Salah satu sebab mengapa banyak orang gagal menjalani tes wawancara adalah karena beberapa salah paham terkait apa yang benar-benar terjadi pada saat tes wawancara dilangsungkan. Saya menyebutnya sebagai mitos tes wawancara.
Setiap kita udah tau bahwa tujuan dari tes wawancara adalah untuk mencari orang2 terbaik untuk pekerjaan yg ditawarkan, tapi masih banyak yang belum paham tentang apa-apa yang membuat seorang kandidat bisa unggul ketimbang yg lain.
Mitos Pertama: Orang dg kompetensi terbaik lah yang akan dapet kerjaannya.
Kadang emang betul, khususnya pada situasi di mana masing2 sudah sama tau, semisal perusahaan yang melakukan reruitmen internal. Namun seringkali bukan seperti itu yang terjadi. Lolosnya seseorang dalam tes wawancara kan dipengaruhi oleh banyak hal. Semisal saja si pewawancara tau betul pertanyaan apa saja yang perlu ditanyakan serta bagaimana mengetahui tingkat kejujuran dari jawaban yang diberikan. Dua hal ini terkesan remeh, tapi nyatanya banyak pewawancara yang ndak pernah ikut training ttg job interview dan kurangn berpengalaman mewawancara, atau sekedar ndak punya waktu untuk menyiapkan bahan wawancara. Belum lagi ketika si pewawancara sedang bad mood.
Di dunia yang ideal, maka orang dg kompetensi terbaik lah yang akan jadi pemenang. Tapi nyatanya, seringkali mereka yang jago di tes wawancara lah yang jadi pemenang. Pembelajaran penting di sini adalah ketika pada saat wawancara Anda ketahui di sana ada orang yang Anda tau secara kompetensi & wawasan lebih jagoan ketimbang Anda, maka jangan keburu minder. Perangnya lho belum dimulai. Sebaliknya, jika Anda merasa sebagai kandidat paling jagoan di antara yang lain, maka jangan juga keburu mayak hingga meremehkan tes wawancara.
Orang dengan kompetensi terbaik tidak lantas jadi pemenang - seringkali mereka yang performa tes wawancara nya bagus lah yang jadi pemenang.
Mitos Kedua: Yang penting tu bisa jawab pertanyaan - dan juga kasih jawaban panjang biar terkesan pintar.
Memang tes wawancara kerja ada kemiripan dengan ujian sekolah dalam perihal sama2 ada pertanyaan yang kudu dijawab dengan benar. Tapi beda dengan ujian kuliah, tes wawancara juga mementingkan aspek interaksi dan komunikasi empatik sembari Anda mengemukakan jawaban2 pintar. Yg penting tu bukanlah jawaban panjang lebar. Orang dg skil dan pengetahuan itu banyak, tapi ndak banyak yg mampu mengartikulasikan gagasan mereka secara ringkas, nyambung, dan mudah dipahami.
Ada kemudian yg beranggapan kalo bisa jawab pertanyaan dg lebih baik ketimbang yg lain, maka dia lah yg menang. Tapi -Anda tahu lah- interview tu lebih dari sekedar ngasih jawaban pintar. Bahkan interview tu lebih dari sekedar berpenampilan rapi dan menawan. Anda juga perlu meyakinkan pewawancara bahwa Anda adalah orang yg menyenangkan untuk kerja sama. Anda perlu tunjukkan bahwa Anda adalah orang yg komunikatif dan bisa dipercaya.
Yg penting bukan banyak bicara. Konsekuensinya, malahan keharusan untuk ajukan pertanyaan di akhir sesi juga merupakan mitos. Ada anggapan bahwa hal tsb bisa menunjukkan bahwa si pelamar demikian tertarik dan juga pintar. Hal ini tidak benar. Ajukan pertanyaan sekedar karena formalitas tidak akan membantu Anda dapatkan pekerjaan - apalagi bila yang Anda tanyakan adalah hal2 yg sebenarnya sudah dibahas dg jelas pada sesi wawancara.
silahkan lanjutkan di halaman 2
Pindah Halaman: 1 2






March 26th, 2008 at 6:25 pm
[...] bisa membaca artikelnya secara lengkap pada link berikut: Empat Mitos Seputar Tes Wawancara Kerja Ditulis oleh Akhmad Guntar [...]
March 27th, 2008 at 12:18 pm
satu lagi (tapi ttng ini, tidak semua ditanyakan di sesi wawancara sih)kita kadang menganggap orang yg lolos wawancara adalah orang yg meminta gaji lebih rendah dari kompetitiornya
adit’s last blog post..Thin, Solusi alternatif web server Ruby
April 1st, 2008 at 3:46 am
Saya pernah diwawancarai dan pernah mewawancarai. Hasilnya? Sama-sama kacau!
Paman Tyo’s last blog post..Ketika “Lancar” Terpasang, Kemacetan pun Datang
April 1st, 2008 at 10:05 am
wah.. tambah pengetahuan aku tentang wawancara
April 1st, 2008 at 6:39 pm
wawancara kerja? anggap aja ngobrol dengan teman… lebih nyaman, lebih enteng. nggak perlu nervous.
April 2nd, 2008 at 11:01 am
Adit:
Betul sekali, mas Adit. Ketika kita minta gaji yg rendah, employer malah bertanya2, Anak ini kok gak pede ama dirinya sendiri. Sampe2 dirinya sendiri aja dihargai rendah.
Paman Tyo:
Klo saya lebih sering mewawancara. Dan sering geli sendiri ngeliat mereka2 yg bertingkah polah menggelikan selama wawancara berlangsung
MasBoi:
Nyatanya, ada lho model wawancara yg emg dibikin santai gitu. Mulainya pas sebelum dan juga sesudah wawancara resmi. Mereka yg diwawancara ndak ngerti, ngirain itu nggak masuk di penilaian.
April 20th, 2008 at 12:26 pm
Sepulang nanti aku akan latihan didepan kaca untuk persiapan diwawancarai lantaran menjadi seorang presiden baru.ha..ha..ha…
June 23rd, 2008 at 2:03 pm
terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:http://karir-pekerjaan.infogue.comhttp://karir-pekerjaan.infogue.com/empat_mitos_seputar_tes_wawancara_kerjaanda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
July 26th, 2008 at 7:30 pm
thanks infona