Oct 01

Mengapa mereka yang gunakan hartanya untuk orang lain jadi lebih bahagia ketimbang mereka yang gunakan uang untuk dirinya sendiri? Jawabannya terletak di dalam otak kita. Pakar neuroeconomist William Harbaugh dan rekan2nya dari Universitas Oregon melakukan penelitian dengan memberikan para partisipan $ 100 di sebuah akun bank virtual dan lalu meminta mereka untuk berbaring di sebuah pemindai otak. Awalnya, partisipan melihat (membayangkan) uang mereka dikeluarkan untuk membentu mereka yang sedang membutuhkan melalui penarikan pajak wajib. Setelah itu, mereka diminta memutuskan; apakah uangnya akan digunakan untuk diri mereka sendiri atau mau disumbangkan untuk amal.
Read the rest of this entry »
Popularity: 1% [?]
Sep 30

Tulisan ini menindaklanjuti kuesioner tentang seberapa materialistiknya Anda. Riset menunjukkan bahwa kaum materialis ternyata lebih tidak bahagia secara signifikan ketimbang kaum sebaliknya.
Read the rest of this entry »
Popularity: 1% [?]
Aug 04
Zimbabwe, salah satu negara dg penduduk termiskin di dunia kini menderita inflasi sebesar 2,200,000 persen pada Mei kemarin. Dan bila kondisi ini masih belum bisa terkendali seperti saat ini, maka inflasi annual nya akan bisa mencapai 5 juta persen pada Oktober nanti.
Para penduduk negaranya kini mengalami gelombang baru kenaikan harga yg membuat kebutuhan pokok berada di luar jangkauan: sepotong roti sekarang ini berharga sama dg 12 mobil baru sepuluh tahun yg lalu. Coffee beans buatan lokal saja sudah seharga 1 juta dolar Zimbwabwe. Sepuluh tahun yg lalu, itu sudah bisa dipake untuk membeli 60 mobil baru. Industri manufaktur hanya beroperasi 30 persen dari kapasitas maksimumnya dg berkurangnya karyawan akibat mereka tidak mampu membayar biaya transportasi.
Harga barang2 di pasar tradisional masuk dalam kisaran juta; 10 juta, 15 juta – dan masih terus naik.

Read the rest of this entry »
Popularity: 11% [?]
Recent Comments