawaban Anda memang mencerminkan diri Anda yg sebenarnya. Sehingga ketika Anda mengetahui bahwa ada jawaban dalam pertanyaan wawancara berikut yg ternyata belum sesuai dg diri Anda, maka sikap Anda adalah, “Berarti aku harus bisa menjadi spt yg akan aku ucapkan ini”
Baca lanjutan post »
Saya suka sekali memasang desktop wallpaper inspiratif di dev0, laptop saya. Seringkali, saya bubuhkan pesan customize untuk menambahkan efek inspirasi. Tak jarang juga saya menggunakan gambar inspiratif dalam presentasi dan seminar saya. Berikut adalah beberapa desktop wallpaper beresolusi 1280 x 800 (utk widescreen, spt kebanyakan layar skr ini).
Silahkan Anda donlod dan juga bagi-bagikan kepada teman. Untuk mengambil gambar, silahkan klik pada tombol “donlod”, maka gambar ukuran penuh akan membuka pada window baru. Dari situ Anda bisa langsung klik kanan pada gambar dan pilih save as. (tapi tentunya Anda sudah tau, bukan
) Di bagian kanan bawah ada credits kecil yg tak akan nampak bila Anda pasang sbg desktop wallpaper (assuming taskbar Anda berada di posisi default).
Wallpaper 1 : Nyalakan Dirimu!
Anda mungkin sudah pernah mendengar perkataan “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”. Ini adalah perkataan yg begitu menyentuh saya waktu masih kuliah dulu. Dg hasrat besarnya untuk menyuarakan kebenaran, terkadang apa yg terjadi malah kepincangan; masih banyak mahasiswa yg sekedar pintar main tunjuk namun terlupa untuk mendayagunakan dirinya sbg solusi. But then again, tampaknya bukan hanya mahasiswa yg punya masalah seperti ini. Adalah lebih mudah dan ironisnya -bagi sebagian orang- malah bisa bikin senang ketika kita melihat pihak lain salah & berbuat cela. Padahal diri ini belum tentu lebih mulia, padahal diri ini bisa jadi belum berbuat apa-apa.

Seberapa bagus performa seseorang pada interview akan sangat dipengaruhi oleh seberapa bagus dia menyiapkan diri untuk itu. Dalam banyak kasus, kurangnya persiapan akan membuat rasa PeDe jadi terkikis. Bahkan jika Anda sudah beruntung dengan menjadi kandidat favorit dan hampir bisa dipastikan akan meraih posisi yg Anda kejar, tetap saja Anda perlu lakukan persiapan untuk perbesar kemampuan Anda dalam menegosiasikan gaji.
Anda mungkin pernah mendengar ada orang yang berkoar-koar bahwa mereka tak pernah kok lakukan persiapan untuk hadapi tes wawancara kerja dan ternyata wawancaranya juga berlangsung oke-oke saja. Jika kita lakukan penelusuran lebih dekat, maka biasanya yg terjadi adalah beberapa hal ini:
Meminimalkan Dampak Negatif Pornografi; yang Penting Motifnya Sepakat, kan? ^_^
Pemikiran 17 Comments »
Berawal dari diskusi dengan istri, saya jadi ngasih posting di ruang komen Mas Kamal. Tapi ternyata ada lebih banyak hal yang ingin saya sampaikan.
Rame banget memang pembahasan di blogosphere Indonesia. Tokoh penting semacam Pak Budi Rahardjo termasuk yang tidak bersepakat dg strategi pemerintah yg satu ini. Tapi saya amat senang beliau bukan lagi sekedar beropini atas ketidaksepakatan beliau, namun telah melakukan tindakan nyata untuk menyikapi pornografi ini dg menciptakan & mengajak orang2 utk turut menghasilkan content positif. Namun sayang sekali banyak teman2 yang masih melupakan gambaran besar dari issue ini.
Dari sejak pembahasan pornografi, banyak sekali yang mengklaim pornografi ini sebagai issue yang relatif dan subyektif.
Cuplikan dari komen di blog pak Budi Rahardjo:
“Payudara dara Irian dan Bali atau Badui menantang tanpa halangan itu forno?? Orang Badui dan Bali atau Papua bersikap biasa jadi tidak forno. Orang diluar itu bersikap luar biasa jadilah forno dan forno.”
Coba deh kita sekarang lihat apa arti pornografi menurut kamus besar bahasa Indonesia.
Pornografi:
1. Penggambaran tingkah laku secara erotis dg lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi;
2. Bahan bacaan yg dg sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi.
…. dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi.
Apakah pornografi mbikin kecanduan?
“The luckiest man is one whose hobby and profession are same.”
Yes, no doubt about it. Tapi kenapa kok ndak sebegitu gampangnya orang2 berprofesi/berbisnis sesuai dg hobi?
Kebanyakan kita barangkali telah tau bahwa hal pertama yg musti dilakukan adalah menemukan (dan mengingat2) ketertarikan dan kecenderungan terbesar - terkait ragam aktivitas yg Anda nikmati, lingkungan kerja yg Anda sukai, teknologi yg Anda suka utk bekerja dengannya, serta macam orang yg Anda suka utk bekerja dengannya. Nyatanya memang ndak sangat gampang juga untuk menemukan ini, karena seringkali alasannya sekedar lupa atau ndak dg sengaja menyempatkan untuknya.
Salah satu sebab mengapa banyak orang gagal menjalani tes wawancara adalah karena beberapa salah paham terkait apa yang benar-benar terjadi pada saat tes wawancara dilangsungkan. Saya menyebutnya sebagai mitos tes wawancara.
Setiap kita udah tau bahwa tujuan dari tes wawancara adalah untuk mencari orang2 terbaik untuk pekerjaan yg ditawarkan, tapi masih banyak yang belum paham tentang apa-apa yang membuat seorang kandidat bisa unggul ketimbang yg lain. Baca lanjutan post »


Recent Comments