Cara Cepat Mengenali Temparemen/ Personality Orang Lain

Wawasan 9 Comments »

Anda ingin mengenali temparemen atau elemen dasar orang lain meskipun baru 30 menit ketemu? Bisa. Meskipun ingat, bahwa kebanyakan kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan clue awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian.

Catatan: post ini didasarkan pada wawasan Personality Plus, di mana di sana ada elemen udara (sanguinis), elemen api (koleris), elemen tanah (melankolis), dan elemen air (phlegmatis)

Lihat sorot matanya:

  • Klo sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar, maka dia sanguinis udara
  • Klo sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris api, sperti gambar di bawah ini.

Read the rest of this entry »

Personality Plus FAQ

Wawasan 8 Comments »

Berikut adalah pertanyaan2 yg paling sering diajukan terkait Personality Plus. Diambil dari pertanyaan riil, jadi akan ada beberapa perulangan di sini.

- Personality Plus mengkotak2kan kita?
Tidak. Yang bisa mengkotak2kan diri ya cuma diri kita sendiri. Sepengetahuan saya, profiling ini tidak diciptakan untuk mengkotak2kan diri, melainkan untuk membantu kita mengenali pola bakat dan kompetensi. Nyatanya kita memang bisa memperkaya kepribadian kita hingga kita memiliki segenap kelebihan dari setiap temparemen. Disebut mengkotak-kotakkan apabila ybs membuat pendakwaan, “Aku ini kan emg sanguinis, ya wajar aja klo aku banyak bicara dan ndak bisa mendengarkan. Mau gimana lagi?!” Pengkotakan atas kelemahan ini lah yang harus dihindarkan.

Ketika kita sudah mengetahui siapa diri kita (dalam konteks temparemen), akanlah lebih mudah untuk mengejar traits2 lain. Pendefinisian traits yg ada membuat kita punya sesuatu (sifat/kompetensi) untuk dikejar dan dijadikan target.
Read the rest of this entry »

Pengkritisan thd Personality Plus

Wawasan 2 Comments »

Guntar - Pengkritisan thd Personality Plus

Konsep temparemen dunia barat diawali oleh apa-apa yang telah digagas oleh Yunani kuno, yang kemudian dimatangkan dipopulerkan oleh ilmuwan2 muslim, dan didayagunakan oleh bangsa Romawi.

Perlu dicatat, teori temparemen ini pada awalnya tidak digunakan untuk pengidentifikasian karakter. Ketika mematakangkan teori profiling ini, Ibnu Sina mendayagunakannya untuk keperluan pengobatan. Semisal saja, black bile (congealed blood) dikatakan (dari Ibnu Sina, diperkuat hasil penelitian Henry E. Sigerist, M.D.) bertanggung jawab untuk beragam jenis penyakit, mulai dari sakit kepala, vertigo, paralysis, spasm, epilepsi, dan beragam penyakit2 mental hingga gangguan terkait ginjal, liver dan limpa. Dari sini kemudian para ilmuwan psikollogi (semisal Theophrastus) membuat penelitian dan menemukan bahwa black bile tampaknya mendominasi kalangan orang pintar yang cenderung introvert, suka berpikir dan berpemikiran mendalam. Ciri gemar melakukan aktivitas berpikir yang kompleks dan mendalam itu lah yang kemudian menjadikan orang2 dg komposisi black-bile relatif banyak (yg berarti dia adalah melankolis) lebih rawan terkena penyakit2 mental spt yg tersebut di atas.
Read the rest of this entry »

  • Tulisan Paling Top Saat Ini

  • WP Theme & Icons by N.Design Studio. Modified by Guntar
    Entries RSS Comments RSS Log in