Jun 23
Saya baru mulai menerapkan konsep Getting Things Done sejak pertengahan April 2007. Di saat awal dulu, salah satu masalah terbesar yang saya hadapi manakala coba untuk mengimplementasikan sistem Getting Things Done adalah dalam menerapkan apa yang sudah dipelajari secara bertahap dan konsisten. GTD adalah sistem yang sedemikian komplit, sedemikian rupa dia jadi tidak mudah untuk menerapkannya secara komplit secara cepat.
Kapankah godaan2 itu muncul?
Read the rest of this entry »
Popularity: 2% [?]
Apr 23

Presmis yang diajukan oleh David Allen dalam Getting Things Done adalah bahwa apa yang menghambat produktivitas kita sebenarnya adalah urusan2 kecil (atau prencil2) yang memenuhi isi kepala dan meja kita. Itu semua pada akhirnya yang sedikit banyak membuat kita resah hingga merasa tertekan. Nah, kita bisa menggunakan Aturan Dua Menit seperti yang dibahas di GTD untuk membersihkan rusuh2 itu dengan cepat.
Sekedar mengingatkan, Aturan Dua Menit ringkasnya berbunyi seperti ini:
Manakala sesuatu yang muncul di kepala Anda itu bisa dirampungkan dalam waktu dua menit atau kurang, maka langsung lakukan saat itu juga, bahkan jika itu adalah urusan yang miliki tingkat prioritas rendah.
Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
Apr 13

Melanjutkan posting sebelumnya tentang gagasan David Allen – Getting Things Done, sekarang kita masuk ke bagian empat, yakni tentang Worflow Lima Langkah untuk Manajemen Produktivitas Bebas Stres.
The knowledge that we consider knowledge proves itself in action. What we now mean by knowledge is information in action, information focused on results.
-Peter F. Drucker
Pertama-tama, marilah kita bahas dulu manajemen horizontal. Untuk mengambil kendali dari proyek dan komitmen Anda, dan pada akhirnya kehidupan Anda, adalah dengan cara menjalani proses lima-langkah:
Read the rest of this entry »
Popularity: 5% [?]
Apr 10

Dari mulai saat kita bangun sampai tidur kembali, kebanyakan kita punya sedemikian banyak hal untuk diselesaikan, di rumah, di sekolah, di tempat kerja. Kita harus bergegas ketika pergi ke mana-mana hanya agar semua pekerjaan bisa rampung, dan terkadang kita merasa punya terlalu banyak urusan sehingga hidup ini serasa berada di luar kendali. Begitu sampai di rumah kita kelelahan, stres dan khawatir akan hal-hal yang kita gagal untuk penuhi atau lakukan serta perihal lain yang masih harus dilakukan keesokan harinya.
“Getting Things Done” oleh David Allen adalah buku produktivitas yang amat populer. Saya mulai membacanya tiga tahun yang lalu, termasuk audio booknya. Diterbitkan awal pada tahun 2001, buku ini mengulas tentang proses praktis yang bisa membantu orang2 sibuk dalam kembali mengambil kendali atas kehidupan mereka untuk bisa kembali rileks dan segala urusan terlaksana. David Allen menawarkan sebuah sistem, perangkat, pencerahan dan tips tentang bagaimana menyelesaikan lebih banyak urusan dengan upaya lebih sedikit, lebih bahagia dan menjadi pribadi yang lebih sukses. Apa yang dia maksud dengan urusan ini adalah segala bentuk perihal yang kita ingin jadikan berbeda dari kondisi sekarang.
Time is the quality of nature that keeps events from happening all at once. Lately, it doesn’t seem to be working.
-Anonymous
Read the rest of this entry »
Popularity: 3% [?]
Recent Comments